Wednesday, February 29, 2012

Cara Mudah Mendapatkan PhD

Saya mengambil gambar ini dari ruang pameran Perpustakaan Hamzah Sendut 1 Universiti Sains Malaysia. Kita hanya perlu membaca buku ini untuk mendapatkan gelar PhD. Mudah, bukan? Selain itu, saya sering mengatakan pada teman yang sedang menulis disertasi, "Tugas kita adalah menulis karya akhir ini, dan pembimbing (supervisor) yang akan membantu tulisan tersebut agar layak maju dalam ujian". Ayo, selesaikan PhD Anda! Kiamat sudah menghampiri kita.

Thursday, February 23, 2012

Masjid Al-Ikhlas

Di sela-sela kongres ke-1 Ikatan Sarjana NU, saya sering berjamaah shalat di sini. Kebanyakan penunai sembahyang adalah orang setempat yang memakai kopiah hitam dan sarung, tak jauh berbeda dengan kebanyakan orang-orang Nahdliyyin melaksanakan shalat. Bedanya, mereka tidak membaca qunut di rakaat terakhir Subuh. Sebagai makmum, saya pun mengaminkan.

Thursday, February 16, 2012

Di Sela Kongres ISNU

Di sela kongres ke-1 ISNU, saya menikmati kota Lamongan. Salah satu tempat yang menari perhatian saya adalah rumah sakit Muhammadiyah. Meskipun gedungnya sederhana, namun pelayanan yang diberikan berteknologi dan berketerampilan tinggi.

Sunday, February 12, 2012

Zilal al-Qur'an

Mungkin kamera yang tak didukung oleh kuasa pixel, gambar di atas buram. Namun, kita masih bisa membaca Kata Pengantar Keluarga Qutb. Pendahuluan ini adalah persetujuan dari keluarga pemikir Muslim ternama, Sayyid Qutb yang menulis tafsir terkenal Fi Zilal al-Qur'an. Karya ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Malaysia. Saya menemukannya di rak Masjid Kampus UUM. Mari membaca tafsir, karena di sana ruang kita untuk menemukan pesan Tuhan yang sejati. Satu hal lagi, kita berusaha untuk tidak berpikir atomistik, di mana pesan saya ayat dipahami tanpa mencoba mengaitkan secara keseluruhan dengan ayat lain, yang menceritakan hal serupa atau berkait dengan medan semantik yang sama. Al-Qur'an itu suci, mari jadikan ia tanda yang menenangkan hati, bukan untuk menebar benci.

Wednesday, February 08, 2012

Sudut Kampus

Di antara banyak sudut di kampus, saya menyukai taman ini. Di sini, kita bisa bercengkerama dengan air, ikan dan pepohonan. Gemericik air menghadirkan alam secara utuh. Hidup itu hanya menuntut kita memilih, di mana kita menikmati kebesaran Tuhan.

Madinah dan Mekkah

Buku yang ditulis oleh Zuhairi Misrawi ini ditemukan di Suq Albukhari, Kedah. Selain menulis buku berjudul Madinah, lelaki alumnus Al-Azhar Mesir ini juga menulis buku Mekkah. Sebelum pergi kedua tempat suci ini, elok kita membacanya agar dalam pikiran kita tertanam pengetahuan apa sesungguhnya tanah haramain ini.

Tuesday, February 07, 2012

Pop dan Enstein

Apa yang ada di benak kita tentang dua buku ini? Masihkan Anda ingat anekdot bayi kloning yang diambilkan dari sel telur dan sperma Madonna dan Albert Einstein? Malangnya, tubuh Enstein dan otak Madonna. Tentu, cerita ini lahir dari rasa humor, yang mungkin pada waktu yang sama bias gender. Apa pun, kedua genre buku ini penting. Ternyata, banyak orang pintar, dari sosiologi, filsuf, dan antropolog membahas kebudayaan populer dari sudut pandangan disiplin masing-masing. Belum lagi, Cultural Studies menjadikan isu ini sebagai tema penting dalam kajiannya.

Saturday, February 04, 2012

Tenang dan Tentram

Kucing ini meringkuk dengan tenang di kursi kantin kampus. Saya tentu harus belajar dari hewan ini tentang bagaimana memperoleh kemampuan untuk tidur di tengah keramaian. Adakah hiruk-pikuk itu masih mengganggu tidur dan ketenangan kita, Kawan? Dalam dunia mistik, kesentosaan (tranquility) itu penting untuk membuat kita nyaman dengan lingkungan sekitar kita. Carut-marut itu bisa saja lahir dari kepenuhan informasi berkat teknologi canggih, pelbagai hiburan yang bisa dinikmati 24 jam, aneka makanan dan minuman yang diiklankan di televisi secara berlebihan.

Media sosial seharusnya menjadi ruang untuk berkongsi pandangan agar informasi yang begitu banyak tidak memerangkap kita pada kebingunan. Di sini, kita bisa belajar dari orang lain, tak perlu banyak, hanya segelintir yang dianggap tepercaya. Demikian pula, kita juga mengikuti twitter politikus untuk mengetahui apa yang mereka lakukan. Tidak salah mengikuti pesohor, seperti pelakon atau penyanyi, untuk mengenal lebih dekat mengapa begitu banyak orang menggilai selebritas. Namun, pada akhirnya, kita akan menemukan diri dalam kesenyunyian, bukan tempik-sorai dari perayaan kehidupan.

Kucing di atas tentu telah memilih hidupnya. Tentu saja, kita tak perlu menjadi kucing hanya untuk menjadi orang yang tenang dan tentram. Bukankah sisi dari kedirian kita adalah unsur kebinatangannya?

Thursday, February 02, 2012