Posts

Showing posts from May, 2009

Penghibur Jalanan

Image
Penyanyi jalanan ini acapkali menghibur pejalan kaki sepanjang Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Wajahnya selalu riang, seperti tak mengenal gundah. Biasanya dia diiringi begitu banyak pemain alat musik yang agak aneh. Lagunya kadang akrab di telinga dan yang lain belum mendengarnya. Kehadirannya menggantikan dingin malam dengan kehangatan. Untuk kedua kalinya, saya melihat mereka mempersembahkan musik alternatif.

Penikmat yang hadir bisa menyumbang dan membeli CD musik mereka.

Teks Agama itu Milik Umat

Republika, Jum'at, 22 Mei 2009
Pernyataan Menteri Agama, Maftuh Basuni, bahwa Ulama harus mengawal teks keagamaan tentu perlu diamini (Republika, 25/3/09). Mereka adalah pemilik otoritas, yang di dalam hermeneutik keberadaannya diakui dalam menjelaskan kandungan teks keagamaan.Demikian pula tradisi keagamaan secara terus menerus hidup karena kegigihan ulama sejak dulu mengajarkannya di tengah-tengah masyarakat. Dua kata kunci, otoritas dan tradisi adalah istilah teknis yang disodorkan oleh Georg Hans-Gadamer, filsuf terkemuka Jerman. Meskipun keduanya telah digunakan oleh Romantisisme dan dikritik oleh pencerahan, namun penulis Truth and Method ini merehabilitasinya. Keduanya penting untuk menemukan kebenaran sebuah pengetahuan, termasuk teks agama.
Profesor saya, Dr Zailan Moris, memberikan perumpamaan mengenai otoritas. Jika seorang ‘pasien’ ingin memastikan keadaan penyakitnya, ia harus menemui dokter karena ia mempunyai otoritas menjelaskan diagnosa yang dibuatnya. Demikian pul…

Menikmati Bukit Bintang

Image
Dua hari di Kuala Lumpur untuk sebuah urusan penting dan melelahkan perlu jeda. Untuk keduanya kalinya, saya menekuri sepanjang jalan Bukit Bintang. Sebuah tempat publik paling ramai di Kuala Lumpur ini membuat malam hidup, tak mati ditelan gelap malam. Tampak, tujuan wisata ini diurus dengan baik. Jalanan dan trotoar yang bersih, fasilitas lengkap, seperti tempat penukaran uang, toko keperluan sehari-hari, dan hotel. Untuk yang terakhir, saya juga menginap di tempat yang sama, sebuah penginapan yang berada di sebelah Ritz Carlton (ingat di sebelahnya).

Di perempatan gambar di atas, kita bisa memuaskan dahaga pengetahuan tentang tingkah laku manusia yang sedang gundah mencari tahu 'kesenangan'. Ya, para turis itu sedang mengepakkah sayapnya, mencari hiburan. Saya pun ke sana ingin menghilangkan penat setelah seharian berjibaku dengan tugas. Mungkin yang menarik dari lalu lalang mereka, begitu banyak orang Arab yang memenuhi ruas jalan. Mereka tampil dengan baju khasnya, purdah…

Makan Pecel di Warung Jawa

Image
Dua orang ini adalah kawan baik, satu dari Bandung dan yang sebelahnya berasal dari Trengganu Malaysia. Siang itu, kami makan siang di sebuah warung Jawa yang sangat terkenal di kalangan mahasiswa asal Indonesia yang belajar di Universitas Sains Malaysia dan juga disukai oleh orang lokal. Malah, saya pernah mengalami keterkejutan karena pada satu waktu pengunjung warung makan ini adalah warga Malaysia, termasuk keturunan Tionghoa, tak satu pun kursi itu diduduki oleh teman-teman dari Indonesia.

