Sunday, January 26, 2025

Kawan

Saya mengikuti bedah buku Pena Emas untuk Kertas Kehidupan alm Rafiuddin Munis Tamar untuk memenuhi perintah Mas Abdurrahman Wahid dan merayakan kehadiran alumnus Nurul Jadid, Mas Muhammad Ridwan, yang merupakan teman satu kamar di pondok dan satu kos di Jogja dari almarhum. 

Dari sini, kami berbincang dengan Mas Memet dan Paman Faridl Rusydie di lantai dua NJ Mart. Tahu apa yang bahas? Dunia klenik. Sebagai penganut hadharah al-'aql, saya masih percaya pada keajaiban. Tentu, keadaan ini hadir dalam ruang dan waktu yang terbatas. 

 

No comments:

Bermain

Zumi dan kedua teman baiknya, Akmal dan Kiki, menunggu layangan putus. Meskipun mereka bisa membelinya, tetapi mendapatkan mainan secara ber...