Menikmati Milik Sendiri


Kalau saya hanya menunjukkan gambar di atas begitu saja, pasti Anda tak bisa menggambarkan seutuhnya peristiwa yang ada di balik sepotong jepretan kamera di atas. Demikian pula, sekuat apa pun saya menerakan latar dari gambar ini, ada kehilangan momen, karena saya menulisnya satu hari setelah peristiwa tersebut. Pasti ada banyak 'tafsir' yang telah bercampur aduk dengan suasana hati ketika goresan ini diterakan.

Belum lagi, ada banyak benda yang ada di selembar kertas itu yang tak sempat ditangkap kamera secara utuh, seperti buku yang ada di meja. Sebagai makluman, buku itu adalah karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi (Yogyakarta: Bentang, 2008). Demikian pula, dua minuman yang tergelak di atas meja yang mungkin susah untuk disebut jenisnya karena warna yang tak begitu jelas. Sekali lagi saya katakan bahwa dua minuman itu adalah kopi yang dicampur hazelnut, yang satu kopi putih dan satunya lagi dicampur coklat.

Lalu, botol kosong itu adalah tempat susu kaleng yang telah habis diteguk si kecil. Tentu para perawat di rumah sakit tempat kami sering memeriksakan si kecil akan marah besar karena belum waktunya si kecil diasup dengan susu pabrikan. Tapi, apa boleh buat, kami sedang berada di ruang publik. Lalu, warung kopi itu akan menjadi tanda tanya besar yang lain. Ia adalah warung yang terletak di dekat rumah dan merupakan perusahan lokal, bukan asing, seperti Starbucks atau Coffee Bean. Jadi, saya betul-betul menikmati tegukan dan suasanya karena merasa inilah yang harus kita lakukan untuk keluar dari rasa tidak percaya diri kepada milik kita sendiri. Anda setuju?

Comments

Popular Posts