Pasar Tradisional

Semalam kami telah membicarakan untuk berlibur ke pasar Jitra. Dalam satu Minggu ini, kami telah mengunjunginya sebanyak dua kali. Pada awalnya, si kecil tidak begitu suka, karena berbeda dengan pasaraya, di sini ia tidak bisa bermain bowling dan aneka permainan yang lain. Lucunya, meskipun tanpa coin, ia bergerak ke sana ke mari merasai beranekaragam hiburan.

Perlahan tapi pasti, ia pun menikmati suasana pasar. Seperti terlihat pada gambar sebelah kiri, Nabbiyya juga menyentuh buah jeruk, sebagaimana ibunya yang sedang memilih satu persatu buah kesukaannya. Namun, di lapak sayur-mayur harga sawi RM 5/Kg, jauh lebih mahal daripada Pasaraya Yawata, RM 3,5. Namun, si ibu tetap membelinya. Mengapa ini bisa terjadi?

Di sana, kami tidak hanya membeli sayur, tetapi juga tempe pada seorang kakak langganan kami dan tulang sapi pada pakcik yang baik hati. Kami kemudian berlalu setelah puas mengelilingi pasar. Sayangnya, tak jauh dari pasar ini, pasaraya TESCO akan dibangun. Papan nama telah dipancang dan pembangunan sedang berjalan. Kami menunggu cemas, adakah pasar ini akan berwajah muram?


Comments


assalamualaikum wr, wb.MBAH saya.pak DADANG DI LAMONGAN dan SEKELUARGA mengucapkan banyak2 terimakasih kepada MBAH JONOSEUH
atas angka togel yang diberikan "4D" alhamdulillah ternyata itu benar2 jebol dan berkat bantuan MBAH JONOSEUH
saya bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya yang ada di BANK dan bukan hanya itu alhamdulillah sekarang
saya sudah bisa bermodal sedikit untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya sehari2. itu semua berkat bantuan MBAH
sekali lagi makasih banyak yah MBAH yang ingin merubah nasib seperti saya
hubungi MBAH JONOSEUH di nomor: (((0823 4444 5588)))
atau KLIK DISINI UNTUK DAPAT ANGKA JITU<--
TERIMAH KASIH.!!!

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Bukit Kachi

Kebenaran dan Metode