Posts

Kelas Pertama Zumi

Image
Hari pertama Zumi masuk ke taman kanak-kanak membuat kami bahagia. Seperti biasa, ia perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan dunia baru. Di sana, ia bertemu dengan Ratu, anak Pak Donny, dan Janna, putri Mr Nazwan, asal Irak, yang dulu bertetangga ketika kami tinggal di perumahan UUM, Tanah Merah, Jitra.

Sang ibu menemaninya untuk sementara dan Ms Reina, guru asal Filipina, memberikan waktu sebulan. Hanya bertahan beberapa menit, adik Biyya ini minta keluar. Setelah bermain di luar sejenak, anak berusia 4 tahun ini mau kembali ke kelas. Akhirnya, ia mau menikmati kelas dan makan bekal roti yang dibawa dari rumah pada masa istirahat.

Kami senang. Ia belajar untuk berkomunikasi dengan kawan sebayanya. Maklum, di rumah ia tak menemukan teman-teman yang bisa menghabiskan waktu untuk bermain. Tentu, fungsi sekolah yang paling utama adalah penanaman nilai (virtue) agar dalam kehidupan sehari-hari, ia bertimbang rasa dan mau mendengar pendapat orang lain. Terkait keterampilan dan kemahira…

Masa Luang

Image
Mencuci di dobi adalah menikmati waktu bersama keluarga. Setelah meletakkan pakaian kotor, kami pun menikmati sore dengan minum di kantin.

Sekali waktu, Zumi bertemu dengan teman-teman sebayanya, lalu berujar, friend, friend, friend. Anak kecil tak punya prasangka.

Biyya kadang membaca novel yang dibelinya untuk mengisi waktu. Kami berdua memastikan agar anak-anak selamat, maklum Zumi kadang berlarian. Si bungsu akan terus bergerak dan berdiam ketika makan.

Di manapun, kita memanfaatkan ruang biar riang. Semua orang melakukan ini. Jadi, mengapa harus berang?

Menemani Anak

Image
Sebenarnya kami tak ingin pergi ke mana-mana di ujung puasa. Sebelumnya, kami telah merayakan ulang tahun Zumi di kota terdekat, Changlun. Tetapi, di hari terakhir sekolah, guru Biyya, Miss Joane, memberi senarai buku yang bisa dibaca di waktu liburan.

Sepulang dari sekolah, kami meluncur ke Alor Setar. Sesampai di toko buku Popular, kami pun mencari-cari buku yang dimaksud, seperti Little Woman oleh Louisa May Alcott, The Secret Garden oleh Frances HOdgseon-Burnet. Dari 11 daftar, kami hanya menemukan satu buku, serial Harry Poter oleh JK Rowling.

Kami sempat berdiskusi mengapa tak memilih The Philosopher's Stone? Dengan tangkas murid UUM IS menukas, "Not happening". Untuk menghibur, saya bilang bahwa nanti kita bisa pergi ke Kuala Lumpur untuk berburu buku. Oh ya, sambil menunggu pulang ke Madura, malam terakhir di Pulau Pinang, kami akan pergi ke toko buku Popular atau Borders di Queens Bay. Jadi, mal itu adalah tempat kita membeli buku. Bukan begitu?

Puasa Kachi [5]

Image
Kegiatan berbuka bersama ini digelar dari awal puasa hingga menjelang hari raya. Hari ini, asrama SME Bank terlibat untuk turut melaksanakannya. Ketua panitia, Muiz, berusaha memastikan agar mahasiswa berperan serta. Menjelang azan, Aziz memimpin tahlil dan selawat. Kami pun khusyu melafalkan kalimat suci agar hati bening dan pikiran jernih.

Beberapa detik sebelum memasuki jam 7.31, kami membaca doa berbuka. Segelas minuman rasa anggur dan kudapan atu juadah cukup mengganjal perut. Setelah itu, para mahasiswa beranjak ke masjid untuk menunaikan salat berjamaah yang dipimpin oleh ustaz Abdullah Marecan. Setelah berzikir , kami pun kembali ke halaman masjid, tempat kami makan dengan menggunakan talam. Aha! Tiba-tiba, saya ingat kebiasaan makan di pondok Latee Annuqayah.

