Posts

Showing posts from March, 2008

Transisi Demokrasi Damai Negeri Jiran

Image
Sumber Media Indonesia [18 Maret 2008]

Ditulis oleh : Ahmad Sahidah, Graduate Research Assistant dan Kandidat Doktor Ilmu Humaniora, Universitas Sains Malaysia 'Kemenangan' koalisi oposisi Barisan Alternatif yang terdiri dari tiga komponen utama, Partai Keadilan Rakyat (PKR), Democratic Action Party (DAP), dan Partai Islam se-Malaysia (PAS) sempat memunculkan isu terulangnya kerusuhan etnik 1969. Namun, permintaan Abdullah Badawi dan Anwar Ibrahim yang disiarkan di radio untuk meminta tiap pengikutnya menahan diri dan tidak merayakan kemenangan di jalanan berhasil membuat keadaan tenang. Tidak ada gejolak dan insiden yang memicu kekerasan.Pernyataan pertama Badawi bahwa kemenangan oposisi di beberapa negeri bagian menunjukkan demokrasi telah bekerja adalah sebuah pernyataan simpatik. Ya, rakyat telah menunjukkan kearifannya untuk tidak lagi memercayai Barisan Nasional yang telah memegang kekuasaan selama 50 tahun lebih. Meskipun, sebagian besar masih memberikan suara mereka untu…

Wajah Baru Jurnalisme Malaysia

Image
Assalamu'alaikum,

Semalam, beberapa teman Indonesia berkumpul di kamar. Ada enam kepala yang menyesaki ruangan yang tak seberapa besar, namun justeru tak membuat kami sumpek. Kami bertukar cerita dan yang tak jarang juga menyelipkan percakapan tentang hiruk pikuk perpolitikan Malaysia. Terus terang, saya menemukan banyak 'amunisi' dari pandangan mereka untuk memahami lebih baik dan menyeluruh berkaitan dengan pernak-pernik dunia politik di sini. Apalagi di kamar tersedia koran alternatif, seperti Harakah, Suara Keadilan, dan Siasah sehingga kami bisa mendapatkan informasi yang seimbang. Bagaimanapun, saya menemukan perkembangan baru di dalam pemberitaan surat kabar arus utama, seperti Utusan, BeritaHarian, The Star, dan New Strait Times.

Semalam, saya juga menonton TV 3 yang menyiarkan bincang politik pasca pemilu di Universiti Malaysia yang menghadirkan Dr Syed Hussin, Setiausaha (sekretaris) Parti Keadilan Rakyat. Mungkin, ini adalah sebuah perkembangan menarik ketika pi…

Berkah "Kemenangan" Oposisi

Image
Sumber: Seputar Indonesia [11/3/08]

Selasa, 11/03/2008
Berita utama surat kabar Tanah Air hampir seluruhnya memberitakan ”kemenangan” partai oposisi, Barisan Alternatif, yang terdiri atas komponen utama Partai Keadilan Rakyat (PKR), Democratic Action Party (DAP), dan Partai Islam se-Malaysia (PAS).
Mereka juga memberikan perhatian yang istimewa kepada Anwar Ibrahim. Tampak secara tersirat surat kabar kita menyambut baik kekalahan Barisan Nasional (BN) di dalam pemilihan umum ke-12 ini. Sementara koran utama di negeri tetangga hanya menyisakan sedikit ruang bagi tokoh oposisi yang pernah memegang jabatan wakil perdana menteri itu.
Halaman utama memberikan keistimewaan kepada Abdullah Badawi dan persiapan pelantikan sebagai perdana menteri (PM) oleh Raja Agung. Namun,The Sun(10/3/08) di halaman tengah memuat pernyataan Mahathir Mohammad bahwa Abdullah Badawi harus bertanggung jawab atas kekalahan BN dan oleh karena itu mesti segera mundur agar memberikan jalan kepada Muhammad Najib untuk …

Kemenangan Badawi dan Gugatan Oposisi

Image
Senin, 10 Mar 2008 (Jawa Pos)

Oleh Ahmad Sahidah

Kemenangan Barisan Nasional (BN) pada pemihan umum ke-12 telah diprediksikan sebelumnya. Mesin politik, media, dan uang yang lebih kuat menempatkan UMNO, MCA, dan MIC di atas seteru politiknya, PKR, PAS, serta DAP dalam Barisan Alternatif (BA). Namun, ramalan bahwa BA akan memperoleh suara signifikan juga terbukti. BA sekarang mengantongi modal untuk menggugat dominasi BN di parlemen.

