Posts

Showing posts from January, 2010

Republika Republik Kita

Image
Gambar di atas diambil dari pasaraya (mall) yang berada di seberang. Untuk menuju ke tempat ini saya harus bertanya pada kondektur Busway, yang dengan ramah menyebut turun di koridor Pejaten. Ya, dari tempat perhentian bus, saya hanya melangkah dalam hitungan jari ke kantor koran harian Republika.

Akhirnya Sembahyang di Sini

Image
Akhirnya saya menunaikan shalat Jum'at di masjid ini. Sebelumnya, saya hanya melewati jika pergi ke pasar Malam depan pasar rakyat Tun Sardun atau ke Maybank. Memang, sebelumnya kami sempat mampir, namun hanya dua kali, untuk membayar zakat pada malam idul fitri. Kebetulan, panitia zakat fitrah yang berada di bawah Majelis Agama Islam Pulau Pinang mengambil tempat di situ. Tak ada bedanya dengan masjid yang lain, suasana tampak hikmat. Namun berbeda dengan di kampung saya, di sini sang khotib tidak memegang tongkat pada masa berkhotbah. Jamaah yang datang pun berjubel. Malah, sebagian meluber ke halaman.

Coba lihat papan nama yang berlatar hijau bertuliskan Mesjid Taqwa yang dibawahnya tertera Taman Brown/Taman T Sardun P Pinang. Nama tempat di mana masjid ini berdiri berada di lokasi Taman Tun Sardun. Sebelumnya, daerah ini dikenal dengan nama Taman Brown. Nama taman tersebut terakhir diambil dari pemiliknya, tuan tanah berkebangsaan Inggeris. Tak jauh dari masjid, Sekolah Agama R…

Kotak Amal

Image
Hampir dipastikan di setiap masjid di Indonesia ditemukan kotak amal. Gambar di atas saya ambil dari sebuah masjid di Pondok Kopi, Jakarta Timur. Dengan dibuat sedemikian rupa, kotak tersebut memungkinkan pengunjung mengetahui isi di dalamnya, yaitu pintu kotak dibubuhi kaca. Tentu, jika kosong, siapa pun yang datang diminta untuk menabung kebajikan. Ternyata, keadaan kotak tersebut mencerminkan suasana tempat ibadah ini ketika shalat jamaah ditunaikan: tak banyak orang yang hadir. Padahal lokasinya berada di tengah-tengah pemukiman yang padat. Suara azan yang berkumandang melalui pengeras suara tak mengusik warga untuk shalat Maghrib berjamaah.

Di sela-sela menunggu iqamah, para berjamaah berzikir dengan melafazkan syahadat dan diakhiri miftahul jannah. Untuk pertama kalinya, saya mengalami zikir semacam ini. Di kampung, zikir sebelum shalat Maghrib juga rutin dilakukan sambil menunggu kehadiran makmum yang lain. Namun meskipun jamaah yang hadir tak memenuhi ruang utama, saya merasa …

Menyelamatkan Bumi

Image
Siapapun yang membaca poster di tembok koridor Busway Bank Indonesia ini akan merasa telah menyelamatkan bumi. Coba simak kutipannya, "Dengan memilih menggunakan model transportasi massal, seperti BUSWAY, berarti kamu telah berpartisipasi dalam penanganan masalah perubahan iklim." Lalu, di sebelah petikan ini terdapat kalimat dengan huruf yang lebih besar, "Ya, kamu telah melakukan hal yang benar". Tetapi, mengapa masih banyak orang menggunakan kendaraan pribadi, jika tahu itu salah? He..he..

