Peristiwa Kemarin hingga Pagi

Sore kemarin, saya melakukan rutinitas jogging bersama karib Fauzi. Di lintasan stadion, saya merasa menemukan tempat yang benar untuk berlari, ditambah dengan banyak orang yang melakukan beragam olahraga, tenis, lari, dan bola melipatgandakan gairah untuk berada di lapangan. Tubuh terasa ringan karena keringat keluar dan dada menghirup banyak oksigen di tempat terbuka.

Dalam beberapa hari terakhir, saya menikmati sore dengan makan buah dan minum es cendol di kantin lantai bawah. Dengan cerpen atau novel, saya meneguk air dingin dan buah yang mendatangkan keenakan lain. Tidak lama, saya pun bergegas ke kamar untuk mandi dan shalat maghrib.

Malam itu, ada dua hal yang jarang saya lakukan, menonton filem The Sentinel (Michael Douglas, Eva Longoria, Kim Basinger dan lain-lain) serta membeli buku bertajuk A Brief History of Globalization oleh alex Mac Gillivray. Bersama Pak Heddy, Dian dan Dony saya melihat film drama yang cukup menghibur. Cerita dibingkai oleh kepiawaan pemegang kamera untuk menghadirkan ketegangan. Dialognya biasa, tapi pesan yang ingin disampaikan bisa terbaca jelas. Sebagai ketua pengawal Ibu Negara, Pete Garrison (Michael Douglas) terjebak pada sebuah upaya untuk merontokkan pengamanan pejabat tertinggi di Amerika. Di sinilah, alur bermula untuk mengungkap teka-teki gambar mesra antara pengawal dan yang dikawal.

Dengan rasa puas, saya pulang melewati jalan pinggir laut dan di kamar saya masih menyempatkan untuk menengok kembali buku yang baru dibeli. Ia sangat informatif. Buku ini dimulai dari sebuah kutipan Fran├žois-Maire Arouet the Multitude of books is making us ignorant. Sebuah awal yang provokatif untuk memulai diskursus tentang globalisasi. Benarkah dengan banyaknya buku yang membahas satu persoalan justeru mempurukkan kita pada ketidaktahuan? Ini karena Alex MacGillivray mengumpulkan data yang mencengangkan bahwa ada 3.300 buku dalam bahasa Inggeris yang menguak tema globalisasi. Tidak itu saja, keberpihakan yang terbelah dalam menyikapi arus globalisasi pada pro dan kontra. Sebuah respons yang alamiah terhadap satu isu.

Dari pelbagai tanggapan ini, penulis membagi empat genre, pertama buku akademik oleh para sosiolog dan ilmuwan politik. Biasanya mereka mendaku bahwa fenomena ini adalah tidak baru, agak menarik dan sangat kompleks.

Keinginan untuk tidur pada jam dua pagi terganggu karena udah janji dengan karib untuk nonton bola liga Champions antara Barcelona dan A C Milan. Sayang, Ronaldinho tidak mengemas angka hingga tidur pagi itu tidak seberapa nikmat. Lho, apa hubungannya?

Hari itu memang jam waktu tidak seperti biasanya.

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Ramadan di Bukit Kachi [21]

Lautan Fragmen