Posts

Showing posts from July, 2012

Buah Manis di Bulan Puasa

Image
Menjelang permulaan puasa, kami berkunjung ke pasar malam Tanah Merah, tak jauh dari rumah. Dengan memilih buah manggis yang manis, saya merasa bahwa ia bisa menjadi menu berbuka puasa setara dengan kurma. Penjualnya sangat ramah. Ia juga mempersilahkan untuk merasai manis buah rambutan. Kami pun mengantongi sekilo buah berwarna merah ini. Buah-buahan lokal patut mendapat perhatian, bukan?

Mengapa Kita Merindukan Ramadhan?

Image
Judul di atas adalah tema pengajian Persatuan Pelajar Indonesia Universitas Sains Malaysia seminggu menjelang Ramadhan tiba. Alhilal Furqan, calon PhD bidang arsitektur asal Lombok, mengupas isu ini di hadapan para mahasiswa dan  pekerja perempuan migran. Sebelum acara dimulai, anak-anak kecil mengelilingi Puspa, mahasiswi asal Bandung, belajar membaca al-Qur'an dengan baik. Kami pun, para orang tua, bertegur sapa dan bertukar cerita. Setiap orang menekuri nasibnya. 


Mengapa umat semestinya merindukan Ramadhan? Jawapan pertama yang diberikan adalah janji Tuhan tentang taqwa. Dengan menunaikan perintah ini, pelaku akan mendapatkan ganjaran taqwa, sebuah predikat yang membedakan kita dengan orang lain. Dari gelar ini, kita akan menemukan diri yang sejati, meraup makna hidup yang sesungguhnya. Berkah puasa akan mencegah perbuatan buruk, baik perkataan (kalam), tubuh (butun), dan kehormatan (farj). Puasa pada akhirnya adalah jalan keluar dari hiruk-pikuk kehidupan dunia yang bising, s…

Filsafat itu Sepi

Image
Gambar di atas saya ambil kemarin, Sabtu 14 Juli 2012 di toko buku Borders, Mal Queensbay (Terbayang namanya diucapkan sebagai Tanjung para Ratu). Tempat ini selalu berada di kepala apabila kami mengunjungi pusat perbelanjaan di pinggir laut ini. Di sebelah rak filsafat, kita juga menemukan buku-buku sosiologi, politik, dan sejarah yang jarang menarik minat penunjung. Kebanyakan mereka lebih memilih buku populer, novel atau majalah. Lalu, sebagian dari mereka beranjak ke sudut toko, sebuah warung kopi terkenal, Starbucks, seraya mengasyiki media sosial atau menghitung untung-rugi usaha.

Mengapa filsafat tak memantik orang ramai untuk menekuri kandungannya? Boleh jadi tingkat kerumitan dari bahasa yang digunakan dalam mengungkap isi pikiran pengarang. Seseorang yang tak belajar filsafat, ia akan sering mengerutkan dahinya ketika menikmati buku Feyeraband di rak yang berjudul Against the Method. Namun, buku filsafat tak melulu berisi hal demikian. Ia bisa berupa karya John-Paul Flintof…

Sedekah Pisang

Image
Semalam kami mengunjungi Masjid Muttaqin untuk menunaikan sembahyang Maghrib. Ketika menginjakkan kaki di serambi, saya bersirobok dengan setandan pisang. Untuk kesekian kalinya, saya menemukan pemandangan seperti ini. Seorang dermawan meletakkan buah yang mudah tumbuh di negeri tropis di bibir masjid. Tak hanya di rumah ibadah, saya juga seringkali mengalami hal serupa di warung makan, bahkan di POM Bensin Shell, tak jauh dari masjid tersebut. Setiap hari Jum'at, di depan kasir Shell, pisang emas tersedia untuk dinikmati oleh siapa pun.

Dulu, di Masjid kampus USM, saya juga sering menikmati pisang yang disedekahkan oleh seseorang tanpa nama. Boleh jadi, si dermawan berharap agar tangan kanan memberi, sementara tangan kirinya tidak tahu. Keikhlasan adalah wujud kepedulian pada sesama tanpa dibebani perbedaan latar belakang. Namun, tak semestinya kebaikan itu anonim. Untuk menarik orang ramai berbuat kebaikan, kadang pengumuman perlu dibuat. Seperti tertera di papan masjid Muttaqi…