Posts

Showing posts from July, 2010

Bersama Kawan

Image
Bersama kawan baik Pak Pur di sela-sela kunjungan ke tempat kerjanya. Sementara di layar kaca, Abdul Kadir Karding, anggota parlemen dari Partai Kebangkitan Bangsa, sedang diwawancarai oleh Metro TV berkait dengan kerusuhan di Jawa Barat. Komunitas Ahmadiyah diserang warga lain yang tidak setuju pengikut Mirza Ghulam Ahmad ini mempraktikkan keyakinannya. Heran! Kenapa kekerasan mudah meledak di negeri yang dikenal dengan keramahannya. Adakah keadaban itu telah hilang? Bagaimana Tuhan disebut ketika tangan mengepa dan melempar batu pada aparat keamanan? Bagaimana saya bisa mengerti ini dengan tenang jika kebenaran ternyata mengancam.

Menunggu

Image
Dika dan Fajar menunggu Ibu Irzani untuk meminta izin meminjam peralatan musik angklung dalam persembahan menyambut wisuda kampus. Sementara saya akan membincangkan pagelaran WS Rendra di Dewan Budaya dengan kepala bagian Penerangan, Sosial dan Budaya Konsulat Jenderal RI Pulau Pinang. Sambil menunggu, kami pun menikmati acara METRO TV yang kebetulan mengulas kasus penyerangan warga terhadap komunitas Ahmadiyah. Diskusi pun hangat. Bagaimana aparat terusir dari lokasi karena dilempari batu oleh pelaku unjuk rasa. Inikah matinya negara itu?

Memahami Metafora Burqa

Image
Sinar Harian, 27 Juli 2010.
Oleh - Ahmad Sahidah

Perancis menetapkan larangan pemakaian burqa. Nampaknya, banyak negara Eropah berlumba-lumba untuk mengharamkan gaya berpakaian yang unik ini. Pertimbangan politik tentu sahaja mengemukakan dengan dalih penghormatan kepada perempuan.

Meskipun demikian, tidak semua bersetuju, namun majoriti menghendaki agar perempuan tak menutup seluruh tubuhnya kerana dianggap menghalang penyertaan Muslimah dalam kehidupan masyarakat tempatan. Ideologi negara-negara Eropah menghendaki perempuan untuk meraikan kebebasan sebagaimana golongan lelaki.

Dalam kalangan Muslim sendiri, perdebatan di antara penyokong dan penentangnya masih tidak berganjak daripada persoalan normatif. Padahal, kemungkinan untuk menggeser perbezaan ini kepada dialog yang lebih mendasar terbuka lebar. Martabat perempuan tidak lagi dibatasi kepada penutupan tubuhnya, tetapi lebih jauh lagi daripada tangan-tangan jahat melalui pencitraan ideal ol…

Temubual

Image
Temubual adalah kata Malaysia untuk wawancara. Meskipun kata yang terakhir ini juga digunakan, namun yang pertama lebih sering dimanfaatkan. Saya melakukannya dengan pendeta Kristen Ortodoks Syria di Jalan Tun Sambathan. Beliau dengan ramah menyambut dan menjawab beberapa pertanyaan berkait dengan relasi agama dan kesadaran lingkungan.

Kontroversi ESQ di Malaysia

Jawa Pos, 23 Juli 2010 Oleh Ahmad SahidahKASUS penyesatan ESQ (the Emotional and Spiritual Quotient) Leadership Training di wilayah federal Malaysia memantik kontroversi. Kursus ini dianggap dapat merusak akidah (keyakinan) dan syariah. Meskipun dinyatakan hanya oleh seorang di antara 14 mufti di Malaysia, fatwa sesat itu mengguncang publik. Tidak saja kursus tersebut telah menghasilkan 60 ribu alumni yang meliputi pelbagai instansi dan lembaga swasta, banyak petinggi dan pesohor yang juga terlibat di dalamnya. Bahkan, sebagian mufti juga pernah mengikuti pelatihan itu.Wan Zamidi Wan Teh, mufti wilayah persekutuan, melihat modul pelatihan itu mengandung ajaran yang menyesatkan karena memasukkan unsur-unsur bukan Islam ke dalam materi, seperti SQ-nya Donah Zohar yang beragama Yahudi, God Spot-nya V.S. Ramachandran yang beragama Hindu, dan suara hati (conscience) yang berbau filsafat.Namun, pada waktu yang sama, mufti lain menyangkal keputusan itu, malah sebal…

