Teh Panas

Badan yang limbung karena terguncang ditambah udara yang dingin, saya merasa betul-betul 'lemas'. Secangkir teh panas yang saya raba dan aroma panas membantu memulihkan tubuh yang tak mampu menyangga hasrat menikmati panorama bukit Cameron Highland.

Jauh nun di sana, saya masih merasa dekat karena pekerja di warung ini adalah orang Indonesia. Tampaknya, tak sejengkal tanah negeri Jiran ini tak dipijak saudara kita. Lebih dari itu, Bunda selalu di sisi menemani saya yang sedang berusaha menikmati perjalanan meskipun tubuh sangat lelah.

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Ramadan di Bukit Kachi [21]

Lautan Fragmen