Posts

Showing posts from September, 2012

Sore dan Sate

Image
Sore sesudah hujan, kepulan asap sate di depan Masjid al-Shahab mengundang selera. Seminggu sebelumnya, kami berhasrat untuk mencoba menikmati sate. Dengan hanya berbekal gerobak, kipas, dan arang kayu si penjual menggelar menu berupa ketupat, timun dan bawang merah. Harga setusuk sate tak mahal. Kami pun duduk menunggu seraya menikmati minuman yang dibeli dari penjual yang lain. Dengan berbagi, mereka bisa mengaut keuntungan. Tak lama kemudian, sepiring sate datang, hinggap di meja. Bau daging terbakar menyengat hidung. Lalu, 15 tusuk berpindah ke perut. Karena mendekati azan Maghrib, kami pun bergegas untuk beranjak pulang sambil membawa sisa sate. Dengan ramah wanita setengah baya, pemilik warung itu, bertanya, "Nak dibungkus ke?" Isteri pun mengangguk.

Setelah makan, pengunjung warung makan bisa berjamaah di sini. Masjid tersebut menyediakan lahan parkir yang luas dan fasilitas lain yang memadai, seperti wifi, ruang pertemuan, toko pakaian dan dobi atau penatu. Mungkin,…

Salmon

Image
Seingat saya, kami membeli ikan salmon hanya sekali. Isteri saya membelinya untuk si kecil, Mutanabbiyya, agar ia tumbuh dengan baik, itupun hanya beberapa potong. Menurut kabar, gizinya tinggi. Saya sendiri lebih menyukai ikan tongkol, yang banyak dijumpai di pasar malam Tanah Merah, Kedah atau Tun Sardon Pulau Pinang. Selera ini terbit karena sejak kecil  di kampung Masjid, Sumenep, ibu acapkali menyediakan menu ikan yang kami sebut cakalan, baik digoreng maupun dimasak pedas. Saya sangat menikmati daging berwarna coklat dari ikan ini, termasuk telur yang masih menempel di badan, belum sempat ditetaskan.

Lalu, mengapa ikan salmon di atas hinggap di meja pasaraya jauh-jauh dari Seberang? Karena hukum pasar: persediaan dan permintaan. Yang terakhir hadir karena orang ramai ingin mengasup makanan yang sehat dan berkhasiat. Lagipula, ikan yang diimpor dari luar dan berharga mahal menaikkan gengsi dan prestasi. Pendek kata, makan tidak hanya melulu tentang asupan, tetapi juga gaya hidup…