Tenang dan Tentram

Kucing ini meringkuk dengan tenang di kursi kantin kampus. Saya tentu harus belajar dari hewan ini tentang bagaimana memperoleh kemampuan untuk tidur di tengah keramaian. Adakah hiruk-pikuk itu masih mengganggu tidur dan ketenangan kita, Kawan? Dalam dunia mistik, kesentosaan (tranquility) itu penting untuk membuat kita nyaman dengan lingkungan sekitar kita. Carut-marut itu bisa saja lahir dari kepenuhan informasi berkat teknologi canggih, pelbagai hiburan yang bisa dinikmati 24 jam, aneka makanan dan minuman yang diiklankan di televisi secara berlebihan.

Media sosial seharusnya menjadi ruang untuk berkongsi pandangan agar informasi yang begitu banyak tidak memerangkap kita pada kebingunan. Di sini, kita bisa belajar dari orang lain, tak perlu banyak, hanya segelintir yang dianggap tepercaya. Demikian pula, kita juga mengikuti twitter politikus untuk mengetahui apa yang mereka lakukan. Tidak salah mengikuti pesohor, seperti pelakon atau penyanyi, untuk mengenal lebih dekat mengapa begitu banyak orang menggilai selebritas. Namun, pada akhirnya, kita akan menemukan diri dalam kesenyunyian, bukan tempik-sorai dari perayaan kehidupan.

Kucing di atas tentu telah memilih hidupnya. Tentu saja, kita tak perlu menjadi kucing hanya untuk menjadi orang yang tenang dan tentram. Bukankah sisi dari kedirian kita adalah unsur kebinatangannya?

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Ramadan di Bukit Kachi [21]

Lautan Fragmen