Lalu, apakah pembuat poster ini telah menggunakan bahasa Indonesia yang benar? Jika ditilik semua kata yang digunakan, seperti model, transportasi, massal, dan partisipasi memang tertera di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cuma masalanya, kenapa kita terlalu sering memanfaatkan bahasa Indonesiayang diserap dari Bahasa Inggeris? Bukankah kata-kata tersebut bisa diganti dengan kosa kata Melayu, sebagai sumber utama Bahasa Indonesia? Model dengan acuan, transportasi bisa digant…

Andai Jakarta adalah Dukuh Atas

Image
Gambar di atas diambil dari koridor jalan bus (Busway) Dukuh Atas. Apa yang berkelibat dalam benak kita? Wajah ibukota yang teduh dan tidak semrawut. Setiap kali, saya melewati tempat pemberhentian ini, rongga dada dialiri angin segar. Sebenarnya, ada beberapa titik lain yang menampilkan suasana yang sama, seperti di Jalan Kuningan. Meski kadang perjalanan dengan angkutan umum kadang mengesalkan, tapi pemandangan hijau cukup mengobati rasa tak nyaman. Namun demikian, naik Busway tetap lebih nyaman dibandingkan angkutan lain, seperti KOPAJA dan Mikrolet, karena tidak panas dan hanya berhenti di titik tertentu. Selain mengurangi kemacetan, cara ini membuat penumpang berjalan kaki menuju tempat tujuan.

Mungkin agak susah untuk menjadikan seluruh ruas jalan di Jakarta seperti gambar di atas. Selain memerlukan biaya yang besar, keinginan ini akan banyak menuai masalah sebab begitu banyak bangunan permanen yang mengepung jalan sehingga benturan kepentingan tak dapat dielakkan. Mungkin, ibu k…

KURBAN DAN MODAL SOSIAL

Image
Thursday, 26 November 2009 12:30 Oleh: Ahmad Sahidah

Idul Adha merupakan hari besar yang penting dalam kalender Islam selain Idul Fitri.Kata lain untuk menyebut nya adalah Hari Raya Kurban, yang lebih mudah untuk menggambarkan bahwa hari tersebut ditandai dengan penyembelihan binatang ternak (bahimah al-an’am) yang dagingnya dibagikan kepada fakir miskin.

Selain itu, sebuah gambaran yang tertanam selama puluhan tahun adalah kaum berpunya menyumbangkan seekor sapi atau lebih untuk masjid ini dan surau itu.Dari kepala negara hingga orang biasa berbondong-bondong membawa hewan korban untuk dipamerkan, yang disampaikan secara simbolik dengan menyerahkan seutas tali sapi pada pengurus tempat ibadah.

Dengan senang hati, media merekam peristiwa tersebut sehingga masyarakat bisa menyaksikan pagelaran kedermawanan. Secara arkeologis, persembahan binatang untuk sebuah upacara keagamaan telah lama dipraktikkan manusia. Demikian pula pengalaman Nabi Ibrahim mengandaikan itu, meskipun secara seman…

Kelindan Politik Militer, Islam, dan Negara

KOMPAS, Senin, 21 Desember 2009 | 04:06 WIB

AHMAD SAHIDAH
Kutipan pengantar buku ini boleh dijadikan titik tolak membayangkan seluruh isi buku, yaitu dua pernyataan Amien Rais yang bertolak belakang. Pernyataan pertama menegaskan bahwa tantangan terbesar Indonesia adalah memisahkan politik dan tentara, sementara yang kedua malah menganggap kehadiran tentara sangat penting untuk menjaga integritas nasional.

Tentu pernyataan mantan Ketua MPR itu memiliki konteks berbeda, tetapi tak terelakkan, ambiguitas tokoh reformasi ini menghadapi peran militer di dalam ranah sipil acapkali juga dihadapi tokoh lain. Bagaimanapun, dalam masa transisi menuju konsolidasi demokrasi, peranan militer dan hubungannya dengan kekuatan sipil tetap diperhitungkan.
Buku Marcus Mietzner yang berjudul Military Politics, Islam, and the State in Indonesia ini merupakan kajian hubungan sipil-militer pasca-Soeharto yang menekankan pada sebab-sebab dan konsekuensi dari usaha yang sukar untuk mengontrol kekuatan tentara se…