Posts

Showing posts from October, 2010

Ruang Bersama

Image
Kebun bunga adalah ruang bersama masyarakat. Di sana, pengunjung tinggal memilih, menikmati bunga dan pepohonan atau merenggangkan otot untuk bugar. Malah, siapa pun bisa menyendiri, seperti tampak pada ujung kanan bawah. Seseorang merenung di bawah atap.

Peristiwa Dua Hari

Image
Selama dua hari di Surabaya, kami hanya mengumpul kelaziman orang ramai, berbincang dan melancong. Tak jauh beda dengan orang kebanyakan, keperluan hidup itu bisa diringkas dengan kesungguhan memahami realitas dan merenung dengan penuh seluruh tentang alam. Gambar pertama, saya melihat semangat mahasiswa yang membuncah untuk berdialog tentang ekspresi Muslim Asia Tenggara dalam Politik.
Hakikatnya diskusi serupa bisa ditemukan di mana-mana, namun kadang perlu ruang yang lebih nyaman dan teratur agar pertukaran pendapat tak melahirkan rasa masygul. Meski pembicara dan peserta berlainan tempat duduk, namun kesetaraan adalah harga mati dalam menyampaikan gagasan. Pengaturan waktu dibuat agar semua mau mendengar dan berbicara sesuai kesepakatan. Siapa pun tahu dan tak perlu ragu. Toh, akhirnya seusai acara, masing-masing akan berjumpa sebagai manusia. Padangan dan ideologi yang sempat mencuat di ruangan terbatas itu tidak akan membuatnya harus menjaga jarak dari 'seterunya'.
Lalu…

Kuala Lumpur di Sidoarjo

Image
Di sela-sela acara konferensi di IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Surabaya, para peserta dari luar negeri mengunjungi kawasan yang digenangi lumpur di daerah Sidoarjo. Sejauh mata memandang, kami hanya melihat lumpur yang telah mengering. Sisa-sisa atap rumah yang masih menyembul menjadi penanda betapa semburan dahsyat itu menenggelamkan banyak perumahan penduduk dan pabrik. Malah, beberapa hari sebelumnya, televisi lokal menyiarkan sebaran semburan yang menjangkau rumah penduduk lain yang jauh dari lokasi ini.

Hingga sekarang, masalah lumpur ini menyeret banyak pihak untuk urun rembug. Tidak hanya terkait ganti rugi yang harus diberikan pada penduduk, tantangan terbesar pemerintah adalah memanfaatkan lahan ini untuk kegiatan produktif. Dengan menjadikan areal di atas sebagai tujuan wisata, sesaat tempat ini berguna untuk menarik turis, meskipun ia bukan tempat yang nyaman untuk menghabiskan waktu beberapa saat. Sebagai persinggahan ke titik lain, seperti daerah kerajinan kulit Tang…

Bersama Anak Yatim

Image
Sebagai perantara, saya bergembira bersama anak yatim di kampung. Teman baik saya, Dr Zailani Yusoff, menyumbang untuk menambah kas asrama anak yatim. Dosen Universitas Utara Malaysia ini sempat menitipkan uang sebelum kami berpisah setelah sama-sama mengikuti acara di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Sementara, Sayyid Abdur Rahman, perintis rumah anak-anak yang kehilangan orang tua ini tak bisa menyembunyikan rasa gembira karena mendapatkan perhatian dari dermawan. Tentu, pekerjaan yang akan segera dilakukan selanjutnya adalah memastikan rumah ini didaftarkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan bantuan rutin.

Ada lima belas anak yang tinggal di rumah yang terletak di lingkungan Madrasah Islamiyah al-Khairat. Kebanyakan mereka berasal dari Jambi, Sumatera. Selain harus mengikuti pendidikan agama di waktu sore, mereka juga belajar di Sekolah Dasar Negeri sebagai bekal mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Pendek kata, pihak pengelola asrama memberikan hak-hak anak yatim s…

Membela TKI, Membela Kedaulatan

Jurnal Nasional, 12 Oktober 2010
PERISTIWA tragis kembali menimpa pembantu Indonesia di Malaysia. Win Faidah, buruh migran dari Lampung kelahiran Pacitan, menahan sakit luar biasa di rumah sakit Pulau Pinang. Bekas kekerasan masih terlihat jelas di punggung. Bahkan, menurut kepala sosial budaya Konsulat RI Pulau Penang, Irzani Ratni, kakinya bengkak dan berair karena harus menahan luka akibat pukulan kayu. Sambil menahan sakit, dia masih bisa berbicara dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Dai Bachtiar, duta besar RI untuk Kuala Lumpur. Dia memegang telepon genggam yang ditempelkan di telinga kanan. Bagaimanapun, penyiksaan dan pemerkosaan oleh majikan ini sangat menyiksa terlebih bagi seorang perempuan yang berada jauh dari kampung halaman. Bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di Pulau Penang, Malaysia, berita ini tentu sangat menghentak. Ia begitu dekat dengan mereka. Tempat pembuangan korban tak jauh dari kampus tempat kebanyakan mahasiswa belajar, Nibong…

Asing dan Karib

Image
Gambar di atas diambil dari kursi sebuah warung makan di pinggir jalan. Kalau tidak ada tulisan Heap Seng Hin & Co, saya akan menggeleng kepala kalau diminta membaca huruf China di atas. Sesuatu yang asing. Bagaimana jika ditulis dengan huruf Arab? Serta-merta saya akan mengatakan tidak asing, dekat. Padahal jika ditilik dari asal-muasal saya, sejatinya keduanya sama-sama asing. Namun karena huruf Arab telah menjadi bagian kesadaran sejak kecil, ia tidak lagi merupakan sesuatu yang ada di seberang.

