Posts

Showing posts from September, 2010

Silaturahim di RumahTerbuka

Image
Bersama kawan di acara Silaturahim Rumah Terbuka Alumni Universitas Sains Malaysia, saya menemukan banyak jejak, masa lalu. Tak hanya terkait dengan perkuliahan, tetapi juga kehidupan. Tentang hidup, Andi Siti, penyanyi dari Sabah, melantunkan lagu yang sama-samar hinggap, tak tahu judul dan penyanyinya. Namun, ia masih terngiang-ngiang hingga sekarang. Kabur, terang, jelas selalu berjalin kelindan. Hanya orang yang percaya meyakini bahwa hidup itu terang.

Menyoal Kedaulatan Serumpun

Image
Mengungkap kembali untuk menemukan kejernihan. Artikel ini (Koran Tempo, 17 September 2010) adalah sebagian dari keseluruhan pandangan khalayak yang sempat terungkap dan perlu disuarakan di sela-sela pertikaian. Dengan jeda, kita bisa mengungkai benang kusut hubungan serumpun. Tanpa proses kesadaran, konfrontasi, negosiasi dan damai yang memadai, kita akan senantiasa mengulangi pertengkaran.

Rumah Terbuka

Image
Mengapa saya datang tepat waktu, jam 12 siang, sebagaimana diumumkan melalui pengeras suara Masjid Kampus sehari sebelum rumah terbuka? Biarlah Anda menjawab pertanyaan ini. Saya pun hanya akan mengangguk.

Menyegarkan Kampus

Image
Menebus kesalahan kita dengan mengosongkan kawasan kampus dari asap kendaraan perlu dilakukan. Bagaimanapun, monoksida itu adalah berbahaya untuk lingkungan dan manusia. Dengan peluncuran laluan bersepeda, orang ramai tentu tidak akan selalu menghisap asap dan berusaha untuk memanfaatkan kaki mereka untuk melangkah menuju tempat tertentu. Tadi, saya pun berjalan dari kantor ke masjid, tempat rumah terbuka menyambut Syawal dihelat. Dengan menyusuri kampus dengan kaki, saya bisa menikmati rumput, pohon dan udara yang segar. Tak hanya itu, saya pun bertemu banyak benda di sepanjang perjalanan lebih cermat dan khidmat.

Mengingat jalan-jalan setapak baru di kampus telah dibangun, mungkin lahan parkir khusus bisa digunakan, seperti Padang Kawad dekat Stadium, untuk memungkinkan warga berjalan ke tempat kerja masing-masing. Tentu, ada banyak titik-titik parkir lain yang bisa dimanfaatkan dengan patokan sesuai dengan jarak tempuh yang paling dekat. Dr Talhah Idrus, dosen arsitektur, pernah ber…

Otoritas dan Pengetahuan

Image
Dalam hermeneutik, otoritas itu adalah mereka yang mempunyai akses pada pengetahuan tertentu. Namun, dalam praktik, pengetahuan itu juga terkait dengan otoritas dalam pengertian kekuasaan untuk melakukan tindakan atas dasar pengetahuan. Sebagaimana telah diumumkan jauh-jauh hari sebelumnya, ada area tertentu di kampus yang tidak boleh dijadikan kawasan parkir kendaraan. Jika peringatan ini tidak dipatuhi, maka ban mobil bersangkutan akan dikunci, seperti terlihat dalam gambar di atas. Kita tak hanya memerlukan pengetahuan tentang ketertiban, tetapi juga pihak berwenang yang mewujudkan pesan pengetahuan. Kalau dibiarkan, kita hanya akan menikmati kekacauan setiap hari.

