Posts

Showing posts from August, 2014

Kematian

Image
Saya menyukai film Mrs Doubtfire yang dibintangi oleh Robin Williams. Betapa peran nenek yang dibawakan pelakon luar biasa ini menggugah banyak hal dalam kehidupan kita hari ini, seperti hubungan keluarga, kehangatan antara orang tua-anak, serta konflik yang ada di dalamnya.

Tentu, kita terhenyak ketika mendengar kematian pemain Good Will Hunting dan Dead Poets Society di ujung sabuk. Kegetiran hidup menyebabkan ia terperangkap persoalan eksistensial, kecemasan (angst). Arak dan dadah (narkoba) menjerat hidupnya. Ia tak menutupi sisi gelap, malah dengan tegar menyatakan ingin keluar. Betapa pun ia mempunyai hubungan sosial yang baik dengan banyak orang, termasuk tetanggannya, namun secara pribadi, ia tak bisa melawan kutukan "kebebasan" seperti diungkap oleh Jean Paul Sartre. Namun, kita tak ingin menghakimi hidupnya, tetapi ingin mengerti mengapa ia mengakhiri hidupnya dengan tragis.

Betapa pun Albert Camus dalam Plague mengatakan bahwa adalah memalukan hidup bahagia denga…

Politik (Tidak) Matang

Image
Pemilihan presiden telah usai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengumumkan pemenang calon pasangan nomor 2, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Sebelumnya, kedua calon dan pendukungnya bertempik-sorai menyatakan diri mereka sebagai pilihan terbaik. Akhirnya, rakyat menentukan siapa yang layak.

Namun, permainan tidak sampai di sini. Gugatan pasangan nomor 1 di Mahkamah Konstitusi menyeret kita lagi pada drama menegangkan. Kalaupun pemilihan di beberapa Tempat Pemungutan Suara akan diulang, namun selisih suara yang cukup banyak, sekitar 8 jutaan, mungkin tak akan mengubah keadaan. Tetapi, sistem politik kita memungkinkan ini semua. Betapa bawelnya demokrasi! Kita memang terbelah. Hanya saja, para petinggi lebih norak dan menyebalkan. Semestinya, Rhoma Irama mengingatkan kawannya, Prabowo Subianto, dengan nomor lagu yang saya suka, "Pesta Pasti Berakhir". Segala sesuatunya pasti harus disudahi, termasuk perburuan kekuasaan.

Ah, seandainya dua pemain yang ada di sampul majalah Tempo