Sambil menunggu, saya membeli salad dan membuka buku yang dibaca oleh Biyya bertajuk The Hundred Years' Warn on Palestine: A History of Settler Colonial Conquest and Resistance, 1917-2017. Rashid Khalidi membuka karangannya dengan kutipan "We are a nation threatened by disappearance" oleh 'Isa and Yusuf al-'Isa, Filastin, May 7, 1914.
Dari judul dan petikan di atas, kita bisa membayangkan isi dari tulisan tersebut. Hingga hari ini, Gaza dan Tepi Barat diduduki oleh Israel. Meskipun ICJ telah menetapkan Netanyahu sebagai penjahat perang dan banyak negara mendukung negeri penyair Mahmoud Darwish, negeri bintang David itu tidak tergoyahkan. Di sela mendaras, saya berbagi salad dengan Biyya dan bercakap-cakap tentang isi buku. Karya ini hendak menyampaikan bahwa konflik ini bukan perang antara dunia negara, tetapi desain kolonialisme untuk menghapus eksistensi Palestina.
Saya pun tak berlama-lama menekuri huruf karena harus memicingkan mata untuk membaca sebab tak membawa kacamata. Setelah mendapatkan segelas kopi, kami beranjak dari warung. Oh ya, mengapa saya membaca buku? Saya tidak bisa membuka gawai karena tidak ada jaringan wifi.

No comments:
Post a Comment