Lalu, setelah kemenangan BN itu, apa yang bisa dilakukan kaum Melayu di tengah makin menguatnya tuntutan kesetaraan kaum Tionghoa dan India? Mungkinkah Malaysia sebagai "bangsa" bisa diwujudkan setelah ketiga etnik tersebut berhasil membangun koalisi, sedangkan di barisan seterunya juga bergabung komposisi yang sama?

Memang, di kalangan elite, kita akan mudah melihat kekompakan para pemimpinnya. Tapi, di akar rumput, ada tembok tebal yang menghalangi mereka untuk berbaur. Perbedaan ketiga kelompok tersebut sangat mencolok karena berkaitan dengan ras,…

Kepingan Peristiwa Minggu

Pagi ini, saya merasakan semangat membuncah setelah tulisan saya yang dikirim ke Jawa Pos satu hari sebelumnya dimuat. Asal muasal karangan bertajuk "Kemenangan Badawi dan Gugatan Oposisi" adalah reaksi spontan setelah mendengar kemenangan oposisi, Barisan Alternatif, di beberapa negeri Bagian, seperti Pulau Pinang, Kedah, Perak dan Selangor. Radio Era FM mengulang-ulang berita ini dalam siaran pagi.

Lalu, saya berusaha mengumpulkan pelbagai informasi yang berserak di kepala dan memburu berita di koran lokal, Utusan dan media Partai Islam se-Malaysia, Harakah Daily. Dari kedua sumber ini, adalah cukup untuk menulis sebuah artikel. Dengan sebelumnya sarapan mie telor dan ditambahi teh panas, pagi itu saya mulai mengetik menyusun paragraf. Ya, sekali duduk opini itu pun selesai.

Di hari Minggu itu sebenarnya banyak peristiwa yang mungkin tak lebih dari pengulangan. Kebiasaan membawa seember pakaian ke mesin cuci lantai bawah dan lalu meninggalkannya untuk menunainkan shalat Subu…

Melayu Islam Klasik dan Manifestasi Kontemporari

Image
Semalam saya secara tak sengaja membuka majalah al-Islam, satu kelompok dengan berita harian Utusan, edisi Desember 2007 di kamar teman karib. Ternyata ada tulisan saya yang bertajuk "Melayu Islam Klasik dan Manifestasi Kontemporari" di dalamnya. Padahal saya sudah tidak berharap karena telah lama dikirimkan. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Ipho yang telah mengoleksi majalah tersebut di atas.

Sejatinya karangan ini ingin memulai sebuah penelitian tentang manuskrip abad ke-12 yang ditengarai ditulis oleh Abdullah 'Arif, seorang pendakwah dari tanah Serambi Mekkah Aceh. Agak susah memang memperoleh konteks dari kitab ini. Tetapi dengan keterbatasan bahan (meskipun sekarang saya telah memperoleh 7 versi manuskrip dari Universitas Leiden), saya hanya bisa berharap dari kajian intertekstual. Apa yang menarik dari kitab ini? Saya menemukan satu tema penting, kebahagiaan. Lalu, bagaimana memperolehnya? Anda bisa membacanya di bawah ini. Kalaupun Anda tidak puas maka …

Malaysia, Islam dan Sejarah Sulabtern

Image
Rencana untuk menulis sebuah esai tentang kesarjanaan Muslim telah mendorong saya untuk menerokai lebih jauh tentang pemikiran Islam di negeri Jiran ini. Bagaimanapun harus diakui tokoh sentral Syed Naquib al-Attas menempatkan Malaysia sebagai pusat pemikiran keislaman dunia. Karya-karya beliau telah diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa dunia. Bahkan, dalam perjumpaan beliau, penulis Prolegomena ini menyatakan bahwa bukunya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia. Sebuah pencapaian yang luar biasa di tengah jarangnya pemikir Muslim kita diapresiasi di luar negara, apalagi Asia Tengah.

Namun, apakah para sarjananya sekarang hanya menyodorkan Naquib yang telah beranjak tua? Buku terakhir beliau bertajuk Pandangan Ringkas Peri Ilmu dan Pandangan Ilmu (Malaysia: Penerbit USM, 2007) sebenarnya merupakan pengulangan pemikiran beliau yang berserak di dalam berbagai buku sebelumnya. Boleh dikatakan jika kita ingin memahami diskursus kesarjanaan Muslim Malaysia cukup merujuk kepada karya se…