Tamu

Image
Ada banyak ragam tamu, VIP (very important person), penggembira, dan biasa. Setiap acara merancang itu dengan sempurna. Tentu, saya bukan yang pertama, karena itu saya bisa mengambil gambar di atas. Bedanya, kursi saya tak memiliki meja tempat minuman dan makanan. Apakah ini diskriminasi? Tidak. Dalam sosiologi, ini dinamakan struktur masyarakat. Hanya Karl Marx yang menolak hieararki.

Para Pekerja Mengaji

Image
Mereka menyesaki pojok masjid untuk mendengar, merasakan dan memenuhi hasrat untuk kesalehan. Para pekerja itu masih menyempatkan waktu untuk mengaji, di tengah pekerjaan yang mungkin menumpuk. Saya pun tak sempat bertanya, betapa banyak yang hadir teman-temannya. Sementara, kalangan mahasiswa sendiri tidak bertambah.

Lintas Batas

Image
Pengajian mahasiswa Indonesia di kampus membuka diri untuk ustaz dari Malaysia dan Yaman. Ini adalah terobosan untuk menjalin silaturahmi dan sekaligus bersedia untuk menerima perbedaan.

Suburkan Intelektual Publik

Image
Surya, Rabu, 21 Juli 2010 | 07:40 WIB Ahmad Sahidah
Fellow Peneliti Pascadoktoral Universitas Sains MalaysiaMedia cetak dan elektronik kembali berfungsi sebagai pilar keempat dalam demokrasi. Sayangnya, pada masa yang sama, sebagian pemilik media menggunakan alat ini untuk mengokohkan kedudukan politiknya dalam pertarungan kekuasaan.
Aneh, televisi dan koran yang seharusnya menyuarakan kepentingan publik, malah merupakan kepanjangan suara segelintir elite dan kelompok kartelnya. Untungnya, masih ditemukan media yang dengan teguh memegang prinsip jurnalistik, tidak berpihak, kecuali pada kebenaran. Jika demikian, apa yang harus dilakukan? Menggantungkan harapan pada media yang menjadi kepanjangan tangan segelintir orang membuat sempit wilayah para intelektual untuk menyuarakan apa yang menurut mereka kebenaran.Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mendorong intelektual publik untuk bersuara lantang. Sosok ini layaknya intelektual, yang berurusan dengan gagasan, namun mer…

Rehat Sejenak

Image
Istirahat sejenak, mereka mengumpulkan tenaga mencari alamat.

Dari Rumah Tetamu Kampus

Image
Saya menyukai sudut pandang ini. Pohon di depan tapak kokoh memaku bumi. Di bawah, lapangan sepak bola yang dipagari pepohonan dan di kejauhan tampak bukit yang ditengahi oleh laut.

Mengenang WS Rendra

Image

Rehat

Image
Si kecil penat dan harus rehat.

Mengenang Rendra

Image
Mencari penginapan untuk Putu Wijaya, saya sampai ke tempat penginapan ini. Sayangnya, kamar penuh. Lalu, pencarian ke tempat lain menambah pengalaman lucu. Penulis produktif asal Bali ini akan berkunjung ke kampus untuk mengenang W S Rendra pada 1 Agustus 2010 di Dewan Budaya Universiti Sains Malaysia. Panitia juga turut mengundang A Samad Ismail, Zainon Ismail, Zakaria Ariffin, dan Marzuki Ali.

Merawat Bumi

Image
Tas kertas itu bertuliskan Environment Friendly, yang bisa diterjemahkan ramah lingkungan atau di Malaysia dikenal dengan mesra alam (sekitar). Pembungkus berwarna coklat tersebut didapat dari toko apotek kampus ketika saya membeli pengukur suhu badan (termometer) buatan Swiss, Ravin Enema dan panadol soluble. Lalu, mengapa harus tas yang lestari? Karena bumi sekarang sakit. Ia harus dirawat, yang dalam sebuah opini di surat kabar, saya mengusulkan dengan hati (lihat "Merawat Bumi dengan Hati", Jurnal Nasional, 6 Mei 2010).