Di sana, kami berbincang banyak hal, dari politik hingga budaya. Tentu, obrolan seperti ini bersifat spontan. Tidak jarang dalam percakapan timbul kelucuan. Mungkin dalam keadaan santai seperti ini kita mudah memahami orang lain karena mereka tak lagi dikerangkeng formalitas, serba santai. Celetukan kadang membuat lebih mudah pendengar memahami orang lain dan ini acapkali keluar dalam kesempatan duduk semeja mengasup makanan. Hal-hal yang tidak disampaikan di ruang resmi bisa nyelonong begitu sa…

Surau Kami Itu

Image
Rencana mengadakan belajar al-Qur'an di surau menemukan titik terang. Dua hari yang lalu, sesudah jamaah Isya, pengurus inti (di sana disebut ahli jawatankuasa) meminta saya untuk memastikan kesediaan mengajar anak-anak flat belajar mengeja huruf dan membaca ayat kitab suci. Pada waktu yang sama, kawan baik saya, Dedi, juga bersedia untuk menjadi pembimbing anak-anak.

Semalam, segelintir calon murid turut hadir berjamaah. Mungkin, dengan pengajian itu, teman-teman mereka yang lain akan sering nongol di surau. Terus terang, kehadiran mereka membuat kami bahagia. Kepolosan mereka membuat surau itu tak suram. Sebelum, jamaah Maghrib, saya sempat menyalami, syuaib, yang dua abangnya tidak hadir karena ada pekerjaan rumah. Iman, anak tetangga kami, salah satu di antara mereka yang acapkali berjamaah.

Subuh tadi, anggota jamaah tak sampai satu baris penuh. Tentu ini bukan sesuatu yang aneh, karena sejak dulu memang udah seperti ini. Seharusnya hari Sabtu dan Minggu, surau ramai karena dua…

Ruang Tunggu dan Kawan

Image
Saya sedang berbincang dengan kawan-kawan, Pak Stenly, Pak Badrun, Mas Donni, dan Encik Sheikh sebelum menjalani sidang ujian PhD di ruangan Abdus Salam Institut Pengajian Siswazah kampus. Mereka sengaja datang untuk menemani saya menghadapi ujian disertasi. Tiga kawan terakhir tidak tampak dalam gambar di atas. Namun, cerita tentang mereka akan menyusul. Ada pengalaman yang lain yang perlu diketengahkan agar semua bisa meraih riang.

Sebelum memasuki ruang ujian, kami menunggu di ruang tunggu ini, yang di dalamnya tersedia televisi yang menghubungkan dengan bilik ujian sehingga mereka yang berminat mengikuti sidang bisa leluasa menikmati pertunjukan melalui layar kaca. Di sini, seperti kata Bordieuau, filsuf Perancis, seseorang diuji sejauh mana ia berhak menyandang sarjana dengan menunjukkan keterampilan mengolah kata secara tulisan dan lisan.

Tentu, ketegangan muncul tenggelam dan sedikit berkurang dengan canda dan tawa. Kebaikan teman-teman mengurangi rasa tertekan karena saya akan…

Hadiah dari Mereka

Image
Gambar di atas adalah plastik untuk menyimpan hadiah yang diberikan oleh Rumah Sakit Bersalin. Di dalamnya, ada sabun, sampo, dan keperluan bayi yang lain. Buah tangan ini diberikan oleh perawat menjelang kami pulang ke rumah. Tentu, kami senang dengan pemberian mereka. Meski berbau promosi, tapi cara mereka menyentuh hati kami. Saya tahu dari merek kalau barang hadiah ini berkualitas baik dan tentu saja mahal.

Setelah kembali ke rumah, para sahabat juga melakukan hal yang sama. Keperluan bayi menggunung dan kami tidak yakin ia bisa digunakan hingga habis, dari baju, bedak, botol, tisu basah, sabun, dan sampo. Malah, sikat pembersih botol berlebih. Ia masih terbungkus dalam plastiknya. Demikian juga barang itu mungkin tak akan habis dan bernasib kadaluarsa. Sebagian yang membawa sekeranjang buah, sehingga kulkas kami penuh, hanya sedikit celah yang kosong.

