Biyya dan Bola

Saya membawanya menonton bola di stadion kampus. Meski tak sepenuhnya memerhatikan, si kecil menemukan gelegak, riuh-rendah dan tak jarang teriakan memekakkan telinga. Herannya, salah seorang penonton perempuan membawa anaknya yang masih 'bayi', mungkin 4-5 bulanan. Apapun, malam itu semua orang melepaskan penat dengan berteriak, bertepuk tangan dan akhirnya ada yang senang dan kecewa. Hidup tak jauh dari itu.

Comments

rennypebrica said…
salam kenal,

Silahkan kunjungi informasi tentang berbagai karya ilmiah dari kami
http://www.unand.ac.id/arsipua/abstrak/

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Bukit Kachi

Kebenaran dan Metode