Mungkin pada waktu tertentu, huruf-huruf itu menyampaikan maksud yang sama, namun kedekatan kepada keduanya mempengaruhi emosi, karena berkait dengan perjalanan panjang sejarah, yang di dalamnya berkelindan hal ihwal kebudayaan, politik dan sosial. Huruf Arab jauh lebih mempunyai daya magis karena ia terpahat dalam kitab suci dan terpampang di ukiran tiang masjid. Samar-samar, saya masih mengingat dengan baik dulu di kampung saya pernah menemukan huruf Arab dijadikan jampi-jampi untuk s…

Kebun Bunga

Image
Hari Minggu kemarin, kami bersama Mas Zulheri Rani berkunjung ke Kebun Bunga untuk berlari, memanaskan badan di pagi hari. Jalan berkonblok di atas adalah laluan pengunjung untuk berlari, sementara di sisi kanan kiri terdapat rumah yang menyimpan banyak jenis pepohonan. Di tempat lain, kita juga bisa menikmati hamparan rerumputan hijau yang luas, dan tak jarang ada setitik orang yang sedang mempraktikkan yoga. Malah, di titik yang lain, saya melihat sejumlah orang yang sedang mengikuti acara Amazing Hunter.

Tidur Pulas

Image
Andai dunia ini dilihat dari mata anak kecil, mungkin hidup akan terasa lebih nyaman. Ia bisa tidur dengan lelap, tanpa harus direpotkan dengan tempat. Mungkin, sebagai orang dewasa kita tak perlu meniru polah sekasat mata di atas, tetapi siapa pun perlu rehat jika lelah. Kita pun bisa memejamkan mata untuk tak membelalak sepanjang hari dan malam. Dunia tak akan tunduk dengan terus menjaganya.

Profesor Carl Ernst

Image
Sebelum sampai ke ruangan ini, saya berjalan kaki ke banyak tempat di kampus, kantor penerbit, kantin Alumni dan baru ke Dewan Persidangan Universitas untuk mengikuti ceramah umum oleh Profesor Karl Enst yang akan mengungkap sikap Eropa dan Amerika terhadap Islam. Hampir setiap detik langkah, dada ini ditaburi angin segar dan telinga sekali-kali dipenuhi cericit burung. Matahari bersinar lembut, karena pagi baru datang. Aha, saya menjejaki lorong baru, melewati laboratorium biodiversitas, yang tembus ke penerbit. Biasanya dengan sepeda motor, saya mengambil jalan beraspal, namun dengan kaki saya bisa merasakan lebih banyak ruang yang bisa dibaui.

Tak perlu waktu lama, saya hanya menyerahkan bungkusan kepada pegawai yang bertugas di jantung kampus, dunia perbukuan. Lalu, saya beranjak pergi dengan mengambil jalan lain, sekolah bahasa, dan menuju ke kantin alumni. Niat hati ingin duduk sendirian, saya akan meneruskan pembacaan Sang Pencerah di pinggir panggung yang menghadap laut dan j…

Mengatasi Konflik

Image
Coretan di atas merupakan sebagian pembentangan (padanan presentation, kata pembentangan juga digunakan dalam bahasa Indonesia, namun jarang digunakan, tetapi tidak di Malaysia. Kebanyakan pengguna bahasa Indonesia lebih menyukai menggunakan kata presentasi) dalam acara Hari Perdamaian Dunia, 21 September 2010, yang diselenggarakan oleh Unit Perdamaian kampus. Pertanyaan yang tampak sederhana itu sebenarnya mengandaikan upaya yang rumit berhubung dengan pertikaian antarkelompok, yang dipicu oleh pelbagai kehendak, seperti perebutan sumber ekonomi, kekuasaan dan agama.

Sejatinya keberhasilan merumuskan jawaban atas pertanyaan di atas mengantarkan kita pada jalan penyelesaian yang menyeluruh. Pihak ketiga kadang memang perlu hadir agar kedua belah pihak yang berseteru bisa menunda idealisme masing-masing. Seraya menuju kesepakatan bersama, perundingan akan berjalan lebih baik. Namun, dalam konflik tidak serta merta kehadiran pihak pendamai berhasil melerai pertengkaran. Untuk itu, dua pe…

Ketenangan

Image
Salah satu sudut di Taman Belia yang membuat saya ingin diam di sana dan merenung. Ketenangan menyemburat ketika untuk pertama kalinya saya melihatnya.

Halal Bihalal Warga

Image
Saling memaafkan memang membuat nyaman siapapun. Kadang pertengkaran itu muncul karena kata-kata yang disalahpahami. Oleh karena itu, hal penting yang perlu diberi perhatian bersama adalah ketaksaan makna dari kata. Dengan menjernihkan pemahaman terhadap kemungkinan polisemik, sejatinya kita bertarung dengan pikiran kita sendiri tentang orang lain, demikian juga sebaliknya. Lalu, mengapa kita melemparkan kesalahan pada liyan? Boleh jadi orang lain memang keliru, namun ia tak sepenuhnya menanggung kesalahan itu. Jika kita yakin ingin melakukan perbaikan, maka setiap individu mengusung tugas suci dengan segala resikonya.