Posts

Showing posts from February, 2007

Emoh Politik?

Image
Ada sebuah definisi menarik tentang negara (state) dalam buku Managing Politics and Islam in Indonesia oleh Donald J Porter, yaitu ia adalah 'seperangkat organisasi yang diinvestasikan oleh otoritas untuk membuat keputusan mengikat bagi masyarakat dan organisasi, yang secara yuridis terletak di sebuah wilayah khusus dan mengimplementasikan, jika perlu, dengan kekuatan (force). Selain itu, negara terdiri dari lembaga legal-formal dan pejabat resmi (birokrasi, eksekutif, legislatif, polisi, pengadilan dan militer dan intelijen.
Lalu, bagaimana jika pejabat resmi itu lemah, bisa dipastikan keputusan yang seharusnya mengikat, menjadi longgar. Hampir-hampir, di segala lapisan praktik penyimpangan, tapi diterima karena dianggap lumrah. Keadaan kaotik adalah pemandangan biasa.

Yang dicela dan dipuja

Image
Tak semua orang suka film India, tapi tak mungkin kita 'bisa' mengelak bahwa budaya kita adalah turunan Negeri Gangga ini.

Buku bertajuk Socioloty Goes to the Movies mengajak kita untuk memahami fenomena film Bollywood dari kajian sosiologi. Lebih khusus, ia mencoba untuk memahami kemungkinan hubungan antara sinema, kebudayaan dan masyarakat melalui sebuah perbincangan antardisiplin dengan kajian terhadap sinema dari film dan media dan kajian budaya (cultural studies).

Ada sebuah kutipan menarik dari seorang pengarah musik (music director) Kalyanji, "In India life begins and ends with music. For instance, a newborn baby is greeted into the world by songs...there is a song and dance when he weds and dies." (hlm. 47)

Adalah tidak aneh jika kita harus menghela napas sejenak ketika di dalam alur cerita, tiba-tiba disuguhkan sebuah tarian. Sebuah scene yang bisa masuk dalam segala cuaca. Di sini, kita sekaligus bisa memahami bahwa tarian adalah ekspresi segala, dalam sedih d…

Mereka yang Mesti Bicara

All men are intellectuals, one could therefore say: but not all men have in society the function of intellectuals (Antonio Gramsci, Prinson Notebooks, hlm. 9)

Kutipan di atas menjadi sangat penting. Paling tidak, ia akan menyenangkan semua orang. Intelektual dalam struktur sosial boleh dimasukkan sebagai kelas menengah. Mereka dipandang sebagai kekompok yang 'berkuasa' karena ide-idenya.

The ideas of the ruling class are in every eposth the ruling ideas: i.e. the class which is the ruling material force of society, is at the same time its ruling intellectual force. The class which has the means of material production as its disposal, has control at the same time over the menas of mental production, so that thereby, generally speaking, the ideas of those who lack the menas of mental production are subject to it. The ruling ideas are nothing more than the ideal expression of the dominant materials relationship grasped as ideas...Insofar, therefore, as they (the individuals of the …

Debat lewat Milis

Ada adagium dalam ilmu filsafat bahwa pengetahuan itu lahir dari pertanyaan. Berangkat dari asumsi ini saya bertanya:

Saya tidak tahu, sejak kapan ada Lembaga Kajian Pasca Sarjana (Institute of Post Graduate Studies) di Universiti Sains Malaysia? Mungkin, ketika Yusril sekolah di USM, beliau menyelesaikan doktornya di jurusan ini? Padahal kalau ditilik kata postgraduate merujuk kepada jenjang pendidikan, bukan sebuah disiplin atau kajian, apatah lagi jurusan. Uniknya lagi, label sebagai pakar hukum tata negara, tapi lulusan Institute of Post Graduate Studies? Tak pelak, kita tidak perlu menjadi ahli sesuai dengan jurusan yang kita ambil?

Jadi, saya tidak sedang membuat pernyataan. Jelas, tidak ada sepotong kalimatpun yang menyatakan bahwa sang wartawan telah melakukan kesalahan (sebagaimana kesimpulan Pak Syukri) dan apalagi menggugat keabsahan gelar Doktor Pak Yusril (sebagaimana kekhawatiran Mas Faiqun).

