Posts

Showing posts from February, 2010

Ruang Rehat (2)

Image
Kembali ke ruang istirahat perpustakaan, saya mengambil CD musik bertuliskan Sufi Music: Islamic Mystics harness the power of music. Lalu, saya bergegas menyebut nomor pada petugas untuk memainkan cakra padat itu. Seharusnya diam, saya tak perlu membaca buku Amartya Sen berjudul Rationality and Freedom. Seraya memejamkan mata, saya mencoba menikmati musik instrumental yang didominasi oleh gitar, fluit dan gendang. Hanya lagu pertama, selanjutnya lirik lagu mengiringi alunan bebunyian: Arab dan India. Mereka berbicara cinta, ruh, hati, dan kekasih. Kata teman, jangan berpikir ketika memanjakan rasa, agar dahi tidak berkerut. Ekstase itu masih di awang-awang, belum diraih. Atau perasaan nyaman yang menjalar itu sebenarnya puncak pengalaman, seperti digagas Maslow?

Nanti, saya akan kembali lagi untuk menikmati musik etnik dan tradisional di tempat yang sama, agar tidak melulu mendengar lagu populer yang berserak di radio dan televisi, sebab kata Theodor W Adorno, itu produksi massal yang …

Menemukan Intelektual di Media

Ruang Rehat

Image
Inilah ruang istirahat jika pengunjung perpustakaan kampus ingin mengendorkan urat saraf. Setelah bergelut dengan buku, mereka bisa duduk manis sambil mendengarkan pelbagai jenis musik, dari pop sampai klasik. Tinggal memilih lagu yang disukai, siapapun hanya perlu mencatat di buku dan petugas akan memutarkan lagu kesukaan.

Kecabulan dalam Politik

Koran Surya, 17 Februari 2010

Ahmad Sahidah
Postdoctoral Research Fellow pada Pusat Pengajian Ilmu Kemanusiaan,
Universiti Sains Malaysia

“Politics can’t be any diertier of a job than the one I am already in,” Stormy Daniels, Porn-film star, on running for Lousiana US Senate seat held by Dave Vitter (Times, 23 Februari 2009).

Kalimat di atas semacam ironi karena “kesucian politik” disindir justru oleh seorang pemain film cabul, Stormy Daniels. Atau boleh jadi makna pernyataan itu adalah bahwa politik termasuk bidang yang sama kotornya dengan profesi Stormy Daniels. Ini semua tergantung pada konteks yang melingkarinya. Namun, jamak diketahui politik acapkali menghalalkan segala cara. Untuk meraih jabatan, politisi harus memoles dirinya agar tampak cantik di mata orang dan akhirnya dipilih dengan cara yang tak jarang culas.

Tapi, benarkah dunia politik senaif itu? Pada dasarnya, politik adalah proses kontestasi kekuasaan secara berkeadaban. Kehadiran politikus diharapkan menjadi perantara aga…

Burung Hitam

Image
Gambar burung berwarna hitam itu saya ambil ketika sedang tepekur di depan komputer. Karena dihalangi kaca, ia tidak merasa kalau sedang disorot kamera. Sampai hari ini saya tak tahu namanya, namun kehadirannya acapkali menyita. Suaranya pendek, tak seindah burung jalak. Hampir di setiap pojok kampus, hewan ini bisa ditemukan. Tak hanya nama binatang bersayap itu, nama pohon tempat ia bertengger, saya pun tak mengenalinya.

Heran, saya bisa menikmati nyanyian burung yang saya tak tahu riwayatnya dan warna hijau daun pohon yang tegak berdiri di depan jendela. Ya, pohon yang memiliki bunga berwarna merah menyala. Memang, tak setiap pohon diberi papan nama, seperti pohon Semarak Api di depan kantor pos. Meski tak kenal, saya menyayangi keduanya, hingga hari ini.

Melihat Kajian Islam Negara Tetangga

Pasukan Irak di Kampus

Image
Pasukan yang dimaksud adalah tim sepakbola mahasiswa Irak di kampus. Mereka tampil dalam pertandingan futsal untuk merayakan hari mahasiswa pascasarjana Universitas Sains Malaysia. Meski matahari hampir bergeser tepat di atas kepala, pemain tetap bersemangat untuk terus mengocek bola.

Mempromosikan Jakarta