Kata Maaf Pasca Lebaran

Image
Radio masih memutar lagi lebaran, seperti Selamat Hari Raya Rahimah Rahim dan Nazam Lebaran Siti Nurhaliza. Di bulan ini pun, saya masih mendapat kabar tentang rumah terbuka. Ketika coretan ini ditulis, saya berjanji pada kawan baik untuk pergi ke acara silaturahim Alumni di Rumah Anjung Budi. Nah, dengan menebar maaf, kita bisa berdamai dengan diri sendiri. Oh ya,gambar amplop 'ang pao' ini adalah surat indah untuk si kecil dari anak Pak Cik yang bekerja di Astro Kuala Lumpur. Meski dia belum paham tetapi orang tua jelas mengerti isinya uang hari raya. Saya menempel di tembok agar ingatan kebersamaan itu terpatri kuat dan tak hilang-hilang.

Ruang Estetik

Image

Teman Karib dan Si Kecil

Image
Di Taman Belia, Pulau Pinang, kami menyusuri setapak, menikmati aroma pohon, mendengar gemiricik air, dan membaui bau rerumputan. Ruang publik ini sangat menyenangkan. Bersama kawan karib, Mas Zulheri Rani, ekspatriat, taman itu menjadi jejak yang abadi. Sebagaimana taman ini menjadi tempat pertama saya mengenal Pulau Mutiara secara lebih dekat. Dibandingkan lima tahun yang lalu, ia makin rimbun dan hijau. Mungkin dulu saya mengecapi bau tanah ketika kemarau menerjang, sementara kemarin kami menjejaki tanah yang masih menyisakan basah karena hujan sehari sebelumnya.

Marcus Cicero, filsuf Romawi, menukas tentang kesempurnaan hidup dengan memiliki perpustakaan dan taman. Erich Fromm, filsuf dan psikolog, membedakan antara memiliki (have) dan mengada (being) berhubung manusia dan benda. Kalau eksistensi kita berada pada being, kita tak perlu memiliki taman untuk menikmati keindahan, cukup luangkan waktu pergi ke taman yang berjarak dari rumah kita, lalu meraup udara segar yang bertempiara…

Si Kecil dan Keluarga

Image
Di kanan kiri lantai bawah sebuah mal terbesar di Pulau Pinang terdapat gerai makanan cepat saji, seperti Pizza Hut, MacDonald, Secret Recipe, KFC, tapi kami memilih arena, tempat makanan yang cocok dengan lidah, yaitu nasi campur, tomyam dan sizzlyng. Makanan segera (instant) tak baik bagi kesehatan, anehnya saya dulu merasa nyaman dengan menu yang dibuat tergesa-gesa. Untuk apa hidup terburu-buru? Sebuah raihan yang menggunung untuk memuaskan hasrat? Padahal, hasrat adalah sumber bencana. Di sini, pemuasan tak mengenal kata henti. Memilih adalah sesederhana kita melangkah kaki ke tempat yang lebih baik, yang mungkin memerlukan pelaziman (conditioning) agar kita bisa berpikir dalam sekian detik untuk membuat keputusan.

Memang, warung makan ini tak secantik gerai multinasional. Pengaturan kursi dan meja tidak membuat mata menyala, layaknya sebuah restoran Pizza Hut, misalnya. Bentuk kursi dan meja pun menunjukkan keperluan praktis, tak dibuat khusus untuk memenuhi selera keindahan. Dem…

Perantau

Image
Siapa yang terpenjara? Saya yang berada di balik pagar atau mereka para pekerja migran itu? Tergantung sudut pandang. Boleh jadi saya terperangkap oleh sudut pandang saya dalam melihat kenyataan. Mereka, para perantau itu, tampak riang menunggu bus jemputan dari pabrik. Bus biru bertulis Bas Pekerja akhirnya datang mengangkut mereka ke tempat tujuan. Tak jarang sebagian kelompok menyewa Bas Sekolah berwarna kuning untuk mengantarkan mereka ke wisma konsul untuk menunaikan shalat id di tahun 1431 Hijriyah.

