Thursday, January 29, 2026

Hari ke-28 (Menelisik Bahasa)

Mengapa orang Malaysia menyebut mubaligh Kristian dan kita, warga Indonesia mengartikan istilah yang berasal dari bahasa Arab itu dengan misionaris? Secara psikologis, bahasa rumpun Semitik ini identik dengan agama. Tak dapat dielakkan, seorang ayah akan menyebut dirinya Abu Khadijah apabila nama yang tertera di KTP bertanda nama lokal, seperti Jawa, dll. 

Isu di atas perlu diteliti lebih jauh dari banyak aspek agar bahasa bisa dilihat sebagai daya ucap dan ungkap yang memungkinkan komunikasi satu lain berlangsung baik. Lagi pula, kita tumbuh dengan banyak bahasa yang secara emosional, menurut Nelson Mandela, bahasa ibu memiliki ikatan kuat dengan pengguna.

Betul, saya merasakan getaran yang dahsyat kala mendenar syiir, sebutan syair dalam bahasa Madura, yang dibawakan oleh Kiai Aminullah. Apakah ini terkait temanya juga, kematian? Tidak, tema sang penyair beranekaragam.  


 

No comments:

Hari ke-28 (Menelisik Bahasa)

Mengapa orang Malaysia menyebut mubaligh Kristian dan kita, warga Indonesia mengartikan istilah yang berasal dari bahasa Arab itu dengan mis...