Menariknya, produk keperluan bayi ternyata beragam, ada produk lokal dan luar. Tentu yang terakhir lebih mahal, tetapi apakah lebih…

Cerita Ringan si Kecil

Image
Can we explain a Beethoven sonata? (Ludwig Witgensteen, 1989)
Jika anak saya sebelumnya diperdengarkan Rhoma Irama, sekarang si kecil itu terdedah pada lagu yang harus didengarkan (siapa yang bilang?) musik klasik, seperti Mozart dan Beethoven. Ya, ikhtiar terakhir adalah sebentuk pengiyaan terhadap saran banyak orang dan informasi yang saya pernah sempat baca sebelumnya. Malah tak hanya itu, saya mengumpulkan beragam lagu untuk menjadi teman ‘kecuekannya’ terhadap perhatian dan keadaan sekitar. Lagu qasidah, Esri Mukaromah, bertajuk Ya Mismis diharapakan akan menjadi awal untuk mengenal neneknya yang berada di pulau Garam jauh nun di sana. Aha, Galang Rambu Anarkinya Iwan Fals seakan-akan mewakili kehendak saya untuk menciptakan lagu yang sama, di mana si kecil lahir setelah (bukan sebelum) pemilu dan harapan agar segera meninju matahari. Rasanya benar kata kawan baik saya, Pak Supriyanto, bahwa menjadi orang tua untuk pertama kalinya mendorong kuat untuk melakukan apa saja untuk keba…

Surau Kami setelah Pertemuan

Sudah memasuki minggu ke-3 setelah pembentukan pengurus baru (di sana disebut ahli jawatan kuasa), surau kami mengalami sedikit perubahan. Zakri, sekretaris, lebih kerap mengumandangkan azan, sehingga tak hanya terdengar di waktu Maghrib, Isya dan Subuh. Meskipun belum banyak yang hadir, namun gagasan untuk memakmurkan surau kami menggembirakan jamaah. Apatah lagi, Departemen Agama setempat bersedia untuk menggelontorkan bantuan dana untuk pengembangan fisik telah memantik pengurus baru untuk mengancang melaksanakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan yang akan datang.

Ya, sejak tahuan 2003, kepengurusan surat flat kami mandek. Perlu 6 tahun untuk hidup kembali dan ternyata pengurus masih menyisakan saldo. Bendahara lama ditunjuk kembali untuk mengisi posisi pengurus keuangan. Saya sendiri bersedia hanya sebagai anggota biasa, karena satu-satunya warga asing yang turut menjadi bagian pengurus. Musyawarah pada waktu itu berjalan lancar dan masing-masing lebih mengedepankan pertimbangan k…

Menunggu Berita, Meraih Makna

Image
Saya merasa menemukan berita lebih berimbang pada koran ini, Sinar Harian dibandingkan koran-koran yang diterbitkan oleh pro-pemerintah atau oposisi. Prinsip etika jurnalisme paling dasar, mengetengahkan ke dua belah pihak (berseteru), dipraktikkan melalui pemuatan artikel, berita dan kutipan blog dari pelbagai sumber. Demikian pula komentar pembaca yang dikirimkan melalui pesan pendek (sms) mencerminkan berbagai kalangan. Karena itu, saya menyempatkan diri untuk selalu membeli koran yang diterbitkan oleh perusahaan berbeda Karangkraf ini agar bisa mengikuti perkembangan terbaru dunia politik, agama dan budaya Malaysia.

Tidak hanya itu, sebagai media yang menahbiskan dirinya sebagai koran komunitas, ia telah menjadi ruang bagi pelbagai masyarakat untuk menyatakan dirinya. Di sini, kita menemukan pelbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, dari olahraga hingga kebajikan sosial. Sebuah gotong royong membersihkan kampung atau masjid, misalnya, tidak terlewat untuk menjadi berita.…

Merawat Tradisi

Image
Gambar di atas adalah sebagian upacara potong rambut. Tradisi Nabi yang telah dipelihara pelbagai generasi. Demikian pula sebelumnya, saya harus membawa sekantong plastik ari-ari yang diletakkan di bawah kotak bayi. Malam itu, saya harus membawanya ke rumah dan membersihkannya hingga tak berwarna merah, karena darah. Ternyata perlu waktu lama karena darah itu seakan-akan terus mengalir. Aha, saya kemudian meletakkan di wadah yang terbuat dari plastik berlubang, sehingga saya hanya perlu membuka kran dan air mengalir deras. Dalam benak, manusia ternyata mempunyai semacam kepompong sebelum lahir ke dunia.

