Posts

Showing posts from August, 2010

Berbuka Bersama

Image
Tentram. Anda?

4 Hari

Image
4 hari setelah kejadian penangkapan 3 petugas Dinas Kelautan dan Perikanan oleh polisi laut Malaysia, suasana kedua negara serumpun ini tak bergolak. Profesor Malaysia dan ketua Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia tampak akrab setelah upacara penurunan bendera di Konsulat Jalan Burma. Keduanya tentu tak ingin hubungan dua negara ini terus memanas. Apatah lagi, hampir semua elit kedua negara telah merespons. Bagaimanapun, orang kecil segera menuai nestapa untuk pertama kali. Jika ini dibiarkan, hal yang terburuk akan meluap. Bak kata pepatuh, dua gajah bertarung, pelanduk mati di tengah.

Herannya, hiruk pikuk ini dipicu oleh ulah segelintir orang yang mengatasnamakan Lumbung Informasi Rakyat. Pak Dolok, teman saya, menyebutnya performing arts yang berlebihan. Belum lagi komentator yang bersuara nyaring, sehingga membuat suasana seakan-akan sudah genting. Padahal pemimpin kedua negara berusaha untuk mencegah perseteruan ini berubah anarki. Tanda-tanda mulai bersemai di Indonesia deng…

Kawan Baik

Image
Kawan baik itu sesederhana kita mau bertegur sapa dengannya seraya tak lupa menyunggingkan seulas senyum. Tak perlu berpanjang-panjang kata, sambil lalu kadang perlu menyapa, ke mana Mas atau Pak, lalu Anda mengasyiki dunia. Gambar di atas menunjukkan kawan-kawan baik yang sedang bersiap-siap mengikuti ceramah agama oleh Ustaz Alwi Alatas di Masjid al-Ittifaq, Sungai Nibong Kecil.

Hakikatnya, manusia sedang berjuang untuk memenuhi keperluan pribadinya, namun jika mereka ingin mengubah hidupnya lebih bermakna, kebersamaan itu akan meringankan beban yang ada di pundaknya, tanpa harus membuat orang lain merasa digelayuti, atau diam-diam tak enak karena kehadiran Anda membuatnya tak nyaman, tapi terpaksa diterima. Apa boleh buat? Toh, akhirnya Anda akan kembali ke dunianya masing-masing bersama keluarga terdekat. Namun, Anda tak akan bersembunyi, karena selain isteri atau suami, Anda juga memerlukan kehadiran orang lain untuk menyempurnakan hidup yang fana ini. Itulah kawan baik.

Sengketa Kedaulatan Indonesia-Malaysia

Image
Jawa Pos, 25 Agustus 2010
Hentikan Drama Itu!




Oleh: Ahmad Sahidah

UTUSAN, koran utama Malaysia, menurunkan berita utama dan gambar pelemparan kotoran ke halaman Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta (24/8/10), yang dianggap keterlaluan. Di Twitterland, Khairi Jamaluddin, ketua pemuda UMNO (United Malays National Organisation) akan melayangkan protes ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atas tindakan Lumbung Informasi Rakyat (Lira) yang dianggap menggugat kedaulatan tanah airnya.

Tampak, Malaysia ingin mengimbangi serangan bertubi-tubi dari masyarakat Indonesia dengan memberikan ruang pada media yang sebelumnya cenderung menganggap remeh masalah perselisihan di Pulau Bintan. Pada waktu yang sama, Lira berhasil mencuri perhatian banyak orang, terutama warga Malaysia.

Mari kita berpikir jernih. Pemerintah Indonesia mengakui bahwa batas perairan itu masih dipersengketakan, sehingga dengan sendirinya dimungkinkan terjadi benturan antara aparat di bawah. Sebab, bagaimanapun, m…

Tafsir Hierarki Tiang Islam

Koran Jakarta, Jumat, 20 Agustus 2010
Pemerintah berusaha menambah kuota haji Indonesia. Tentu ini kabar gembira karena di tempat kelahiran saya, Sumenep, hingga 2015, kuota haji telah terpenuhi sehingga banyak orang berharap-harap cemas untuk bisa menunaikan ziarah Mekkah segera. Berapa pun tambahan itu, haji merupakan penanda banyak hal, kemakmuran dan kesadaran beragama. Namun, catatan antropologi tentang haji menunjukkan tidak melulu tentang dua hal tersebut, tetapi juga gengsi sosial.Dalam sejarahnya, praktik ini juga telah mendorong kemerdekaan bangsa dengan menyuburkan gerakan melawan penjajah. Haji hakikatnya merupakan salah satu dari fondasi Islam yang dikenal dengan lima rukun atau tiang, selain kepercayaan pada Tuhan, salat, zakat, dan puasa. Setiap muslim bisa dipastikan menghafal urutan ini, bahkan anak-anak diajarkan dalam bentuk nyanyian. Secara verbal, ia mudah dipahami, namun penghayatan terhadap dasar ini memerlukan pemahaman yang menyeluruh.Pe…

Angka dan huruf

Image
Saya pun hanya menganggukkan kepala. Dokter dan perawat tentu lebih tahu.

