Mencari Jejak

Pagi ini saya mengunjungi Penerbit USM untuk meminta surat pengantar mengambil rekaman ceramah di PTPM. Ketua bagian yang menangani urusan ini dengan ramah menyambut dan kemudian meminta saya meninggalkan nomor telepon. Ternyata, surat ini harus ditandatangani oleh direktur penerbitan. Insyaallah, sore ini saya bisa mengambilnya.

Lalu, saya juga memeroleh jawaban melalui email dari pihak Kantor Perhubungan Alumni bahwa majalah The Leader sudah habis dan jika berminat untuk mendapatkannya bisa mengkopi di kantor tersebut. Informasi ini tentu membantu saya untuk menghemat waktu karena pencarian data ini bisa ditanyakan melalui email, tanpa harus datang ke tempat yang diinginkan. Namun demikian, untuk pertama kali, saya tentu mengunjunginya untuk mendapatkan respons dan sekaligus mengenal lebih dekat beberapa tempat yang sebelumnya tidak pernah dibaui. Ada aroma kehangatan di tempat baru.

Sekarang, saya akan menjejaki keterangan beberapa gambar yang saya peroleh dari PTPM di perpustakaan Hamzah Sendut 2. Ada banyak gambar yang tidak bisa diketahui asal-usul dan latar belakangnya, sehingga pelihat tidak bisa mengenal gambar tersebut sama sekali. Ternyata, mencari kabar masa lalu harus melalui jalan berliku. Tidak terelakkan, ada yang tertinggal, sehingga menyusun masa lalu dengan sempurna merupakan utopia. Tapi, persoalannya bukan di sini. Kita yang sedang merekonstruksi sejarah menyadari bahwa kekinian turut mewarnai tafsir terhadap peristiwa lampau. Ada hubungan timbal balik. Bukankah ini akan membuat kita merasa memiliki masa lalu?

Comments

Popular Posts