Posts

Menemani Anak

Image
Sebenarnya kami tak ingin pergi ke mana-mana di ujung puasa. Sebelumnya, kami telah merayakan ulang tahun Zumi di kota terdekat, Changlun. Tetapi, di hari terakhir sekolah, guru Biyya, Miss Joane, memberi senarai buku yang bisa dibaca di waktu liburan.

Sepulang dari sekolah, kami meluncur ke Alor Setar. Sesampai di toko buku Popular, kami pun mencari-cari buku yang dimaksud, seperti Little Woman oleh Louisa May Alcott, The Secret Garden oleh Frances HOdgseon-Burnet. Dari 11 daftar, kami hanya menemukan satu buku, serial Harry Poter oleh JK Rowling.

Kami sempat berdiskusi mengapa tak memilih The Philosopher's Stone? Dengan tangkas murid UUM IS menukas, "Not happening". Untuk menghibur, saya bilang bahwa nanti kita bisa pergi ke Kuala Lumpur untuk berburu buku. Oh ya, sambil menunggu pulang ke Madura, malam terakhir di Pulau Pinang, kami akan pergi ke toko buku Popular atau Borders di Queens Bay. Jadi, mal itu adalah tempat kita membeli buku. Bukan begitu?

Puasa Kachi [5]

Image
Kegiatan berbuka bersama ini digelar dari awal puasa hingga menjelang hari raya. Hari ini, asrama SME Bank terlibat untuk turut melaksanakannya. Ketua panitia, Muiz, berusaha memastikan agar mahasiswa berperan serta. Menjelang azan, Aziz memimpin tahlil dan selawat. Kami pun khusyu melafalkan kalimat suci agar hati bening dan pikiran jernih.

Beberapa detik sebelum memasuki jam 7.31, kami membaca doa berbuka. Segelas minuman rasa anggur dan kudapan atu juadah cukup mengganjal perut. Setelah itu, para mahasiswa beranjak ke masjid untuk menunaikan salat berjamaah yang dipimpin oleh ustaz Abdullah Marecan. Setelah berzikir , kami pun kembali ke halaman masjid, tempat kami makan dengan menggunakan talam. Aha! Tiba-tiba, saya ingat kebiasaan makan di pondok Latee Annuqayah.

Sejatinya, kebersamaan ini adalah inti dari pesan jamaah. Saya, Qusay asal Jordan, Ameer dari Klang Selangor, menikmati nasi minyak dengan lahap seraya bergantian bercakap. Inilah kegembiraan puasa, selain nanti kami ak…

Puasa Kachi [4]

Image
Kemarin kami membeli kurma Safia, yang bertangkai. Sebelumnya, kami sempat mau menikmati kurma madu kembali, namun tak menjadi. Karena dulu pernah merasakannya, kami akhirnya memilih yang pertama.

Bukan sekadar membeli, kami juga menimbang toko ini, yang penjualnya ramah. Malah, Biyya mendapatkan buku Iqra' dari kedai di belakang pasaraya C-Mart. Ini pertama kali, kami mengunjungi pasar Ramadhan di Changlun. Seperti biasa, jalanan sesak dan keadaan hiruk pikuk.

Menghadirkan suasana puasa bisa dilakukan dengan pelbagai cara, seperti mengudap kurma ketika berbuka. Pak Hamid, teman dosen asal Pamekasan, bercerita bahwa jenis kurma ini bermacam-macam, dari rasa  hingga harga. Ya, dulu saya pernah membelinya 1 kg dengan harga murah dan rasanya pun tak renyah. Tapi, ada rasa lain yang diraih, sunnah, yaitu memindahkan pengalaman nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Puasa Kachi [3]

Image
Orang filmpun berjamaah subuh. Mahasiswa ini mungkin mengambil jurusan seni kreatif, yang menekuni dunia perfileman. Seusai salat, kami berzikir dan berdoa. Andai melakukannya hingga terbit matahari, kami akan mendapatkan pahala haji dan umrah. Betapa mulianya ibadah ini!

Dengan menunaikan sembahyang di masjid bukan saja keutamaan yang diganjar 25 atau 27 derajat, tetapi juga memberikan hak tubuh untuk bergerak. Setelah sahur, saya tak jarang diserang kantuk. Dengan berjalan pagi, saya bisa menghilangkan rasa ini dan berolahraga sekaligus. Ini semacam kiat agar kita tak menjadi pesakitan sebelum penderitaan betul-betul datang, berbaring atau duduk, tidak aktif.