Kuasa dan Pengetahuan

Image
Sangkar itu berisi buku. Secara simbolik, buku-buku itu dilepaskan dari sangkar, pertanda pengetahuan harus dibebaskan dari kekukasaan yang zalim. Pengetahuan harus dilawan dengan pengetahuan, bukan kuasa yang congkak. Mungkin itulah maksud dari tata-panggung dengan pernak-pernik itu.

Say No to Polystyrene

Image
Gambar ini diambil dalam perjalanan pulang dari kampus. Mereka meneriakkan kata Say No To Polystyrene! Apakah Anda juga ingin melakukannya?

Mengaji Lagi

Image
Anak kecil ini bersama kawan-kawannya acapkali hadir di pengajian mahasiswa Indonesia di Masjid Kampus Khalid. Kadang diam, tetapi mereka sering berlarian dan berceloteh. Tentu, kehadiran mereka kadang mengganggu jalannya pengajian. Tapi, tak ada anggota jamaah menyergah mereka, karena tak lama kemudian orang tuanya membawanya membawa menjauh dari majlis. Malah, diam-diam kami menikmati keadaan seperti ini, karena mereka hakikatnya juga belajar dengan caranya yang khas.

Indonesia Baru

Image
Seraya mengutip lagu Pemilu Rhoma Irama, saya menyisipkan apa yang harus dilakukan untuk membuat Indonesia lebih baik, di antaranya mengamalkan aturan permainan (a rule of the game),menyuburkan kejujuran (transparency) dan keadilan untuk semua (Justice for all).

Inilah sekelumit pernyataan yang diselipkan dalam slide yang sempat diterakan pada malam Syukuran Wisuda Mahasiswa Indonesia di Universitas Sains Malaysia pada 5 Agustus 2010 di Dewan Utama Restu Tekun Saujana. Ada banyak gambar yang diambil untuk memperlihatkan betapa bencana kemanusiaan itu bisa menyergap siapa saja dan di mana saja. Namun pada waktu yang sama, jalan keluar itu bisa ditemukan.

Acara yang dihelat PPI-USM ini tak hanya menggelar penghargaan pada mereka yang telah lulus, tetapi juga persembahan angklung yang menyanyikan tentang negeri yang dirindukan itu. Sebagai pembuka, ia menggugah hadirin. Sebelumnya, bacaan ayat suci al-Qur'an dan doa telah membuat suasana sahdu. Tak lupa, pembina organisasi ini, Prof Ma…

Pelajar Itu Menikmati Matahari

Image
Hanya pelajar dari Eropa yang mau berpanas-panas sambil membaca. Memang matahari belum naik di atas kepala, tetapi jam 10-an, sengatannya bisa membuat kulit kebanyakan orang perih.

Fatimah Busu

Image
Wanita berkerudung putih adalah Dr Fatimah Busu. Beliau penulis novel terkenal Salam Maria: Inilah Maria Zaitun dan Tuhan Kekasihnya. Ada aura kesederhanaan yang terpancar dari wajahnya. Novelis ini juga memberikan kesaksian tentang Si Burung Merak.

Pak Samad & Putu

Image
Dua penyair hebat sedang tersenyum.

Panitia Malam WS Rendra

Image
Panitia Malam Baca Puisi WS Rendra dan mahasiswa Indonesia yang sedang berpose setelah acara pembacaan puisi si Burung Merak usai. Oh ya, lelaki berbaju hitam dan berambut gondrong itu adalah Lim Swee Tin, pendeklamasi yang turut merayakan almarhum di Dewan Budaya Universiti Sains Malaysia. Sungguh seronok malam itu!

Sudut Unik Perpustakaan

Image
Gedung perpustaan baru Hamzah Sendut menampilkan warna-warna berani.

Teman Baik

Image
Mas Heri dan Pak Supri sedang berdiri untuk menerima penghargaan dari PPI USM karena telah menyelesaikan kuliahnya di kampus dalam taman. Di sebelahnya adik-adik S1 yang juga mendapatkan hal yang serupa.

Kesadaran Lingkungan Lestari

Image
Jangan membuang sampah sembarangan bukan hanya memerhatikan tempat sampah, tetapi juga memilih tempatnya untuk jenis sampah, basah, kering, pecah belah, kertas dan lain-lain. Namun, kita acapkali mencampur aduk untuk tak membuat repot. Padahal keabaian ini akan merepotkan orang lain dan proses daur ulang (recycle). Ketergesaan membuat kita repot di kemudian.

Membaca al-Qur'an Bersama

Image
Membaca al-Qur'an bersama di masjid kampus mungkin tak sama dengan apa yang diandaikan oleh Susan Kennel Harrison, Kandidat Doktor di Toronto School of Theology, Koran Tempo, 10 Agustus 2010, dalam artikelnya berjudul "Membaca Kitab Suci Bersama", yang melibatkan pelbagai penganut agama, Kristen, Yahudi dan Muslim. Namun, sama saja, mereka sejatinya sedang menyemai iman dalam lingkaran kecil, sementara para sarjana acapkali ingin membandingkan dengan kelompok di luar dirinya. Tak perlu merasa lebih dari yang lain.

