Hari Keluarga PPI USM


Setelah lomba olahraga antar mahasiswa, kami pun merayakan kebersamaan dengan makan malam dan nyanyian. Sebelumnya, para peserta dipilih untuk menyampaikan pesan. Tak pernah ada keindahan yang secerah malam itu, salah satu larik yang sempat muncul pada acara itu. Di sini, tua muda tumpah ruah. Malah, anak kecil pun turut bermain, mengikuti tingkah orang tuanya. Kadang ada jarak emosional karena faktor usia, tetapi ini pun luruh oleh lagu dan celotehan lucu.

Bertempat di Bistro USM, sebuah gedung bertahun 1938 bekas barak Inggeris, kami pun merenungkan kembali Indonesia. Meski ada gelak tawa, tetapi semua sadar bahwa di tangan anak muda masa depan negeri khatulistiwa itu dipelihara dengan cinta. Rezki dan Inda menyanyi dengan sangat menyentuh, ditambah petikan gitar Ariel dan Andrea, gelap malam semakin sempurna sebagai kebahagiaan. Reiza juga turut menyumbang lagu lucu, dan mereka pun tertawa lepas. Saya yang tua turut melepas tawa, meski tak cukup mengerti, sebab lagu itu bukan Rhoma Irama.

Sebenarnya masih banyak gambar yang menunjukkan keasyikan, namun tak mungkin saya memunggah di sini semuanya. Tapi, jelas tergambar bahwa mereka menemukan dunianya yang telah hilang oleh rutinitas. Di sini, mereka akan menemukan jalan pulang dan sembari beriltizam untuk menunaikan kebaikan setelah usai belajar. Keceriaan mereka adalah bukti keyakinan pada hidup untuk dinikmati, bukan diinkari.

Comments

Popular Posts