Untuk ketiga kalinya, saya mengunjungi rumah sakit daerah Pulau Pinang. Bangunannya tidak berubah, masih warisan lama. Kokoh tegak berdiri dengan tiang besar. Kemarin, saya, isteri dan Stenly mengunjungi rumah sakit untuk menemani isteri check up dan mengunjungi kawan baik, Junita Batubara yang terbaring karena demam dan sakit kepala tak tertahankan.
Ketika kami sampai di bangsal tempat dia berbaring, teman yang sedang mengambil PhD JurusanSeni ini tertidur lelap. Kami pun menunggu dengan sabar. Untungnya, jam makan malam tiba. Stenly membangunkannya. Dengan setia, kami menemaninya makan, meskipun tidak lahap. Katanya, dia mengalami keracunan karena kelebihan dosis obat atas saran dokter di sebuah klinik.
Selalu saja sesudah mengunjungi rumah sakit, saya berpikir keras mengapa mereka harus terbaring lemah di kasur rumah sakit? Tentu karena sakit. Mengapa dan adakah yang bisa mencegahnya? Kita tak perlu pongah bahwa tiba-tiba kita tidak bisa menangkal sakit, namun ada ikhtiar yagn harus dilakukan agar ia tidak menghinggapi tubuh kita. Menghindari stres, tidur teratur, makan cukup, minum air putih dan berolahraga dalah saran yang kerapkali kita dengar. Ya, hanya dengan menjaga semua ini kita mungkin bisa merasa lebih sehat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Hari ke-7
Dalam buku ini, Pak Nurul Huda mengutip pernyataan Pak Usman Hamid, Direktur Amnesti Internasional, "Selama bertahun-tahun masyarakat...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ke negeri Temasek, kami menikmati nasi padang. Kala itu, tidak ada poster produk Minang asli. Pertama saya mengudap menu negeri Pagaruyung ...
No comments:
Post a Comment