Di dalam gambar di atas, mereka sedang mengurai mengapa kita rugi jika tak mengingat Alqur'an. Sang ustaz, Mohd Yasir Yusuf, dengan lugas memaparkan ayat-ayat yang menjelaskan tema itu. Jauh dari sekadar menguras tenaga menggunakan analisis ilmiah, pertemuan semacam ini menautkan mahasiswa dengan sesama rekan, para pekerja migran dan tentu merawat kebersamaan yang acapkali tersandera oleh kepentingan sesaat. Sebagai tambahan, seorang lelaki berambut keriting…

Sudut dan Waktu

Image
Kita hanya memerlukan sudut pandang dan waktu agar suasana itu menyenangkan. Lalu, setelah berubah kita mencari momen yang lain. Selalu begitu, bukan?

Sumber: Mahardika, Jakarta.

Menjelang Ramadhan

Image
Untuk menyambut Ramadhan, PPI-USM (Persatuan Pelajar Indonesia), Forkommi (Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia di Malaysia, IPMI (Ikatan Pekerja Muslim Indonesia) melaksanakan acara tarhib di Masjid Al-Ittifaq, Sungai Nibong Kecil, Pulau Pinang. Tentu, kegiatan dua hari menjelang puasa merupakan peristiwa penting karena warga Indonesia, mahasiswa, pekerja dan warga keturunan bisa merajut kembali silaturahmi. Hal lain bahwa kegiatan ini bisa dilakukan di masjid lokal, petanda terdapat kedekatan emosional dalam banyak hal di antara kedua warga negara.

Sebagaimana layaknya kegiatan lain, jamaah mendengar beberapa kata sambutan, lalu disusul dengan tilawah al-Qur'an yang dilantunkan oleh Dede Suparna, pekerja Indonesia, dan kemudian acara pembacaan shalawat yang dibawakan dengan indah oleh para pekerja perempuan asal Indonesia. Pada detik tersebut, saya betul-betul hadir karena bacaan pujian terhadapa sang Nabi menyeret saya ke kampung halaman. Acara inti adalah pesan-pesan ag…

Mitos Pribumi Malas

Image
Penggambaran yang tak sempurna. Tapi, kita bisa membacanya, meski harus mengernyitkan mata untuk memastikan bunyi huruf. Itu pun semacam bukan kemalasan.

Perkasa

Image
Saya membeli edisi pertama koran mingguan ini di mal Komtar di sebuah kedai yang berdekatan dengan tempat penukaran uang (money changer). Sebagai terbitan perdana, ia menyuguhkan berita provokatif sehingga terpaksa harus berurusan dengan Kementerian Dalam Negeri. Sejatinya, ia membawa suara kritis penggagasnya, Ibrahim Ali, anggota parlemen bebas. Bagi saya, kedudukan bekas aktivis ini sangat unik. Tidak saja ia berhadapan dengan partai komponen Barisan Nasional, ia juga senantiasa bersuara keras terhadap oposisi.

Ruang Publik di Negeri Pluralis

Suara Karya, Jum’at, 6 Agustus 2010Apa yang berselerak di benak kita tentang fasilitas umum? Paling jelas, telepon umum dan water closet (WC) atau kamar mandi. Namun boleh dikatakan nasib keduanya mengenaskan. Yang pertama telah tergerus oleh kepemilikan telepon genggam dan yang terakhir diacuhkan oleh pengguna. Lihat fasilitas ini di terminal, hampir tak layak untuk disebut tempat membersihkan diri. Meskipun fasilitas itu dimiliki oleh pemerintah, sepatutnya orang ramai juga turut merawat agar keberadaan mereka layak untuk dimanfaatkan. Apa lacur, kebanyakan terbengkalai atau menjadi tempat sampah alternatif.Sementara semi-ruang publik lain, seperti mall (pasaraya), gedung bioskop dan café bertaburan, terutama di kota-kota besar. Malah kehadirannya telah mengikis keberadaan ruang publik yang bisa diakses oleh orang ramai, seperti lapangan bola dan taman kota. Memang, mall dan café bebas dimasuki siapa saja, namun pada waktu yang sama keduanya mengandaikan mereka yang ber…

Rapat dan Helmet

Image
Rapat PPI USM bersama Prof. Madya Haji Mohamad bin Mohd Yusof di Komunikasi. Dari sekian isu, saya terkesan dengan helm[et] yang berada di depan salah seorang pengurus PPI USM. Apakah ia juga turut mendengar apa yang kami bincangkan?

Ibu Irzani Ratni dan Mahasiswa

Image
Segera saya mengambil gambar mereka sebelum siap. Apakah kita harus senantiasa mematut diri jika dipotret? Justeru, dalam keadaan belum siap, saya menemukan tawa renyah dan lepas. Ups, yang tak memajang diri pun terkena tempias.

Mengambil Gambar

Image
Mengambil gambar dengan cara unik, memantul? Tidak, teman baik, Mahardika juga mengambil gambar.