Wednesday, February 11, 2026

Kinokuniya Kuala Lumpur

Setelah berfoto di depan menara kembar Petronas, kami pun pergi ke toko buku Kinokuniya yang berada di lantai 4. Tak jauh dari tempat ini, ada Pusat Sains Negara yang dulu Biyya dan Zumi pernah mengunjunginya. 

Saya mengajaknya ke rak buku Islam agar Zumi bisa mengenal karya-karya keagamaan dari banyak sudut pandang setelah melalui lorong buku filsafat. Sementara Biyya mengelilingi rak novel, yang selalu menjadi pusat perhatiannya. Ia sempat menunjukkan buku nonfiksi tentang hukum. 

Saya sendiri sempat mencatat buku yang perlu dikoleksi nanti, yakni Our Philosophy oleh Muhammad Baqir as-Sadr. Sebenarnya buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan Malaysia, yang menunjukkan apresiasi kepada pemikiran kritis mazhab Syiah. Hakikatnya, label dan kumpulan itu batasan yang dibuat untuk menetapkan sesuatu yang jauh lebih dalam, yakni cara kita melihat dunia. Setelah menua, kita telah menggeser perbedaan pada pemaknaan yang jauh lebih sublim. 

Hidup kita ini bisa dikiaskan ke suasana di toko buku ini. Betapa pelbagai pemikiran bisa diletakkan di rak. Setiap orang tak perlu berteriak, tetapi hanya perlu memilih bacaan dan akhirnya menetapkan tindakan. Kematangan ditunjukkan dengan keadaban untuk menerima perbedaan. 


 

No comments:

Kinokuniya Kuala Lumpur

Setelah berfoto di depan menara kembar Petronas, kami pun pergi ke toko buku Kinokuniya yang berada di lantai 4. Tak jauh dari tempat ini, a...