Posts

Showing posts from June, 2007

Tiga Asas Wujud Pemahaman, Perpaduan Umat Islam

Image
Assalamu'alaikum Wr Wb

Kalau Anda membuka koran Berita Harian [Malaysia] hari ini (22/06/07), Anda bisa membaca Rubrik Rencana (dalam bahasa kita Opini) yang memuat tulisan saya bertajuk 'Tiga Asas Wujud Pemahaman, Perpaduan Umat Islam.' Tulisan ini menjadi relevan sekarang karena banyaknya pertengkaran di antara Muslim, baik karena dipicu oleh perbedaan pemikiran, kepentingan politik dan ekonomi.

Saya mencoba mengurai cara pandang sebagian kita yang dengan mudah menghakimi orang atau kelompok lain tanpa hujah yang kukuh. Kebanyakan kritik dan pernyataan yang dilontarkan lebih mengacu pada jargon, yang kemudian oleh sarjana terkemuka Malaysia, Syed Hussin Alatas, disebut dengan jargon shooters.

Bagaimana juga, hubungan antara kita sejatinya dilandasi oleh keadaban. Adalah benar apa yang dikatakan oleh Mas Lukman bahwa kritik itu jangan diarahkan pada pribadi, tetapi gagasan. Alih-alih kita bisa saling menjaga, malah keberadaan kita hancur oleh kebencian.

Wassalamu'alaikum …

Terorisme itu Bukan Jihad

Sumber: Koran Seputar Indonesia
Selasa, 19/06/2007 Keberhasilan polisi menggulung gembong teroris yang juga orang nomor satu di Jamaah Islamiyah (JI), Abu Irsyad alias Nuaim–– yang menjabat Amir Darurat Mashul atau Ketua JI yang merupakan atasan langsung Abu Dujana––makin mengukuhkan keyakinan kita akan keberadaan jejaring terorisme di negeri ini.Yang mengejutkan,ideologi penebar teror ini menyusupi masyarakat kebanyakan.

Kepiawaian mereka telah membius orang yang lugu untuk rela menggadaikan nyawanya demi sebuah perjuangan yang sebenarnya tidak dipahami dengan baik. Selain itu, penemuan potasium dalam jumlah besar di sebuah rumah sederhana adalah wajah lain dari keberadaan anggotanya yang hidup serba kekurangan.

Tentu saja, pihak keamanan masih perlu lebih bekerja keras untuk mengungkap kelompok semacam ini hingga akarnya. Ini perlu dilakukan karena kelompok Abu Dujana adalah sebagian kecil dari kelompok lain, serta adanya tangan-tangan yang tak t…

Menagih Janji Intelektual

Image
Di tengah menunggu ujian disertasi, saya merencanakan untuk menulis buku berkaitan dengan dunia intelektual. Sebagai pemanasan, saya memenuhi permintaan editor jurnal Pemikir, A Latif Yusoff, untuk menulis sebuah makalah berkaitan dengan kemerdekaan. Agar saya bisa melakukan dua pekerjaan sekaligus, saya ingin mengungkapkan peran intelektual dalam 'memerdekakan' kaumnya dari penindasan apa pun.

Karya Ignace Lepp bertajuk The Art of being an Intellectual adalah pengantar tentang wacana intelektual yang bisa dijadikan rujukan untuk mengenal lebih dalam tentang siapa sosok intelektual itu? Apa yang harus dilakukan agar digelari intelektual? Tentu saja sebagai karya pengantar, buku ini tidak menguraikan secara mendalam perkembangan sejarah intelektual yang telah terbagi ke dalam pelbagai genre pemikiran, baik kanan, tengah dan kiri.

Musuh dalam Cermin

Image
Membaca buku bertajuk Musuh dalam Cermin: Fundamentalisme Islam dan Batas Rasionalisme Modern (2002) dengan sendirinya mengajak kita untuk memeriksa kembali posisi dalam membawakan diri sebagai mahasiswa dalam peta pertarungan ideologi antarbangsa, agama dan bahkan etnik.
Di sini Roxanne L. Euben mencoba menggugat pandangan-pandangan koleganya sendiri yang selalu menilai gerakan Islam sebagai monolitik, tidak rasional, dan transendental. Sebenarnya dari judul di atas, kita bisa melihat bahwa orang Barat sendiri telah mengolok-ngolok dirinya sendiri karena musuh sebenarnya adalah mereka sendiri. Coba perhatikan dengan seksama kata-kata musuh dalam cermin? Jika mereka berkaca, maka sebenarnya bayangan yang ada di dalam kaca adalah wajahnya sendiri yang dimusuhi. Ya, mereka telah mengalami persoalan kepribadian karena tidak bisa mengatasi persoalannya yang membelit dirinya, alih-alih ingin mencangkokkan pemikirannya ke dunia lain, yang pandangan dunianya jelas-jelas berbeda.
Euben telah…