Isra Mikraj
Guyub itu hidup. Berkah untuk kita semua. Setiap keluarga membawa makanan untuk disajikan seusai perayaan. Bersama itu bermakna karena kegiatan kerohanian (langit) tertanggungkan dengan kejasmanian.
Selaksa doa dan pujian dilantunkan. Kala berdiri, kami menghormati junjungan, seakan-akan baginda hadir. Nabi bersama umat tanpa dibeda-bedakan kelas, status, dan kedudukan.
Kami bertukar makanan yang dibeli dari tetangga. Hidup bermula dari sini, sebelum pergi juah mengurus negeri. Autentisitas adalah apa yang dijalani di tempat kita tinggal dengan utuh.
.
No comments:
Post a Comment