Saturday, November 13, 2021
Pantai dan Laut
Sunday, October 24, 2021
Bahasa Kita, Inggris, dan Arab
Saya menerima paket majalah Tempo bersama buku The Conquest of Happiness Bertrand Russel kemarin. Zumi membuku bungkusnya setelah istri menerima dari petugas J & T.
Dengan membandingkan struktur bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan bahasa Arab, kita akan menemukan pandangan dunia kita. Tetapi, benarkan kita berpikir dalam alam pikiran bahasa kita? Bukankah, dua bahasa sumber ini turut mempengaruhi cara kita melihat kenyataan melalui bahasa asing?
Apa pun, bahasa adalah alat untuk mendapat pesan. Tetapi, bila perkakas yang digunakan tidak mantap, mungkin isi pesannya juga mudah bocor, seperti pajak kelapa sawit sebesar Rp 40 triliun. Sebagaimana laporan utama edisi 18-24 Oktober 2021 kali ini, ternyata pengusaha itu curang.
Wednesday, October 20, 2021
Meja dan Kita
Buku dengan pelbagai mitos dan logos, kotak pensil dari bekas kaleng, cenderamata dari kampus, foto keluarga yang bersandar pada penyangga, dan mainan Zumi yang dibeli di Jogja.
Masing-masing memiliki situasi yang berbeda, tetapi bisa berada di tempat yang sama. Kanan, kiri, dan tengah itu soal posisi. Ketiganya hadir dalam aksi. Dalam keadaan diam, ketiganya mungkin tidak ada apa-apanya. Kita saja yang iseng menempelkan tanda.
Apa yang tidak hadir? Radio, kipas, dan lampu. Padahal, ketiganya yang bikin saya betah berlama-lama di sini. Anda pun juga punya tafsir tersendiri pada gambar ini, bukan?
Libur
Saya mengajak Zumi ke kantor ekspedisi JNE untuk mengirim paket buku. Dari sini, ia bisa belajar wirausaha sejak kecil. Teman-temannya juga begitu. Kami sering memesan makanan dari jiran yang diantar oleh anak-anak yang berumur seusia murid SD Namira ini.
Tuesday, October 12, 2021
Matré
Tanpa mengabaikan tulisan lain dari kolom yang
sama, saya sangat menyukai cetusan yang dimuat dalam Majalah Tempo keluaran
16 Februari 2020. Kata Matré merupakan kata padanan dari materi, yang
berasal dari kata meterial (benda) dan materialistik (sifat).
Secara bendawi, material diserap seperti makna
asal, yakni bahan yang akan dipakai untuk membuat barang lain dan bahan mentah
untuk bangunan, seperti pasir, kayu, dan semen. Namun, dalam pengucapan huruf e
sering hilang, sehingga kita sering mendengar sebutan matrial.
Persoalannya, adakah sifat matré itu musuh
agama? Di sini, kontradiksi sering muncul karena hampir seluruh ibadah manusia,
dari salat, puasa, dan haji, ditunaikan untuk mendapatkan pahala. Dengan modal
inilah, orang yang beragama meyakini surga sebagai balasan yang setimpal dari
kebajikan yang telah dilakukan. Lagi-lagi, ganjaran itu berupa kesenangan yang
dulu dianggap maksiat dan dihujat. Tak hanya itu, gambaran firdaus begitu
memukau dengan gambaran kesenangan duniawi, seperti ranjang emas, payung emas,
sungai susu, dan bidadari.
Untuk lebih jauh, silakan baca pandangan tentang isu ini di majalah. Selain itu, ada hal yang menyenangkan dari edisi kali ini, yakni sampul dan isi kusut karena ia sering dibaca oleh Nabbiya. Maklum, laporan utamanya tentang jejaring hitam bawang putih.
Saturday, October 09, 2021
Candi Jabung
Kemarin, Biyya dan Zumi mengunjungi Candi Jabung. Di sini, keduanya tampak riang, berjalan ke sana ke mari. Biyya memotret banyak sudut dan Zumi merekam sekitar. Suasana sore begitu mengujakan. Rasa hangat menjalar ke seluruh jiwa melihat dua anak ini tampak akrab dan saling bicara. Maklum, di rumah, masing-masing sering asyik dengan dunianya.
Seperti ditulis di papan tak jauh dari candi, bangunan ini beraliran Budha Mahayana. Pararaton menyebutkan bahwa candi ini merupakan pendharmaan Raden Sumana. Ia dibangun pada tahun 1276 Saka (1354 M). Pada tahun ini, siapakah kakek Anda?
Hayam Wuruk pernah mengunjungi bangunan suci ini. Kini, tak jauh dari tempat bersejarah tersebut, sebuah masjid berdiri. Kita pun tidak pasti, apakah yang terakhir akan mengalami nasib yang sama dengan pertama, tidak banyak roang yang "beribadah" dalam sehari-hari.
Tuesday, October 05, 2021
Lapak Buku
Ini adalah salah satu buku yang digelar oleh Vespa Literasi, kelompok pembaca buku, di teras Gedung B kampus. Mereka menyediakan bacaan buku kritis untuk para mahasiswa. Tentu, tidak semua berminat, karena kaum terpelajar memiliki kesukaan dan kecenderungan berbeda.
Tetapi, apa mereka tidak tergerak untuk membaca anggitan Eko yang berjudul Bergeraklah Mahasiswa! Selain itu, beberapa karya Pramodya Ananta Toer juga disediakan untuk menarik mereka pada karya-karya bermutu.
Saran dari salah seorang dosen mungkin juga perlu ditimbang bahwa pelapak tidak sedang bermonolog di hadapan khalayak, tetapi juga memahami apa keinginan warga terhadap dunia literasi.
Bagaimanapun, jalan menuju pencerahan terbuka melalui banyak bacaan. Kalaupun, kita tidak berada dalam satu kubu, kita bisa bercermin adakah mereka berbeda dengan keinginan kita untuk mewujudkan kehidupan bersama yang adil, sejahtera, dan bermakna?
Kondangan dan Ingatan
Foto ini kami ambil di rumah almarhum Pak Faizin. Kala itu, kami menghadiri pesta perkahwinan puteranya. Di sini kami bertemu banyak orang d...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Kami berdua salat di masjid tempat orang dewasa, remaja, dan anak-anak bersembahyang. Di sini, saf pertama bisa diisi oleh jamaah dari sega...






