Percakapan

Mendengar yang lain (Zuhören) dan berujar satu sama lain (Ansprechen) merupakan aspek yang penting dalam sebuah percakapan. Hal ini memberikan sebuah keterbukaan yang secara serentak menyebabkan sebuah percakapan baik yang tidak bisa diperkirakan maupun yang menghasilkan. (Robert J. Doztal, 2002, 107)

Kita setiap hari melakukan percakapan untuk menyampaikan maksud. Tak jarang, maksud kita tidak sampai karena pelbagai alasan. Meskipun, sebagian besar pesan sampai berkenaan dengan kebutuhan dasar kita. Lalu, maksud apakah yang belum sampai?

Aturan yang dibuat untuk menjaga kenyamaan satu-sama lain adalah longgar. Kadang, kehidupan berjalan tidak seperti yang tertulis di atas kertas. Jika sebegini, nikmati aja semua agar 'suara bising' itu pun menjadi alunan merdu lagu buluh perindu.

Percakapan itu tidak hanya mengulang-ulang, mesti ada kelanjutan dari sebuah gagasan. Ini akan berjalan dengan baik, jika masing-masing mempunyai pengetahuan yang memadai untuk menguak 'kisi-kisi' persoalan yang diangkat. Semalam, di sepanjang jalan flat ke warung makan, kami bertiga bercakap tentang novel N. H. Dini.

Saya mengatakan bahwa novel Jepun Hiroko membantu kita untuk memahami lebih baik dunia 'perempuan'. Keinginannya kaum hawa sering tak bisa dipahami oleh kaum adam karena perspektif yang digunakan berbeda. Pengalaman sejak masa kecil telah membentuk narasi lain tentang bagaimana kehidupan itu dinikmati.

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Ramadan di Bukit Kachi [21]

Lautan Fragmen