Tuesday, July 26, 2005

puisi itu: pasrah atau kalah?

Aku sangat tersentuh dengan puisi itu, meski tak ada tajuk. Miris membacanya. Namun, terbersit ragu. Apakah kita adalah makhluk yang tak punya kuasa untuk mencabar Sang Penguasa? Bukankah, ketidakberdayaan kadang ditutupi dengan penyerahan diri padaNya? Tak jarang, bukan Tuhan yang memaksa kita untuk memilih, tapi mereka yang berkehendak atas nama kebajikan. Semoga tidak!

1 comment:

SariBulan said...

Apa ya yang harus dibagitahu... terpulang pada pentafsiran. Kalau kalah rasanya endak. uat apa kan Kalah pada hidup. Jika perjalanan masih jauh, teruskan saja. iar ada cerita yang tak bisa tersisa. Thanks coz puisi saya dikomentar jugak.