Di rak bagian filsafat, saya tersentak karena koleksi bukunya bejibun. Saya belum sempat membaca semuanya. Malah, saya mendapatkan buku asli terjemahan Truth and Methodnya Gadamer yang pertama, tahun 1971, di sini. Sebelumnya, saya hanya mendapatkan buku magnum opus penggagas falsafah hermeneutik ini dalam bentuk fotokopian. Mungkin setelah selesai ujian doktor, 8 Mei, saya akan menekuri buku-buku yang terbengkalai itu. Ini terjadi disebabkan di kampus saya tidak mempunyai jurusan atau fakultas filsafat sehingga buku-buku warisan Yunani itu tidak sempat terjamah oleh mahasiswa.
Di depannya, ada kursi panjang yang menjadi tempat mengasyikkan karena di sini kita bisa bertemu banyak orang, yang bahkan tempat saya mengenal banyak mahasiswa Indonesia dan bertemu dengan teman-teman lain yang berasal dari banyak negara. Letaknya yang berada di tengah kampus membuatnya menjadi tempat lalu lalang mahasiswa. Inilah tempat yang banyak mendapat kunjungan mahasiswa, selain kantin dan masjid. Apakah ini juga petanda bahwa keperluan manusia itu adalah makan, membaca dan beribadah?
No comments:
Post a Comment