Saya juga menyadari sepenuhnya, tulisan yang bercorak features itu dibuat dalam ke…

Melahirkan Anak yang Riang

Image
Kalau Anda melihat buku ini, pertama yang terlintas adalah dua bocah perempuan yang tertawa lepas (keturunan China dan Afrika Amerika) dan dua orang yang tak begitu jelas, namun menunjukkan bahasa tubuh yang sama, gerakan kegembiraan. sebuah pemandangan yang acapkali kita lihat di sekitar kita. Mungkin, sekilas terbersit di benak bahwa buku ini akan membuat anak-anak menunjukkan keriangan yang sama.

Buku yang bertajuk Raising an Optimistic Child, sebagaimana kata pengarangnya, adalah untuk memberikan alat memahami sebab umum dan abadi dari depresi yang dialami anak. Meskipun karya ini diilhami dari temuan-temuan dalam psikologi, neorobiologi dan genetik, tapi sang penulis tidak menyediakan ruang yang besar untuk menjelaskan bagaimana teori-teori ini bekerja dan melihat dunia anak kecil, melainkan keduanya menitikberatkan pada bagaimana gagasan besar dalam dunia ilmiah itu diterjemahkan menjadi tindakan praktis sehari-hari.

Dengan bahasa yang bisa diakses pembaca secara umum, buku ini me…

Isu Politik selalu menarik, Mengapa?

Iseng-iseng saya memancing respons teman-teman Universiti Sains Malaysia tempat sekolah Yusril dahulu kala.

Inilah petikannya:
Kalau Anda membaca halaman utama Jawa Pos hari ini (baca: kamis, 22/2/07) mengenai "Yusril dekati Kalla", Anda akan menemukan paragraf pertama sebagai berikut:

JAKARTA - Sadar posisinya di kabinet sedang kritis, Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra melakukan berbagai upaya. Salah satunya, kemarin, pakar hukum tata negara lulusan Institute of Post Graduate Studies, Universiti Sains Malaysia, itu melobi Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Saya tidak tahu, sejak kapan ada Lembaga Kajian Pasca Sarjana (Post Graduate Studies) di Universiti Sains Malaysia? Mungkin, ketika Yusril sekolah di USM, beliau menyelesaikan doktornya di jurusan ini? Padahal kalau ditilik kata postgraduate merujuk kepada jenjang pendidikan, bukan sebuah disiplin atau kajian, apatah lagi jurusan. Uniknya lagi, label sebagai pakar hukum tata negara, tapi lulusan Institute of Post Gradua…

Islam dan Politik

Politik menjadi sangat penting untuk memahami pesan Islam. Untuk itu, ia bisa dijadikan variabel untuk menuntaskan wajah 'muram' teks yang kita pahami.

Hari ini, saya meminjam buku Islam and Politics in the Contemporary World, oleh Beverly Milton-Edwards dan sebagai penyeimbang sekaligus saya mengambil buku Identitas Politik Umat Islam oleh Kuntowijoyo.

Saya tertarik dengan pernyataan Pak Kunto di awal bab XVII (hlm. 219) bahwa dalam politik umat Islam seperti penumpang perahu yang berlayar di laut lepas, tanpa bintang tanpa kompas, tidak tahu tujuan dan tidak tahu cara berlayar. Kadang-kadang umat dibuat bingung sebab panutannya berbuat seenaknya, lupa bahwa di belakangnya ada banyak orang. Karenanya kaidah politik umat harus ditentukan dengan jelas, sehingga umat terbebas dari temperamen pribadi seorang pemimpin. Bahkan, seorang pemimpin harus mengikuti kaidah, bukan sebaliknya, menentukan kaidah.

Selanjutnya, saya akan memosisikan sebagai apa?