Namun, otoritas kadang perlu bertindak tegas untuk memastikan kepedulian itu berjalan efektif. Pihak Universitas Sains Malaysia melarang penggunaan tas plastik di kantin dan toko di lingkungan kampus. Malah di koperasi mahasiswa, kita tidak akan mendapatkan tas kalau membeli barang di bawah RM 5 (Rp 15 ribuan). Demikian pula, sedotan plastik tidak diperbolehkan untuk mengurangi penggunaan bahan yang memerlukan waktu lama untuk diurai (recycle). Terbayang …

Perpisahan

Image
Peristiwa di atas masih kuat bersemayam di benak. Apakan tidak, Pak Moenir masih menjalin pertautan dengan teman-teman di facebook. Kado di atas menggambarkan betapa mantan orang nomor satu di Konsulat Jenderal RI Pulau Pinang ini dekat dengan siapa saja, terutama bawahannya. Jarak itu luntur, meski tetap tak kehilangan wibawa. Beliau juga tegas berkait dengan banyak isu dalam sebuah percakapan bersama kolega, termasuk dengan profesor saya dalam sebuah lawatan ke kantornya di Jalan Burma.

Tanpa segan, alumnus Universitas Diponegoro mendatangi meja tamu undangan untuk berbincang apa saja, termasuk isu berkait dengan kemaslahatan bersama. Dalam sambutan pelbagai acara, Bapak beristeri satu ini selalu menyuguhkan kabar ekonomi baru beserta angka-angka, sehingga uraiannya menjadi menarik. Sesuatu yang tak bisa dilupakan adalah humor yang acapkali menyelip di antara kata. Dengan bangga beliau menyodorkan kegiatan kebudayaan yang dihelat oleh perwakilan, termasuk penghargaannya terhadap Pers…

Pesona Taiwan

Image
Bersebelahan dengan stand Enjoy Jakarta, Taiwan Tour juga menawarkan tempat pelancongan dalam pameran One Asia di KL Sentral, Kuala Lumpur, yang berlansung dari tanggal 7-11 Juli 2010. Desain grafis tampak jelas dibuat dengan sungguh-sungguh sehingga enak dilihat. Taiwan merupakan 'negara', yang banyak menanamkan modal di Indonesia, termasuk di daerah kelahiran saya dalam bidang perikanan. Sungguh hebat! Di tengah gejolak karena gertakan Tanah Daratan, mereka berhasil membangun ekonomi. Dengan rudal siap dimuntahkan dari negeri Tirai Bambu, pelancongan ke negeri ini, saya rasa, mendebarkan. Anda mau mencoba?

Pekerja Keras

Image
Mereka tentu pekerja keras. Di tengah panas dan kadang kala hujan deras mengguyur, mereka masih berkutat dengan penyelesaian cor bangunan. Dari gayanya, rokok di tangan dan caping di kepala, sebagian pekerja itu berasal dari Indonesia. Mungkin, bangunan itu akan dijadikan pertokoan atau perkantoran. Saya tak sempat menyapa, namun berharap mereka bisa mengumpulkan uang untuk hidup nyaman di hari tua.

Lenggang Kangkung

Image
Mereka membawakan Lenggang Kangkung. Kami pun menikmati dengan riang di tengah perjalanan menuju Medan Selera KL Sentral. Setelah lagu selesai, pengunjung bertepuk tangan dan kami pun berlalu. Suguhan siang hari itu betul-betul menyenangkan. Tambahan pula, saya ke warung makan nomor 13, lantai 3, yang kebetulan pelayannya berasal dari Jawa Timur dan Yogyakarta. Mereka pun merasa dekat, apalagi ada anak kecil yang menyertai kami sehingga perbincangan acapkali terhenti oleh celotehan seorang anak yang belum bisa mengucapkan sebuah kalimat dengan sempurna. Hanya ayah atau yah untuk semua benda dan peristiwa. Kadang, bi, ci, meme juga keluar tanpa konsisten berkait dengan sesuatu. Atau, kami saja yang gagal memahami bahasa itu sehingga komunikasi tidak terjalin lancar.

Samar-samar, saya langsung menerawang ke masa lalu tentang lagu Lenggang Kangkung ini. Gelap, tak jelas, di mana dan kapan. Lagu berirama pantun ini menggunakan bahasa Jawa, yang berkait dengan dunia anak-anak.

