Thursday, January 29, 2026

Hari ke-29 (Karya dan Makna?)

Setiap buku punya cerita. Ia lahir dari pengamatan dan pengalaman sehari-hari, yang menyesuaikan dengan momen dan peristiwa. Buku hitam bertuliskan judul keemasan itu adalah disertasi yang diselesaikan di Universitas Sains Malaysia. Dalam pengantarnya, banyak kisah yang turut mewarnai perjalanannya, seperti pencarian bahan di UIN Jakarta, NUS Singapura, dan UIAM Kuala Lumpur. 

Agama Sipil adalah lahir dari kuliah dosen yang pernah menjadi murid Robert N Bellah kala belajar di Amerika. Bernard Adeney Risakotta menyebut Bellah sebagai dosen nyentrik. Penulis Beyond Religion ini pernah menaikkan kakinya yang bersepatu ke atas meja. Berkat komunikasi dengan pihak Pustaka Cantrik, karya ini naik cetak. Kami pernah membedahnya bersama BEM Fakultas Sosial Humaniora UNUJA dengan menghadirkan teman baik, Luthfi Assyaukani dan Zainal Abidin Sanusi. 

Sementara Nietzsche dan Islam didorong untuk menjadi proyek terjemahan di kelas Membaca Teks Inggris yang digelar di kampus. Di bulan puasa, saya mengetik huruf demi huruf dari Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Saya membayangkan peserta juga akan melakukan hal serupa agar nanti menghasilkan karya terjemahan dan memiliki modal untuk memasuki belantara pengetahuan. 

Terakhir, Kehendak Berkuasa dan Kritik Filsafat adalah kumpulan opini di koran Jawa Pos. Saya berterima kasih pada Kiai A'la yang berkenan memberikan endorsement untuk buku kompilasi ini. Beliau adalah sosok yang bersedia turun ke bawah untuk bersama masyarakat, yang menjadi ilham santri untuk hidup bersahaja dengan orang kebanyakan. Tentu, orang yang sangat berjasa adalah orang yang memotret buku ini sebagai koleksinya, Imam Nawawi, kawan baik asal Situbondo yang anaknya mondok di Nurul Jadid, Paiton. 

No comments:

Hari Ke-30 (Kehangatan)

Judul di atas bisa dipahami secara harfiah dan kiasan. Keduanya sama-sama mendatangkan kenyamanan. Kala dingin, air yang dipanas dan dicampu...