Sore yang Segar

Jogging adalah kebiasaan yang selalu mendatangkan rasa segar di tubuh. Apalagi, keringat menetes, meski tidak deras. Saya merasa telah membakar lemak yang bersarang di badan. Jalan naik di restu ternyata memerlukan energi lebih. Napas memburu. Nah, dalam keadaan sebegini, saya membayangkan air membantu meredakan ketegangan karena metabolisme bekerja.

Malam ini, saya berencana untuk menyelesaikan bab lima dari disertasi agar besok bisa diserahkan pada pembimbing. Sebenarnya, ia bisa dipresentasikan pada bulan Desember, tetapi karena Bunda datang, saya terpaksa menundanya.

Radio kesayangan, Light and Easy FM selalu riang, membuat kamar selalu renyah. Pelbagai jenis musik silih berganti seakan-akan tidak memberi jeda untuk tidak riang. Angin sore menerobos lewat jendela mengelap tubuh dengan getarannya. Berbeda dengan ruang berhawa dingin karena AC, tak ada kesegeran alami.

Dari atas flat, saya melihat bedeng (tempat penampungan sementara pekerja bangunan) sebelah kampus, baru saja berdiri.…

Surat Elektronik untuk Kawan

Mas Moko,

Saya tertarik dengan sajian banjir sampeyan. Kebetulan aja, pas saya ke Jakarta, mampir ke saudara yang tinggal di sekitar Rawa Gatel, Semper Jakarta Barat.

Ketika menginap di sana, semalaman, saya harus bertarung dengan nyamuk. Obat anti-nyamuk apa pun (bakar dan semprot) tak mampu menghalanginya bernyanyi dan berpesta.

Katanya, setelah banjir, sampahnya yang tak bergerak udah dihanyutkan. Tapi, saya nggak yakin jika keadaan normal, rawa ini akan dipenuhi lagi segala macam sampah.

Saya bermimpi andaikan ratusan ribu demonstran PKS yang anti-Perang mau melakukan pembersihan, mungkin mereka akan pulang dengan kemenangan. Menentang Amerika, mereka seperti menghantam langit kosong!

Saya tetap menghargai suara partai ini, sebab kerja sosialnya sedikit lebih baik daripada yang lain. Dulu, saya aktif di PAN, dan sekarang non-partisan, meskipun berasal dari sebuah keluarga yang berlatang belakang tradisi NU, Madura lagi.

Kalau mau ke KL, Mas boleh kontak saya.

Terima kasih.
Ahmad Sahidah

Se…

Optimisme di Tengah ketidakpastian

Oleh Ahmad Sahidah

Haruskah kita pesimis menghadapi banyak kejadian yang menyesakkan tidak hanya perasaan terdalam tapi juga akal budi ? Mungkinkah saudara kita masih kuat dihadapkan peristiwa yang acapkali mendekati tubir keputusasaan? Tidakkah semua diri kita terlalu memaksa untuk menerimanya sebagai kenyataan?

Peristiwa yang penuh dengan anomali yang ditunjukkan dan dipraktikkan oleh masyarakat kita sendiri, yang dikatakan di dalam buku dan pidato, mengagungkan nilai-nilai luhur sebagai bangsa yang beradab tidak lebih omong kosong. Bahkan, nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil di buku pelajaran itu telah menguap bersama merebaknya konflik, tindak kejahatan, para pemimpin yang tidak punya hati, dan kejujuran yang tidak menjadi bagian praktik politik bangsa ini. Terlalu banyak daftar paradoks yang nampak di mata kita.

Adalah melelahkan ketika kita mencoba untuk memahami satu demi satu ketidakmasukakalan yang diperlihatkan di televisi, surat kabar, majalah dan selebaran yang mencoba …

Membaca Alam

Dua hari ini, saya diliputi perasaan senang alang kepalang. Ini karena hujan mau menyapa bumi Minden yang meranggas karena kemarau. Semalam, duduk sendirian di warung nasi saya melihat gerimis berpendaran disorot lampu jalan. Semangkok sup sayur membantu hangatkan badan yang menelusup hingga ke tulang. Hawa dingin tak lagi memerangkap tubuh.

