Hari Akhir dan البحر اللاهوب

[3 April 2007]
Judul di atas mungkin boleh dilihat juga sebagai detik terakhir saya menyelesaikan tugas penulisan disertasi. Meskipun belum diserahkan ke TU untuk dimajukan dalam sidang ujian disertasi, secara psikologis saya merasa selesai karena seluruh bab, satu sampai dengan tujuh, telah rampung. Sekarang, pekerjaan lebih mudah karena saya bisa melakukan pembetulan kosa kata dari Indonesia ke Melayu, kesinambungan gagasan, dan hasil kajian yang masih belum tuntas.

Hari akhir itu dimulai dari sejak sore sebelumnya, ketika saya saya memasukkan lembaran disertasi ke dalam file dengan cara melubangi kertas. Malamnya, saya hanya memandangi tumpukan kertas itu dengan perasaan lega. Meskipun, saya masih menyisakan tanda tanya besar tentang hasil penelitian terhadap pemikir keislaman Jepang Toshihiko Izutsu. Oleh karena itu, saya masih membuka lagi untuk memastikan bahwa bahasa dan alur ide tampak mulus. Tentu saja, saya tak berlama-lama, sebab ini adalah proses akademik yang memerlukan kritik liyan. Orang lain, apakah pembimbing atau penguji, yang akan menilai karya ini.

Pagi hari ketika saya menjejakkan kaki di perpustakaan saya menelpon Profesor untuk berjumpa. Seperti biasa, penyelia selalu bersedia untuk menerima kedatangan saya membincangkan disertasi. Jam 11. 15, saya menemuinya dengan membawa file disertasi dan buku terjemahan saya berjudul Dialektika Peradaban: Modernisme Politik Abad 20 (Yogyakarta: Qalam Press, 2004) untuk dihadiahkan kepada Profesor. Alhamdulillah, beliau memberikan lampu hijau untuk mendaftarkan disertasi diajukan ke sidang pengujian.

Ternyata ada kejutan lain, beliau meminta saya untuk menjadi graduate research assistant untuk proyek penelitian berkaitan dengan kajian filosofis terhadap Naskah Melayu Islam pertama di Nusantara yang ditulis oleh Abdullah Arif. Teks yang bertajuk al-Bahr al-Lahut (البحر اللاهوب) ini masih berbentuk manuskrip (tulisan tangan).

Comments

Popular Posts