Keesokan harinya, saya membawanya ke kampus. Lalu, atas jasa baik Pak Supri, teman Indonesia yang sedang mengambil ilmu komputer, ari-ari itu ditanam di belakang rumahnya, keluarga mahasiswa Asing 'Aman Damai'. Alhamdulillah, cangkul kecil itu mampu menggali cukup dalam sehingga 'bagian' dari si kecil itu bisa dikebumikan dengan baik. Lalu, saya memasukkan asam dan gara…

Bermain Bola

Image
Ini peristiwa biasa, seperti kebanyakan orang melakukannya. Namun, bagi saya, ia sesuatu yang baru. Pertandingan persahabatan antara mahasiswa Indonesia yang belajar di Universitas Sains Malaysia. Saya didapuk sebagai pemain untuk tim pascasarjana. Beberapa hari sebelumnya, tim 'tua' ini telah bersuara di milis untuk menentukan posisi.

Pada hari pelaksanaan, saya berangkat dengan Iman, anak tetangga jiran flat. Sayangnya, meskipun semangat membaja, saya tidak bisa turun lapangan. Demam semalam masih mengendap dengan senang. Saya hanya menonton dari kejauhan. Meskipun saya bisa memaksa diri untuk bermain mengocek bola, panas sore itu tentu akan menguras tenaga dan menyengat kepala yang sebelumnya diserang pening. Agar bisa bertahan lama, saya meneguk air yang disediakan panitia. Anehnya, segar tak kunjung datang. Meski, Didi, koordianator acara ini, menelepon dari lapangan agar saya menggantikan pemain lain, saya tak kunjung beranjak.

Sebelum usai, saya dan Iman pulang. Saya tet…

Rumah Kami Retak

Image
Persatuan Pelajar Indonesia di Universiti Sains Malaysia goyah. Ia menuju 'retak', menunggu terbelah. Tentu pertanda buruk bagi sebuah organisasi yang dihuni tak begitu banyak anggota. Tapi, apa boleh buat, para pejuang itu memilih untuk berumah berbeda, milis resmi dan perjuangan. Dalam sebuah pertemuan kelompok yang terakhir, pengurus PPI diminta untuk memenuhi tuntutan anggota yang tidak rela milis sebelumnya ditutup. Alasannya pemberangusan sejarah, penghilangan jaringan (networking) dan ketidakpekaan terhadap perasaan ratusan penghuni yang ada di dalamnya, baik masih berstatus mahasiswa ataupun alumni.

Gambar ini adalah momen musyawarah tahunan. Saya bertanggung jawab sebagai panitia pengarah (steerring committee). Sejak awal, saya telah menghidu bau persaingan untuk merebut orang nomor satu. Meski tidak sepanas acara mahasiswa di Indonesia, dengan melempar kursi atau beradu mengencangkan urat, namun pembahasan tata tertib berjalan alot, namun tak jarang diselingi kelucua…

Inilah Perpustakaan Kampus Itu

Image
Inilah perpustakaan tempat saya belajar. Di dalamnya ada 1 juta lebih koleksi buku pelbagai disiplin. Tak hanya itu, ada fasilitas lain, seperti koleksi CD film, kuliah dan lain-lain. Malah, di sebelah tempat penyewaan film, ada ruang mendengarkan musik. Dulu, saya sering menyambanginya setelah penat membaca buku. Di lantai bawah, ada ruang khas untuk majalah, baik luar maupun dalam negeri. Tak hanya itu, televisi berukuran besar menyala, menyiarkan saluran pengetahuan. Di sini, pengunjung juga bisa membaca koran lokal, seperti Utusan, The Star, The Sun, Berita Harian, New Straits Time dan koran berbahasa Tionghoa dan Tamil.

Di rak bagian filsafat, saya tersentak karena koleksi bukunya bejibun. Saya belum sempat membaca semuanya. Malah, saya mendapatkan buku asli terjemahan Truth and Methodnya Gadamer di sini. Sebelumnya, saya hanya mendapatkan buku magnum opus penggagas falsafah hermeneutik ini dalam bentuk fotokopian. Mungkin setelah selesai ujian doktor, 8 Mei, saya akan menekuri bu…