Batas-batas luruh. Di sebuah kecamatan, pelbagai gaya hidup, selera, dan ideologi berebut tempat. Siapa yang untung? Semuanya bisa meraih manfaat.
Kita tetap menjadikan ruang publik sebagai tempat bersama, meskipun ada batas-batas yang diberikan oleh norma, aturan, dan adat.

No comments:
Post a Comment