Mereka hampir-hampir menjalani hidup dengan tertib. Bahkan untuk berhari raya, para pahlawan devisa itu menggunakan angkutan dari tempat bekerja, seakan-akan keterikatan mereka pada pabrik begitu kuat. Namun, tak ada wajah muram ketika mereka merayakan hari lebaran, terserlah dari senyum menyungging dan berpose untuk sebuah gambar di depan lambang garuda yang ditempel di tembok rumah wakil RI di Pulau Pinang. Satu sama lain saling memejet tombol kamera untuk mengabadikan peristiwa set…

Seni Lukis

Image
Sang pelukis, Qaisar Khan, membiarkan contoh lukisan itu terpajang di mal Queensbay dan meja kursi tempat bekerja tak dipindah, tergeletak. Malah, ada tumpukan selebaran berbunyi portrait done in ten minutes. Portrait in oil color, water color, pastels, crayon and pencils can also be done from life and photos. Lalu, di bawah contoh gambar diterakan alamat, kontak, nomor telepon genggam dan email. Dulu, ia menggelar lapak di depan kompleks pertokoan Ivory, tak jauh dari asrama Kampus. Sekarang, ia memilih khalayak lebih luas untuk menjual karyanya.

Di tengah serbuan kamera, seni lukis hadir untuk memindah wajah kita pada kertas dengan pelbagai alat lukis. Saya pun menikmati cara kerja seniman dalam merekam 'tubuh' manusia pada sehelai kertas dengan tarian tangan yang memegang pensil. Gerakan itu berjalan cepat, kadang lambat, seakan-akan memastikan keaslian itu harus dipindah ke media lain, meski semua pun tahu tak utuh. Justeru dalam ketidakutuhan, ia menampilkan sosok manusia …

Sebelum Usai

Image
Agar kebersamaan meninggalkan kesan, kami pun bergambar bersama. Panas tak menghalang kami untuk menatap kamera, malah hingga dua kali cahaya kamera itu berpendar.

Lebaran ke-2

Image
Setiap gambar menyimpan banyak cerita. Namun, setiap orang akan berupaya untuk selalu mempunyai gambaran tersendiri tentang gambar orang lain. Jadi, silahkan membayangkan apa kandungan dari kebersamaan di atas. Pendek kata, Anda bisa memasukkan horizon tertentu agar kisah yang ada di balik senyum 7 orang di atas terbaca terang benderang. Sejatinya, hidup itu melulu tentang kegembiraan, karena usia penghuninya hanya puluhan tahun. Alangkah sayangnya jika sebagian besar waktu itu ditingkahi manyun. Sekali-kali boleh, tapi muram itu jangan sampai berkepanjangan.

Dari anak kecil, orang dewasa belajar bagaimana hubungan emosional itu wujud. Perbedaan tak menghalangi sapa berkembang wajar. Rupa-rupa cara tidak terelakkan karena masing-masing sedang berjuang untuk mengaktualisasikan dirinya, yang tak jarang berbenturan. Namun jika tujuannya damai, mengapa kita dengan mudah ingin bercerai-berai? Manusia itu berada di bawah matahari yang satu, bumi yang satu dan tentu saja Tuhan yang 'satu&…

Lebaran

Image
Setelah shalat, mereka pun menikmati opor dan ketupat. Nikmat memendar ke mana-mana, terlihat dari wajah sumringah. Sebelumnya, mereka harus bersalaman satu sama lain, menandai keikhlasan untuk saling memaafkan, seperti disimbolkan dengan lambang idul fitri di sini, ketupat (berasal dari bahasa Jawa kupat, ngaku lepat). Belum lagi, krupuk udang turut menyempurnakan sarapan di awal bulan Syawal. Makan di keramaian ternyata mengasyikkan.

Mengimbas kembali, pagi-pagi saya, isteri dan anak sudah bangun, satu jam sebelum subuh. Surau di bawah flat pun mengumandangkan azan, namun tak diikuti dengan takbiran. Maklum, kami tinggal di rumah susun yang kebanyakan penghuninya bukan Muslim. Untungnya, radio Kedah FM menyiarkan takbiran sehingga suasana hari raya menyebar di seantero ruangan rumah mungil kami. Kira-kira jam 7, kami pun turun menyambut Pak Allwar dan Ibu Yuni bersama puteri dan puteranya, Salsa dan Azka untuk berangkat bersama ke wisma, Jalan Tunku Abdurrahman.

