Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Bermain
Zumi dan kedua teman baiknya, Akmal dan Kiki, menunggu layangan putus. Meskipun mereka bisa membelinya, tetapi mendapatkan mainan secara ber...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Judul buku: Social Roots of the Malay Left Penulis: Rustam A SaniPenerbit: SIRD, Kuala Lumpur Tahun terbit: 2008 Jumlah halaman: ix+ 80 hala...
1 comment:
Kalau dah namanya mesin, mana ada jiwa? Sibuk adalah perkara biasa dalam hidup ini. Setiap hari kita berjuang untuk hidup; dan perjuangan itu memerlukan pengorbanan.
Dalam sibuk mengejar kehidupan ini, satu yang pasti. Kita tak bisa hidup tanpa jiwa, dan jiwa itu sendiri perlu pengisian. Siapa yang mengisi? Manusia sahaja tak memadai. Segala yang dimiliki oleh manusia tidak mampu memuaskan jiwa kita. Hanya Tuhan saja sumber kepuasan jiwa dan damai sejahtera.
Post a Comment