Mungkin dengan alat ini, pekerjaan tukang parkir telah diambil alih. Tapi, kalau hanya beberapa ruang parkir saja, tentu miris apabila seorang tukang parkir menjaga mobil yang diparkir selama seharian dengan bayaran sesuati tarif mobil, yaitu Rp 1000, misalnya. Kita pun sering melihat portal berbayar di sejumlah mal, sehingga jasa mereka juga tak lagi digunakan. Kita memerlukan peluang pekerjaan yang manusiawi, bukan?
Sunday, January 22, 2012
Teknologi dan Manusia
Mungkin dengan alat ini, pekerjaan tukang parkir telah diambil alih. Tapi, kalau hanya beberapa ruang parkir saja, tentu miris apabila seorang tukang parkir menjaga mobil yang diparkir selama seharian dengan bayaran sesuati tarif mobil, yaitu Rp 1000, misalnya. Kita pun sering melihat portal berbayar di sejumlah mal, sehingga jasa mereka juga tak lagi digunakan. Kita memerlukan peluang pekerjaan yang manusiawi, bukan?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Hari ke-2
Dalam sebuah grup Whatsapp, FAMAJA, saya bertanya, apa resolusi 2026 Anda? Salah seroang anggota menukas, "Menurut saya tak penting. Me...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ke negeri Temasek, kami menikmati nasi padang. Kala itu, tidak ada poster produk Minang asli. Pertama saya mengudap menu negeri Pagaruyung ...
No comments:
Post a Comment