Sesampainya di rumah k…

Menjelang Lebaran

Image
Gambar di atas diambil beberapa hari yang lalu, ketika pengunjung bazaar Ramadhan masih dengan setia berkunjung ke lapak-lapak makanan dan minuman di depan asrama kampus. Kemarin, sekilas saya melihat hanya satu lapak yang masih berjualan. Suasana pun lengang. Para penjual mungkin sudah balik kampung untuk merayakan idul fitri bersama keluarga. Saya pun bersama isteri dan anak melakukan hal serupa, tidak mudik, melainkan membeli keperluan hari raya berupa sarung, jenama Mangga dan Gajah Duduk, dan baju koko bermerek Syawwal. Sementara untuk kopiah dan sandal saya tak perlu menggunakan barang baru, karena yang lama masih bisa dipakai.

Andaikan perubahan prilaku semudah kita memperbaharui barang kita, mungkin hidup ini terasa lebih mudah dijalani. Namun, kehendak seperti ini tak segampang kita membalikkan telapak tangan. Tapi, pengalaman berpuasa selama ini telah mengajarkan banyak hal bagi saya, menunda. Ternyata kenikmatan sesuatu itu semakin terasa, setelah kita mencoba untuk tak terb…

Ramadhan dan Ingatan

Image
Kemarin, saya melawat bazaar Ramadhan, untuk ke sekian kalinya. Seperti sebelumnya, pemandangan yang sama, orang lalu lalang, penjual aneka ragam makanan dan minuman, dan teriakan sebagian penjual untuk menarik pengunjung: ayam bakar, otak-otak, dan nasi tomato menghiasi sore yang terang itu. Secara tak sengaja saya melewati lapak penjualan buku-buku dan CD musik lama. Langkah terhenti, saya lalu memelototi buku dan CD musik. Karena waktu hampir Maghrib, saya pun tak lama berdiri di situ, dengan segera saya membeli album Wet Wet Wet Picture This (1995). Lagu Julia says dan Love is All Round sangat populer pada tahun itu, masa ketika saya menyelesaikan pendidikan di Institut Agama Islam Negeri Yogyakarta.

Sebenarnya saya sempat ingin membeli drama coretan Oscar Wilde, namun niat urun karena saya harus bergegas dan berharap hari ini akan kembali untuk mengoleksi karya penyair ternama itu. Maklum, suara penyair itu cocok untuk ditempelkan di Facebook dan Twitter. Buku lain yang menjadi…

Dikutuk sebagai Sysyphus

Image
Kontan, 31 Agustus 2010

Ahmad Sahidah
Peneliti Pusat Pengajian Ilmu Kemanusiaan
Universitas Sains Malaysia
Setelah kasus penangkapan 3 pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) usai, hasil dengar pendapat Marty Natalegawa dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait hubungan bilateral Indonesia-Malaysia justeru memantik kontroversi baru, Indonesia lemah menghadapi negeri tetangganya. Analisis pelbagai disiplin dimanfaatkan untuk menyorot persoalan ini. Di media cetak dan elektronik, isu tersebut dibahas dengan jernih, sementara media sosial (facebook dan twitter) kedua warga tak sabar dengan meluahkan sumpah serapah. Perang sepertinya sudah di depan mata.Anggota DPR sebagai wakil rakyat wajar menyoal kelambanan pemerintah dan malah ketidakberdayaan menghadapi negeri tetangganya. Dengan hanya pertanyaan pendek, orang nomor 1 di Kementerian Luar Negeri tersebut harus berpanjang-panjang menjelaskan. Itu pun belum memuaskan. Anggota dewan tetap menuntut pemeri…