Burung Hitam


Gambar burung berwarna hitam itu saya ambil ketika sedang tepekur di depan komputer. Karena dihalangi kaca, ia tidak merasa kalau sedang disorot kamera. Sampai hari ini saya tak tahu namanya, namun kehadirannya acapkali menyita. Suaranya pendek, tak seindah burung jalak. Hampir di setiap pojok kampus, hewan ini bisa ditemukan. Tak hanya nama binatang bersayap itu, nama pohon tempat ia bertengger, saya pun tak mengenalinya.

Heran, saya bisa menikmati nyanyian burung yang saya tak tahu riwayatnya dan warna hijau daun pohon yang tegak berdiri di depan jendela. Ya, pohon yang memiliki bunga berwarna merah menyala. Memang, tak setiap pohon diberi papan nama, seperti pohon Semarak Api di depan kantor pos. Meski tak kenal, saya menyayangi keduanya, hingga hari ini.

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Ramadan di Bukit Kachi [21]

Lautan Fragmen