Ingin rasanya, air di langit tumpah ruah agar bumi benar-benar bermandi air kehidupan. Tapi, sayang, di pulau kecil kita bisa menghitung hujan lebat dengan jari, apalagi ia disertai angin kencang dan guruh membelah angkasa. Dari lantai 9, saya melihat pucuk rumput tampak hijau di sela-sela warna coklat sisa panas kemarin. Mata betah melihatnya, setelah terpancang ke layar komputer seharian. Bukit dirimbuni kehijauan, diam tak bergerak. Angin sedang bersembunyi.

Sambil membaca Islam and The Malay-Indonesian Worldnya Peter G Riddell, saya mendengarkan IKLIM teriak-teriak lewat walkman, yang disambungkan ke pengeras suara (speaker). Lagu-lagunya membua…

BAB SATU

PENDAHULUAN

1. 1. Pengenalan
Pasti, ada sebuah hubungan antara Tuhan, manusia dan alam. Tiga hubungan ini sangat umum di dalam percakapan sehari-hari. Yang pertama adalah sebagai Pencipta dan dua yang terakhir dikenal sebagai ciptaan dan manifestasi dari wujud ketuhanannya. Tetapi, jika kita memperhatikan di dalam kehidupan yang sesungguhnya, hubungan antara mereka hakikatnya sangat rumit.
Pembahasan tentang hubungan ini dengan sendirinya menimbulkan persoalan apa Tuhan itu sebenarnya. Tidak seorangpun menyangkal bahawa kepercayaan pada Tuhan, biasanya disebut iman di dalam Islam, adalah inti dari agama. Untuk beberapa hal, Toshihiku Izutsu (1914-1993), seorang sarjana Islam Jepun yang banyak memberikan perhatian pada soalan pemikiran Islam dan telah menerjemahkan al-Qur’ān ke dalam bahasa Jepun adalah benar ketika dia mengatakan bahawa masalah berkaitan dengan konsep ini adalah sangat penting, tidak hanya kerana ia berkaitan dengan esensi dan eksistensi Islam, tetapi juga kerana pembah…

Religion, Symbol and Politics

Ahmad Sahidah, Malaysia

It is necessary that religious text relates its context. This statement is actually recurrent of old postulate concerning close relations between them. A hermeneutical process presupposes the text-context relations and such a confidence is called relation of ayat (text) and asbabal-nuzul (context) in religious language.

We often understand it differently and not the same at all when we find it in the different time and space. Logical consequence of this condition springs the different belief and commitment. Each group prefers their point of views and ignores the others. These insights imply the complex social and cultural communication. In one hand, the humanity relations stress the equality and egalitarian attitudes, and the other hand, they impose the narrowness based on subjective revelation interpretations.

The diversity appears in religious acts. The later does not exist without the symbolical expressions. Although the young Schleiermacher advanced the idea o…

Kesatuan Umat Islam, Mungkinkah?

Sebuah artikel untuk koran Malaysia:

rencana
Oleh Ahmad Sahidah

Kehadiran setia usaha Forum Dunia untuk Kesatuan Institut Pemikiran Islam Iran, Ayatollah Mohammad Ali Taskhiri, ke Malaysia pada bulan Ogos yang lalu, menunjukkan bahawa kesatuan Umat Islam menemukan mementumnya. Dalam sebuah temu bual dengan wartawan, beliau memberi cadangan bahawa tiga hal yang kena dilakukan iaitu bersatu padu, jangan berpecah; maju jangan jadi mundur dan kembali kepada ajaran Islam.

Ali Taskhiri merasa optimis bahawa keinginan menuju pemahaman Islam yang lebih sempurna dan perpaduan umat sejagat boleh tercapai. Optimisme ini akan terwujud apabila segala-gala unsur masyarakat mengutamakan persamaan yang berjumlah 95 peratus, dan dan tidak menonjolkan 5 peratus perbezaan. Ini bererti bahawa selama ini perselisihan di antara para pemikir Muslim lebih menumpukan pada hal remeh-temeh.

Respons Pelbagai Aliran

Sebenarnya fenomena mazhab – sebagai pemicu perpecahan - adalah fenomena Abad Tengah. Sekarang, para pem…