Posts

Showing posts from October, 2011

Pintu Masuk

Image
Sekarang, siapa pun tinggal mengayunkan kaki dan memilih buku apa yang akan digunakan untuk meneroka pengetahuan. Kunci dari kehendak kita adalah segera membuat pilihan, sebelum semuanya raib dihembus angin malam.

Makan Pikiran

Image
Makan pikiran? Dua kata ini mungkin tak lazim. Ia bisa dimaksudkan sebagai keadaan yang membuat kita banyak berpikir. Masalahnya, kata banyak pikiran mengandung maksud situasi tidak nyaman. Padahal, bukankah banyak pikiran sepatutnya menyenangkan karena kita mempunyai banyak pikiran, bukan sedikit pikiran? Lalu, bagaimana apabila kita membaca buku Food and Philosophy? Adakah "Belly Happiness" sebagaimana dilaungkan oleh Epicurus hanya berhenti pada pemenuhan kesenangan fisik semata-mata?

Mendaki menuju Puncak

Image
Mendaki itu melelahkan, sebagaimana memahami buku di atas juga memenatkan. Mengapa orang perlu berlelah-lelah untuk menggapai puncak? Karena yang dituju itu ada di sana. Awas, mata Sysyphus mengintai!

Hak Hidup Rumput

Image
Rumput ini baru saja bernapas lega. Ia memerlukan waktu untuk terus tumbuh dan menutupi tanah yang masih terlihat. Biarkan tanaman itu terus mekar! Hati-hati, jangan sampai kita mengakhiri hidupnya.

Keluar dari Kemelut

Image
Kutipan di atas diambil dari sebuah kantin. Mungkin, ia sengaja diletakkan agar pengunjung bisa berpikir jernih setelah makan dan kenyang.

Beretika itu Mudah

Image
Di dalam kelas, saya bercerita pada murid bahwa belajar etika itu mudah. Kita naik saja bus etikaExpress.

Jum'atan di Masjid Tua

Image
Masjid Zahir mulai dibangun pada 11 Maret 1912 dan diresmikan oleh Sultan Abdul Hamid Halim Shah pada 15 Oktober 1915. Ia menjadi penanda negeri Kedah. Menunaikan shalat Jum'at di sini, saya merasa diseret ke masa lalu.
Seperti biasanya, si khotib akan mengingatkan jamaah agar tidak bercakap-cakap karena ia menghilangkan keutamaan kewajiban ini. Saya pun diam dan mengambil pena untuk menulis kata-kata kunci terkait kandungan khotbah. Di hari itu, tema yang dibahas adalah hasad dan dengki. Dengan menyuguhkan cerita Habil Qabil, dua putera Nabi Adam, dan Nabi Yusuf, penggambaran dua sifat etika buruk ini tampak hidup. Jamaah tentu tak perlu mengerutkan dahi untuk mencerna pesan moral.
Meskipun si khotib menggunakan bahasa Malaysia, namun saya memastikan ia adalah warga Indonesia. Logatnya berbeda dengan warga jiran ini. Kata-kata hairan, terbuku, hodoh, membelakangkan, dan lain-lain adalah kosa kata yang jamak digunakan, namun pengucapan sahaja dengan huruf akhir tidak diucapkan [e]…

Sentosa

Image
Mereka sedang menikmati alunan salawat. Saya pun hadir dan menemukan masa lalu, ketika orang-orang kampung berdendang, merindukan sang Nabi. Saya hanya perlu melangkahkan kaki dari rumah untuk menikmati burdah, barzanji, dan ratib al-Haddad di surau yang berada di kompleks perumahan. Ketika larik Ya rabbi bil musthafa balliqh maqashidana waghfir lana ma madha ya wasi'al karami dibacakan, saya diserbu oleh angin surga. Kadang, suara sang nasyid ditingkai oleh nyanyian burung Tekukur, atau di Kedah disebut Merbok.
Jauh sebelumnya, saya telah merencanakan datang ke acara di atas. Dengan berbekal selebaran yang didapatkan dari Masjid Besar al-Muttaqin, saya mengetahui bahwa surau kami akan menghelat Program Kuliah Sehati dan Ummah Berselawat. Bersama dengan Habib Ali Zainal Abidin al-Hamid, Habib Ubaidillah al-Habsyi dan Ustaz Hafiz bin Mustaffa Lubis, acara ini akan dibuka dengan bacaan hizb, yang dipimpin oleh sang ustaz terakhir.
Dari dekat, saya memerhatikan jamaah yang datang den…