mesin

Aku bukan mesin. Tapi, sehari-hari aku seperti mesin. Tubuhku dipenuhi oleh jam, jadual, dan bahan bakar [karbohidrat]. Lalu, di manakah jiwa?

Comments

ann said…
Kalau dah namanya mesin, mana ada jiwa? Sibuk adalah perkara biasa dalam hidup ini. Setiap hari kita berjuang untuk hidup; dan perjuangan itu memerlukan pengorbanan.

Dalam sibuk mengejar kehidupan ini, satu yang pasti. Kita tak bisa hidup tanpa jiwa, dan jiwa itu sendiri perlu pengisian. Siapa yang mengisi? Manusia sahaja tak memadai. Segala yang dimiliki oleh manusia tidak mampu memuaskan jiwa kita. Hanya Tuhan saja sumber kepuasan jiwa dan damai sejahtera.
zubero_lontare said…
Dimana jiwa? Wahai che mad guru bahasaku, jiwa sebenarnya boleh dikesan apabila dikau menemukan keindahan. Sesungguhnya, hanya insan yang mampu menemukan keindahan, yang nyata ada jiwa dalam dirinya...contohnya dalam kasus ini guru bahasaku (walaupun tidak dibayar gajinya).. kita bisa meneteskan air mata bukan, hanya apabila melihat anak kecil yang menangis teresak-esak tiba-tiba terhenti tangisnya apabila datang anak kucing yang comel lalu mengesel-geselkan badannya, seolah-olah tanda bersimpati kepada anak kecil itu.. ATAU kita juga bisa meneteskan air mata bukan, apabila berada tinggi di awan biru (dalam perut pesawat), dan melihat betapa sempurnanya ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, warna hijaunya bumi yang mendamaikan, sucinya putih awan yang menakjubkan..

itu sahaja dulu temanku, dari diriku ini yang selalu lemas dalam keindahan..

Popular Posts