Bening
Kejernihan adalah mula dari segala
Friday, January 23, 2026
Hari ke-23 (Kopi Sachetan)
Thursday, January 22, 2026
Hari ke-22 (Belajar Berkisah)
Kita hadir untuk mendampinginya agar mereka senantiasa belajar menyusun kata untuk meraih makna. Kita setara. Dengan demikian, mereka berani bersuara. Mereka belajar melihat dunia dari caranya melihat. Ini akan mengajarinya untuk berpikir sendiri.
Sehari sebelum outing class, Zumi sangat senang alang-kepalang. Ia duduk sederet di bus dengan Ruzbihan dan begitu menikmati perjalanan, yang direkam oleh ibu dari salah seorang temannya.
Wednesday, January 21, 2026
Hari Ke-21 (Wedang Uwuh)
Tuesday, January 20, 2026
Hari ke-20 (Dale Carnegie)
Buku populer dibaca oleh banyak orang. Malah cetakan versi terjemahan telah mececah angka 17. Untuk menjadi pribadi yang memiliki 3 pesona itu, ia cukup mengasah 5 keterampilan.
Pada halaman 129, jangan lupa memberi tip bartender atau pramusaji $1 karena mereka hidup dari pemberian ini. Kalau kita yang tinggal di Paiton cukup mengulurkan Rp 1000 -2000 untuk pengatur pertigaan jalan arteri.
Tentu, kita bisa belajar pada jemaah masjid Raudhatul Ulum, Dusun Kebun. Banyak orang tua yang mengajarkan anaknya untuk berderma. Mereka meminta buah hati untuk memasukkan uang kertas ke kotak amal.sebekum mengikuti khotbah.
Ide besar tentang kesejahteraan universal itu bermula dari tindakan di tempat kita bermastautin. Filantropi akhirnya dilihat bukan sekadar amal ikhlas, tetapi kerja cerdas. Seluruh pihak menjadikan ini untuk menjadi tanggung jawab publik.
Monday, January 19, 2026
Hari ke-19 (Renungan Isra Mikraj)
Kita juga tak berhasrat untuk memanjangkan debat tentang tafsir ketubuhan atau kejiwaan Nabi kala melesat ke langit, sebab pesan tersirat itu ingin diwujudkan di bumi. Kala kita peduli dgn manusia tanpa batas, itulah risalah yang mau disebar oleh ayah Fatimah.
Kalimat ya jaddal husaini dalam pujian terucap mengkanalisasi gelegak untuk menerima tragedi sebagai peristiwa masa lalu. Transendensi dan imenensi, sakral dan profan, justru menghalangi pengertian yang utuh tentang sejarah kelam manusia tentang perebutan kekuasaan.
Hanya dalam diam, keterbatasan kita berusaha mengjangkau keluasan tak bertepi. Budi pekerti yang akan merealisasikan bukti, bahwa menjadi baik itu cukup dalam hidup.
Sunday, January 18, 2026
Anwar dan Kawan
Sosok pejuang ini melalui hidup yang rumit, dari sekutu Amerika hingga menjadi musuh sengit, dan malah pernah terlibat dalam perang saudara sebelum akhirnya memasuki gelanggang politik resmi yang rapuh. Ia menjadi bagian dari puluhan tahun sejarah modern Afghanistan, yang kini berada di bawah kekuasaan Taliban.
Ini juga mengingatkan kawan baik saya asal Afganistan yang telah mengantongi kewarganegaraan Amerika. Dulu kami sering bareng di sela-sela mengabdi di Universitas Utara Malaysia. Orang Melayu menyewakan rumahnya untuk tempat tinggalnya di Changlun. Mengapa kawasan Asia Tengah ini bergolak? Karena kuasa besar berebut mainan. Khalas
Hari ke-18 (Haul Masyayikh ke-77 Nurul Jadid)
Saya datang 20 menit sebelum acara bermula pukul 8 pagi. Sambil menunggu, saya menikmati hadrah. Inilah seni yang paling akrab dengan masa kecil kami. Apa pun acara, terbang, sebutan rebana di negeri jiran, akan ditabuh.
Mengapa indah? Ini soal penghayatan dan pengetahuan. Buyut kami, Abdurrahman dan Abdurrahim, penabuh yang legendaris. Kecepatan tangan memukul kulit bundar justru memaksa kami untuk diam, berdiri dengan penuh khidmat. Kediaman di tengah "kebisingan" adalah tantangan.
Berbeda dgn Banjari Basyirun Nabi, ala Ahmad bin Ta'lab jauh lebih sederhana dalam bunyi dan kata. Zaman berubah. Mungkin, di masa depan alat lain muncul, spt aud, gitar bunting, akan mengiringi hadrah kita. Atau, biarkan saja rebana itu hadir dgn dirinya agar keaslian tak terganggu oleh rasa tidak puas manusia yang ingin menambah suara di sana sini. Padahal, kala fana, kata dan bunyi hilang.
Hari ke-23 (Kopi Sachetan)
Selain soda gembira, kami menikmati minuman kopi ini kala kos dulu. Coklat granul? Ah, saya pun tak tahu dari mana dan bagaimana ia dibuat. ...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Ke negeri Temasek, kami menikmati nasi padang. Kala itu, tidak ada poster produk Minang asli. Pertama saya mengudap menu negeri Pagaruyung ...





