Teman Karib dan Si Kecil

Di Taman Belia, Pulau Pinang, kami menyusuri setapak, menikmati aroma pohon, mendengar gemiricik air, dan membaui bau rerumputan. Ruang publik ini sangat menyenangkan. Bersama kawan karib, Mas Zulheri Rani, ekspatriat, taman itu menjadi jejak yang abadi. Sebagaimana taman ini menjadi tempat pertama saya mengenal Pulau Mutiara secara lebih dekat. Dibandingkan lima tahun yang lalu, ia makin rimbun dan hijau. Mungkin dulu saya mengecapi bau tanah ketika kemarau menerjang, sementara kemarin kami menjejaki tanah yang masih menyisakan basah karena hujan sehari sebelumnya.

Marcus Cicero, filsuf Romawi, menukas tentang kesempurnaan hidup dengan memiliki perpustakaan dan taman. Erich Fromm, filsuf dan psikolog, membedakan antara memiliki (have) dan mengada (being) berhubung manusia dan benda. Kalau eksistensi kita berada pada being, kita tak perlu memiliki taman untuk menikmati keindahan, cukup luangkan waktu pergi ke taman yang berjarak dari rumah kita, lalu meraup udara segar yang bertempiaran dari pucuk bunga dan pepohonan. Demikian pula dengan perpustakaan, kita akan merasa 'memiliki' dengan hanya menjadi anggota. Pendek kata, sudut pandang kadang mengubah peristiwa dan suasana seakan-akan bagian dari hidup kita yang penuh.

Si kecil pun tak bisa menyembunyikan kegembirannya, tecermin dari wajahnya yang sumringah. Ditemani ibunya, ia berdiri di tepi kolam renang, melihat beberapa anak bermain di dalam air. Sementara, saya merenung di kursi tak jauh dari mereka, betapa orang tua juga menikmati hari libur dengan membaca koran di luar, tetapi tak merampas hak anaknya untuk mereguk udara segar. Lalu, saya telah merancang bahwa pada kunjungan berikutnya saya akan membaca buku baru yang tergeletak di meja, hampir-hampir tak tersentuh. Wow, di bawah pohon dan kicau burung, saya akan menekuri huruf tentang Harapan dan Masa Depan oleh Noam Chomsky. Lalu, saya akan mengitari taman untuk membuat badan ini tak malas bergerak. Ternyata hidup ini sesederhana kita mau meluangkan waktu untuk bergerak dan membaca.

Comments

yuni said…
OM, kolam renangnya disebelah mana yaa?? we also love taman bunga garden.
Ahmad Sahidah said…
Ibu, Kolam renangnya tak jauh dari tanah lapang, tempat beraktivitas pengunjung.

Ada kolom renang khusus untuk anak-anak, asyik di tengah hutan.

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Ramadan di Bukit Kachi [21]

Lautan Fragmen