Sejatinya, kebersamaan ini adalah inti dari pesan jamaah. Saya, Qusay asal Jordan, Ameer dari Klang Selangor, menikmati nasi minyak dengan lahap seraya bergantian bercakap. Inilah kegembiraan puasa, selain nanti kami ak…

Puasa Kachi [4]

Image
Kemarin kami membeli kurma Safia, yang bertangkai. Sebelumnya, kami sempat mau menikmati kurma madu kembali, namun tak menjadi. Karena dulu pernah merasakannya, kami akhirnya memilih yang pertama.

Bukan sekadar membeli, kami juga menimbang toko ini, yang penjualnya ramah. Malah, Biyya mendapatkan buku Iqra' dari kedai di belakang pasaraya C-Mart. Ini pertama kali, kami mengunjungi pasar Ramadhan di Changlun. Seperti biasa, jalanan sesak dan keadaan hiruk pikuk.

Menghadirkan suasana puasa bisa dilakukan dengan pelbagai cara, seperti mengudap kurma ketika berbuka. Pak Hamid, teman dosen asal Pamekasan, bercerita bahwa jenis kurma ini bermacam-macam, dari rasa  hingga harga. Ya, dulu saya pernah membelinya 1 kg dengan harga murah dan rasanya pun tak renyah. Tapi, ada rasa lain yang diraih, sunnah, yaitu memindahkan pengalaman nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Puasa Kachi [3]

Image
Orang filmpun berjamaah subuh. Mahasiswa ini mungkin mengambil jurusan seni kreatif, yang menekuni dunia perfileman. Seusai salat, kami berzikir dan berdoa. Andai melakukannya hingga terbit matahari, kami akan mendapatkan pahala haji dan umrah. Betapa mulianya ibadah ini!

Dengan menunaikan sembahyang di masjid bukan saja keutamaan yang diganjar 25 atau 27 derajat, tetapi juga memberikan hak tubuh untuk bergerak. Setelah sahur, saya tak jarang diserang kantuk. Dengan berjalan pagi, saya bisa menghilangkan rasa ini dan berolahraga sekaligus. Ini semacam kiat agar kita tak menjadi pesakitan sebelum penderitaan betul-betul datang, berbaring atau duduk, tidak aktif.

Namun, mata kadang terasa berat. Tak jarang, di sela berzikir, saya terlelap. Apapun, niat untuk melakukan kebaikan telah ditanamkan. Sesudah doa usai, saya pun terjaga dan bersalaman dengan mahasiswa. Di sini, kelebihan berjamaah, kita merawat hubungan dengan orang yang tidak dikenal. Dalam salah satu pertanyaan Oxford Happin…

Kisah Buku [4]

Image
Ini adalah ruang musik Perpustakaan Hamzah Sendut Universitas Sains Malaysia. Saya selalu menyempatkan hadir di sini setelah berburu rujukan. Ada banyak koleksi lagu dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Tak hanya itu, banyak buku terbitan Yogyakarta yang saya temui dan minati karena terkait dengan isu kajian kebudayaan, seperti Masyarakat Konsumsi oleh Jean Baudrillard. Dengan menyebut kode CD, penjaga ruangan akan memutarkan instrumentalia Degung, musik Jawa Barat. Menikmati bacaan kritis tentang kebutuhan manusia seraya mendengar gendang dan seruling adalah keseronokan yang tiada tara.

Jadi, dalam menyelesaikan tugas penulisan disertasi, saya memanjakan diri dengan meneroka disiplin lain yang membantu melihat kenyataan dalam banyak sudut. Malah, di sela menulis bab demi bab, saya juga menghasilkan tulisan pendek, opini surat kabar, untuk merespons isu terkini terkait politik, agama, dan bahasa di media nasional, seperti Jawa Pos, Republika, KOMPAS, Suara Merdeka, dan majalah Tem…