PPI USM dan IPSAA USM

Yang Terhormat teman-teman Indonesia,

Secara pribadi, saya mempunyai keyakinan bahwa acapkali kita terjebak pada perbedaan yang tipis antara Bentuk (form) dan Isi (substance) dari sebuah realitas, sehingga masing-masing bertengkar tanpa menyadari bahwa apa yang diperebutkan adalah kesia-siaan.

Masih ada waktu untuk memikirkan kembali hubungan emosional sesama anak bangsa yang dirobek oleh kemarahan karena keengganan untuk saling memahami.
Meskipun tugas utama kita belajar, tapi tidak menutup pintu untuk menerapkan hasil pembacaan dalam ranah konkret, yaitu mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam kenyataan keseharian: instrumen yang digunakan bisa PPI dan IPSAA. Lalu, kenapa masing-masing berusaha untuk meraih legitimasi dengan mengabaikan yang lain? Siapakah yang mempunyai otoritas untuk memberikan keleluasaan satu kelompok berkumpul dan mengeluarkan pendapat di sini? Alasan apakah yang bisa diajukan bahwa kebenaran ada di kami dan tidak mereka? saya yakin bahwa jawabannya pasti berbeda dan ini tidak menghalangi terciptanyaa kebersamaan untuk berbuat yang terbaik bagi kita semua di sini.
Hanya saja, pertikaian ini diharapkan tidak menghancurkan bangunan keindonesiaan, sebab harganya terlalu mahal untuk sesuatu yang remeh-temeh.

Saya tidak akan pernah mengusik keasyikan orang lain sebab mereka telah mempunyai dunianya sendiri. Lalu, biarkan saya juga menekuni dan menekuri dunia yang sama pahami. Jika Anda tidak memahami, maka sebenarnya anda memahami dalam bentuk yang berbeda. Semoga.

Ahmad Sahidah
Pendapat Pribadi

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Ramadan di Bukit Kachi [21]

Lautan Fragmen