Merawat Generasi

Kemarin kami mengunjungi klinik pemerintah di Bukit Jambul untuk kesekian kalinya. Ini merupakan tanggapan ketaatan kami terhadap petugas kesehatan yang meminta kami untuk datang. Jika sebelumnya, sebulan sekali, sekarang kami harus datang dua minggu sekali untuk mengukur tekanan darah. Sayangnya, hari Selasa kemarin tutup, karena liburan memperingati Tahun Baru Tionghoa. Untungnya, ada seorang petugas piket yang datang sebelum kami beranjak pergi dari pelataran klinik.

Lebih untungnya lagi, sang perawat masih bersedia untuk mengecek tekanan darah dan mencatat perkembangan tubuh sang ibu di buku merah. Bahkan, dalam catatannya, dia menyarankan agar kami ke rumah sakit karena tekanan darah makin menaik. Khawatir terjadi apa-apa dengan si bayi. Kami pun lega karena tidak harus kembali keesokan harinya. Pelayanan semacam ini tentu makin membuat kami nyaman.

Lalu, kami pun pulang dengan riang. Untuk merayakan ini kami menikmati danau kampus dan memberi makan ikan dengan remahan roti. Tak lama kemudian, ada seorang pengunjung yang membawa roti Arab satu kardus. Kami mendekati untuk lebih jauh menikmati tingkah ikan yang berlompatan memamah roti yang telah dirobek kecil-kecik. Oh, ternyata orang itu adalah kawan saya yang tinggal satu flat. Namanya Ahmad, asal Pakistan. Malah, dia menyerahkan roti yang sudah kaduarsa itu untuk kami bagikan kepada ikan-ikan yang tampak lapar itu karena hari masih pagi. Biasanya kalau sore mereka sudah kekenyangan. Duh, benar-benar kesenangan kecil yang membuncah besar karena bisa menikmati binatangan air itu berlompatan riang, seakan-akan menemani keriangan kami. Mungkin, bayi itu juga riang. Semoga!

Comments

Popular Posts