Tuesday, May 05, 2009
Bermain Bola
Ini peristiwa biasa, seperti kebanyakan orang melakukannya. Namun, bagi saya, ia sesuatu yang baru. Pertandingan persahabatan antara mahasiswa Indonesia yang belajar di Universitas Sains Malaysia. Saya didapuk sebagai pemain untuk tim pascasarjana. Beberapa hari sebelumnya, tim 'tua' ini telah bersuara di milis untuk menentukan posisi.
Pada hari pelaksanaan, saya berangkat dengan Iman, anak tetangga jiran flat. Sayangnya, meskipun semangat membaja, saya tidak bisa turun lapangan. Demam semalam masih mengendap dengan senang. Saya hanya menonton dari kejauhan. Meskipun saya bisa memaksa diri untuk bermain mengocek bola, panas sore itu tentu akan menguras tenaga dan menyengat kepala yang sebelumnya diserang pening. Agar bisa bertahan lama, saya meneguk air yang disediakan panitia. Anehnya, segar tak kunjung datang. Meski, Didi, koordianator acara ini, menelepon dari lapangan agar saya menggantikan pemain lain, saya tak kunjung beranjak.
Sebelum usai, saya dan Iman pulang. Saya tetap merasa kegembiraan. Teman-teman Indonesia yang belajar di seberang berpayah-payah datang untuk meramaikan acara itu. Tentu, teman-teman S1 tampak paling siap dengan kostim dan latihan yang rutin. Mereka juga menunjukkan kekompakan yang luar biasa. Selain tepat waktu, mereka juga turut membantu kepanitiaan kecil agar main bareng ini berjalan sukses. Foto di atas diambil oleh Mahda, mahasiswa S1 yang sekarang sedang pulang liburan dan bercerita ingin memborong bacaan di toko buku Medan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Majemuk
Selama abad kelima, orang-orang Yunani menyadari bahwa hukum dan adat istiadat beranekaragam dari satu masyarakat ke yang lain, serta satu t...
-
Semalam, kami berlatih menyanyikan lagu daerah, Apuse Kokondao Papua dan Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan. Ibu Yunita, mahasiswa PhD Musik...
-
Semalam takbir berkumandang. Hari ini, kami bersama ibu, saudara, dan warga menunaikan salat Idulfitri di masjid Langgundhi. Setelah pelanta...
-
Saya membawa buku Philosophy for Dummies untuk coba mengenalkan anak pada filsafat. Biyya tampak bersemangat tatkala pertama kali mendapatka...
No comments:
Post a Comment