Monday, August 25, 2025
Keluarga dan Filsafat
Kumpulan kolom Falsafah Harian akan diterbitkan. Salah satu tulisan berjudul "Kedewasaan" mengetengahkan percakapan keluarga.
Tatkala saya, Biyya, dan Zumi berada di depan televisi, berita pembakaran kitab suci memantik pertanyaan si bungsu. Apa yang terjadi? Oh, itu Salwan Momika, orang Iraq berkewarganegaraan Swedia, hendak membakar Alqur’an. Karena sang adik masih belum sepenuhnya memahami, saya menimpali, orang itu membakar Tartila. Baru, ia paham dan menukas “not nice”. Tentu, kami sebagai orang tua tidak mengipasi agar si anak meluapkan amarah.
Salah satu kunci dalam melihat dan menjalani hidup adalah kemampuan menahan diri (imsak), yang kita peroleh dari puasa. Malah, dalam "cathedral thinking", kita mesti membelajarkan generasi baru untuk menjaga alam dalam jangka panjang dan berkelanjutan. Kesadaran beragama semestinya mendorong pemeluknya untuk memelihara hubungan Tuhan, manusia, dan Alam secara harmonis.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Magriban
Sang ibu memotret kami sebelum beranjak ke masjid. Di sini, ada banyak anak dan ayah juga menunaikan salat bersama. Zumi bertemu dengan tema...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Kami berdua salat di masjid tempat orang dewasa, remaja, dan anak-anak bersembahyang. Di sini, saf pertama bisa diisi oleh jamaah dari sega...

No comments:
Post a Comment