Bersama Anak Yatim


Sebagai perantara, saya bergembira bersama anak yatim di kampung. Teman baik saya, Dr Zailani Yusoff, menyumbang untuk menambah kas asrama anak yatim. Dosen Universitas Utara Malaysia ini sempat menitipkan uang sebelum kami berpisah setelah sama-sama mengikuti acara di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Sementara, Sayyid Abdur Rahman, perintis rumah anak-anak yang kehilangan orang tua ini tak bisa menyembunyikan rasa gembira karena mendapatkan perhatian dari dermawan. Tentu, pekerjaan yang akan segera dilakukan selanjutnya adalah memastikan rumah ini didaftarkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan bantuan rutin.

Ada lima belas anak yang tinggal di rumah yang terletak di lingkungan Madrasah Islamiyah al-Khairat. Kebanyakan mereka berasal dari Jambi, Sumatera. Selain harus mengikuti pendidikan agama di waktu sore, mereka juga belajar di Sekolah Dasar Negeri sebagai bekal mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Pendek kata, pihak pengelola asrama memberikan hak-hak anak yatim sepenuhnya. Sebagai rintisan asrama anak yatim di kampung, siapa pun dituntut untuk turut serta membantu agar keberadaan rumah ini benar-benar menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi mereka hingga remaja.

Pak Arif, salah seorang dari tetangga Madrasah, berupaya untuk menyerahkan berkas-berkas persyaratan agar asrama ini bisa mendapatkan pengakuan dari pihak berwenang sehingga bantuan yang jauh lebih teratur akan bisa diterima. Masih segar di ingatan, kami membicarakan hal ihwal ini di sebuah pondok (hut) dari bambu di sebelah pagar Madrasah. Meski terkesan tak resmi, namun ini akan menjadi landasan agar pada masa yang akan datang semua orang akhirnya bisa melihat papan tanda nama bahwa sekolah yang dirintis oleh Sayyid Toha, pendiri sekolah agama pertama di kampung ini, juga mempunyai asrama anak yatim. Semoga!

Comments

Popular Posts