Kawan-Kawan Baik Saya


Mereka adalah penggerak kebudayaan literasi. Kehadirannya pada diskusi novel dan film Laskar Pelangi tentu bukti paling terang benderang. Jauh-jauh dari Kuala Lumpur ke Pulau Pinang, mereka ingin bersua dengan pemakmur dunia baca. Andrea Hirata memang betul-betul mukjizat bagi bangsa. Novelnya dibajak jutaan, namun sang pengkarya tak risau karena dia sendiri telah mengantongi milyaran rupiah. Namun, sekali lagi, saya tetap merogoh kocek sendiri untuk membeli karyanya dan meminta tanda tangannya. Mereka juga melakukan hal yang sama dengan caranya yang khas.

Mas Dodie, menggendong si kecil, adalah calon doktor bidang manajemen yang sempat bertanya pada Andrea kemungkinan menulis tesis PhDnya dalam bahasa prosa. Si Ikal menyambut antusias gagasan ini. Di sebelahnya adalah Mas Adi, wartawan Antara yang ngepos di Kuala Lumpur, jauh-jauh hari melalui facebook telah menerakan di ruang komentar akan datang. Dari coretan beliaulah, kabar acara ini dibaca seantero negeri. Demikian pula, Pak Nasrullah Ali Fauzi, berbaju batik, adalah pegawai Kedutaan yang sejak awal membantu perhelatan di atas. Kami sempat berjumpa beliau di kantornya dan berbincang kemungkinan kerjasama.

Sayangnya, kedua teman saya dari Kuala Lumpur tak sempat melanjutkan partisipasinya di acara penayangan film di Dewan Tunku Syed Putera. Mereka harus kembali ke ibu kota untuk tugas yang lain. Namun demikian, Mas Adi akan menceritakannya di media Caraka, milik KBRI di Kuala Lumpur, agar semangat Andrea Hirata terus terasa. Saya pun masih menyimpan roh dari perhelatan itu hingga coretan ini diterakan. Anda bagaimana?

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Lautan Fragmen

Kebenaran dan Metode