Posts

Showing posts from November, 2012

Menikmati Perjalanan

Image
Bus ini mengantar kami ke Jember. Ada banyak cerita sebelum kendaraan berbadan besar ini menjejaki tanah daerah seribu pesantren ini. Di terminal Juanda, bus bernomor N 7277 D ini menyabut kami dengan riang. Setelah tiga jam kami berada di dalam badan pesawat, tiba giliran kami merasakan jalan darat. Tak sama dengan pengangkut pertama, kami merasakan bus ini  jauh lebih nyaman karena masing-masing lebih lebih leluasa bercanda dan bertukar cerita. Bayangkan kalau suasana bising penumpang ini berlaku di burung besi!

Dengan hanya berdua belas, kami diseret oleh bus ini  dengan ringan, tak terseok-seok, apalagi jalanan tak disemuti oleh pelbagai jenis kendaraan. Meskipun kami baru pertama kali bertemu di LCCT KLIA, namun kimia pertemanan cepat menyemburat. Para pengajar perguruan tinggi dari banyak universitas Malaysia akan mengikuti bengkel (workshop) kepemimpinan yang digelar oleh Universitas Jember dan Akademi Kepimpinan Pengajian tinggi KPT Malaysia. Sebenarnya senyum telah memecah s…

Memahami Gambar

Image
Sebuah tangan memegang kepala Barack Hussein Obama. Apa yang ada di benak kita tentang perang? Kita boleh berbincang semalaman, namun satu hal yang pasti tentang perang bahwa ia adalah kejahatan yang sempurna.

Sudut Penglihatan

Image
Kampus banyak menyediakan tempat seperti ini. Mereka tinggal memilih, namun juga memikirkan tanda, seperti larangan menggunakan sepatu di lantai pondok tempat pengunjung berteduh dan menikmati pemandangan. Dari sini dengan mudah kita menjangkau kantin, bank, kantor pos dan toko yang menjual keperluan sehari-hari. Tak jauh dari gedung Pusat Seni dan Budaya ini, kita bisa mengayunkan langkah kaki ke masjid. Tempat-tempat ini menyediakan sudut untuk memanjakan mata kita menikmati alam. Seperti kata Willard Spiegelman, dalam Seven Pleasures: Essays on Ordinary Happines, melihat itu adalan anugerah yang mendatangkan kebahagian.

Setiap tempat itu mempunyai waktu. Lagi-lagi kita menyesuaikan untuk mendapatkan keriangan. Dari Anjung Siswa ini, saya meluruskan kaki karena bersendirian seraya menikmati koran The Malay Mail. Dengan pena di tangan saya kadang menggarisbawahi kata-kata penting yang dimuat di surat kabar. Permenungan bisa meluap di sini karena siapa pun akan merasa tidak dikerangk…

Kompang dan Perkawinan

Image
Kami berangkat satu jam sebelum penganting datang. Setelah mengasup makanan yang lezat, kami pun duduk diam menikmati lagu-lagu yang dibawakan oleh penyanyi dengan bantuan karaoke. Selain lagu-lagu Melayu lama, tiba-tiba suara berat Broery Pesolima yang menyanyikan Widuri memecah hiruk-pikuk. Lalu tak lama, nyanyian Ayat-Ayat Cinta yangdipopulerkan oleh Rossa memenuhi ruangan. Sebelum jam 2, pukulan kompang mengejutkan para tamu undangan, sebagai pertanda pengantin telah datang. Bacaan shalawat itu begitu menggetarkan.

Sabrina dan Nasir pun melangkah masuk. Tetabuhan dipukul bertalu-talu. Cahaya kamera menyerbu wajah keduanya. Wajah-wajah tamu mengembang riang. Anak-anak kecil pun menyemuti iring-iringan. Setelah keduanya duduk di pelaminan, acara dilanjutkan dengan acara merenjis oleh kedua orang tua raja dan ratu sehari ini. Kami merasakan khidmat acara yang dihelat di Markas Angkatan Darat Malaysia, yang terletak di atas bukit tak jauh dari Lapangan Terbang Interasional Bayan Lepa…

Kedai Makan

Image
Di sebuah warung tak jauh dari rumah, kami menikmati sore. Si kecil tak bisa dicegah untuk beraksi. Untungnya, belum ada pelanggan yang lain. Saya memesan tape (tapai) ketan. Sementara, setelah lelah, anak kecil berkaos hijau ini mengasup bubur ayam. Di Kedah tak banyak warung yang menyediakan tempat lesehan. Kebanyakan warung makan meletakkan kursi meja di pelbagai sudut.

Seperti anak kecil sebayanya, ia tidak bisa duduk diam dengan tenang. Hanya sepersekian detik sampai, ia telah menyusuri setiap sudut warung. Atraksi di atas meja tentu di luar dugaan. Namun, kami pun memintanya tak berlama-lama, sebab meja itu tidak sesuai dengan berat tubuhnya. Apalagi dengan hentakan keras, lama-lama meja bisa ambrol.

Dunia setiap orang tak sama, namun kehendaknya tak jauh berbeda, menemukan riang. Setiap manusia sedang berburu kegembiraan. Bagi kami, kedai makan yang menyediakan minuman dan makanan ringan ini telah menyediakannya. Sambil berselonjor, kami merasa tubuh lebih santai. Di sebelah w…