Enjoy Jakarta

Image
Pameran One Asia Tourism 7-11 Juli 2010, KL Central, Kuala Lumpur. Semoga daerah-daerah tujuan wisata itu tersenyum ramah dan berbenah.

Transportasi Publik

Image
Naik angkutan umum (di Malaysia angkutan awam) bersama banyak teman-teman lain. Tak lupa, kami mengucapkan terima kasih pada Kak Khairunnisa Khaidir yang telah menerakan gambar di atas di facebook sehingga bisa diakses banyak orang, bukan pada sebentuk narsisme di atas, tetapi jauh dari itu bahwa kita harus melirik moda pengangkutan yang praktis, murah, ramah lingkungan (mesra alam sekitar) dan tentu memungkinkan ruang publik itu menyerlah. Secara fisik, bus Rapid Pinang ini masih kinclong, karena baru. Penyaman udara (air conditioner) juga berfungsi baik. Ruangannya dibagi dua: berdiri dan duduk di bagian belakang.

Tentu, pengalaman naik bus pulang sangat menyenangkan. Apakan tidak? Sang supir memutar lagu-lagu campuran, Barat, India, Melayu dan Indonesia, yang terakhir di antaranya Meggi Z dengan Benang Biru, Tommy J Pisa Di Batas Kota, dan Wali Band Cari Jodoh. Bahkan, ketika kendaraan berbadan besar ini telah berhenti di perhentian, saya masih ingin terus berada di dalamnya, siapa …

Menyambut Kemerdekaan

Image
Coba lihat beberapa kata kunci di spanduk itu: bangsa, sejahtera, demokratis dan keadilan. Bukankah kata-kata ini telah dijadikan penanda beberapa partai yang mempunyai kursi lumayan banyak di parlemen? Tapi, pada masa yang sama, apakah ia telah merembes pada wakil rakyat? Setiap orang tentu mempunyai jawaban yang berbeda. Mungkin benar kata Ulil Abshar Abdallah dalam status twitternya hari ini bahwa pemimpin itu adalah cermin masyarakatnya. Jika masyarakatnya amburadul, maka atasannya juga tak jauh berbeda. Duh, ternyata saya juga merupakan bagian dari khalayak. Benar, musuh itu ada dalam cermin, bukan?

Membaca

Image
Anak ini tak bisa membaca. Malah, ia juga belum bisa berbicara, hanya beberapa kata yang sama sempat terucap. Tentu, kata yang sering diungkap adalah ayah, dalam segala suasana dan cuaca. Anehnya kata ini bukan untuk bapak, tapi untuk orang lain juga, bahkan benda. Jika anak berusia 15 bulanan ini membelek buku, mungkin ia hanya tertarik pada gambar. Lalu, ia pun tersenyum seperti yang ada di buku. Alamak! bahasa gambar itu ternyata mempunyai pengaruh yang kuat. Bukankah iklan luar ruang juga menonjolkan gambar untuk menarik pengguna (konsumen)?

Menjaga Jarak

Image
Gambar terakhir yang saya akan ambil berkait dengan Brasil di Piala Dunia Sepak Bola Afrika Selatan. Inilah petaka yang menimpa saya: Tim Samba bertekuk lutut di kaki Tim Oranye dengan angka tipis 1:2. Betapa buncah kegembiraan mengelembung ketika Robinho menjaringkan gol ke gawang lawan dengan umpan terobosan yang bagus, tapi harus menahan cemas ketika gol penyamaan melalui gol bunuh diri oleh Felipe Melo. Seterusnya, saya tak sanggup melanjutkan ulasan perjalanan pertandingan.

Lalu, lihat gambar di atas, penonton memakai kaos tim Selecao, yang sedang rehat menanti babak ke dua. Di depannya kawan Tionghoanya tampak serius berbual (baca bahasa Melayu) dan di sebelah kiri saya (tidak tampak) adalah kawan Indianya juga terlibat perbincangan. Saya pun diam, tak nimbrung karena tak mengenal mereka, meski mempersilahkan gelas minum saya dipersilahkan diletakkan di meja mereka. Untuk ketiga kalinya saya hadir di Cafe Tanjung Sport di depan Asrama Kampus dengan minuman yang sama seharga RM 1…

Menemukan Tuhan

Image