Namun, mata kadang terasa berat. Tak jarang, di sela berzikir, saya terlelap. Apapun, niat untuk melakukan kebaikan telah ditanamkan. Sesudah doa usai, saya pun terjaga dan bersalaman dengan mahasiswa. Di sini, kelebihan berjamaah, kita merawat hubungan dengan orang yang tidak dikenal. Dalam salah satu pertanyaan Oxford Happin…

Kisah Buku [4]

Image
Ini adalah ruang musik Perpustakaan Hamzah Sendut Universitas Sains Malaysia. Saya selalu menyempatkan hadir di sini setelah berburu rujukan. Ada banyak koleksi lagu dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Tak hanya itu, banyak buku terbitan Yogyakarta yang saya temui dan minati karena terkait dengan isu kajian kebudayaan, seperti Masyarakat Konsumsi oleh Jean Baudrillard. Dengan menyebut kode CD, penjaga ruangan akan memutarkan instrumentalia Degung, musik Jawa Barat. Menikmati bacaan kritis tentang kebutuhan manusia seraya mendengar gendang dan seruling adalah keseronokan yang tiada tara.

Jadi, dalam menyelesaikan tugas penulisan disertasi, saya memanjakan diri dengan meneroka disiplin lain yang membantu melihat kenyataan dalam banyak sudut. Malah, di sela menulis bab demi bab, saya juga menghasilkan tulisan pendek, opini surat kabar, untuk merespons isu terkini terkait politik, agama, dan bahasa di media nasional, seperti Jawa Pos, Republika, KOMPAS, Suara Merdeka, dan majalah Tem…

Puasa Kachi [2]

Image
Kemarin, saya mengikuti acara berbuka bersama dengan Persatuan Pengurusan Pendidikan (Pendidik) dan Inasis (Inapan Siswa) Yayasan al-Bukhari. Mereka menggelar kegiatan ini di surau laluan C, yang terletak antara asrama Bank Muamalat dan YAB. Mahasiswi mengambil tempat di dalam surau sementara mahasiswa berada di halaman seraya berteduh di bawah tenda. Hujan gerimis meningkahi sore itu.

Menjelang azan maghrib, salah seorang mahasiswa memimpin bacaan tahlil. Sebelumnya, saya dan Muhaimin, presiden Pendidik, bertukar cerita. Azim, mahasiswa asal Kelantan, turut meramaikan obrolan. Dalam waktu 15 menit, kami berzikir dan kemudian berdoa untuk berbuka. Seteguk jerus es dan kurma betul-betul menghilangkan dahaga dan lapar.

Pada hari kedua, saya berjamaah subuh dan mengikuti zikir hingga akhir. Setelah itu, saya pun beranjak pulang dengan berjalan kaki, sementara mahasiswa melanjutkan dengan tadarus dan salat dhuha bersama. Dari balkoni rumah, saya sempat mendengar bacaan kitab suci yang me…

Puasa Kachi [1]

Image
Firdaus, mahasiswa SBM, memotret jamaah tarawih. Setelah usai witir, saya memintanya untuk mengirim ke telepon melalui WhatsApp. Malam pertama, masjid Asy-Syafi'i dipenuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi. Malah, pelajar lelaki meluber hingga ke serambi kiri bangunan utama.

Sebelum dimulai, panitia menyampaikan pengumuman bahwa salat malam ini akan dilaksanakan sebanyak 8 rakaat dan witir 3 rakaat. Pegawai Pusat Islam, Ust Shahidan Marecan dan Ust Azhar turut hadir dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memimpin.

Seusai witir, kami berzikir. Lalu, saya pun beranjak pulang. Istri, Biyya dan Zumi belum tidur. Kami pun bercengkerama. sebelum jarum jam menunggu angka 1 lebih 10 menit, kami merebahkan tubuh di kasur. Pada pukul lima, saya dan isteri bersahur bersama. Ayam pepes pedas terasa dahsyat. Maknyus! Kachi sunyi. Sebelum subuh, saya pun membuka plastik buku Tafsir Buya Hamka terbitan PTS. Begitu menggugah pengantar karya mantan ketua MUI, yaitu dipersembahkan kepada ayah…