Biyya dan teman-temannya meminjam novel di perpustakaan sekolah. Tokoh utama dari kisah ini adalah seorang perempuan yang kuat dan mandiri.Alur, dialog, dan konflik sebenarnya adalah wajah kehidupan kita pada umumnya. Dari sini, percakapan bisa lahir di ruang tamu, dapur, dan kamar tidur.
Namun, pelan tapi pasti, mereka perlu ruang pribadi. Orang tua tahu diri. Lihat, gambar ini ingatkan saya pada Zumi, yang suka Paw Patrol. Kini, anak-anak tidak lagi risih dengan binatang ini karena pendedahan pada prilakunya didapat dari apa yang keduanya tonton.
Thursday, October 02, 2025
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Hari ke-9 (Kehangatan)
Sebagaimana resolusi 2026, saya ingin merawat keseharian dengan lebih sungguh-sungguh. Meskipun membaca Martin Buber, saya melihatnya dari k...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ke negeri Temasek, kami menikmati nasi padang. Kala itu, tidak ada poster produk Minang asli. Pertama saya mengudap menu negeri Pagaruyung ...

No comments:
Post a Comment